Berbicara di konferensi pers di Jenewa (Swiss), ia menunjukkan bahwa ketidaksetaraan dalam mendekati vaksin pencegah Covid-19 tetap merupakan salah satu di antara bahaya-bahaya paling besar terhadap penanggulangan pandemi.
Menurut data WHO, negara-negara yang berpendapatan tinggi dan menengah-tinggi menduduki 53 persen populasi global telah mendapat 83 persen volume vaksin pencegah Covid-19 di seluruh dunia. Sementara itu, negara-negara yang berpendapatan rendah dan menengah-rendah hanya mendapat 17 persen volume vaksin pencegah Covid-19.
