Ketika berbicara di depan satu konferensi pers online, pada Senin (25 Mei), Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memberitahukan bahwa keputusan tersebut dikeluarkan setelah Majalah Mingguan Kesehatan Lancet mengumumkan satu penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan hydroxychloroquine dalam mengobati para pasien Covid-19 bisa meningkatkan kemungkinan kematian.