Di era digital, Kecerdasan Buatan (AI) tengah berkembang pesat, transformasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan motor penggerak utama yang berkontribusi positif pada target pertumbuhan. Institusi, E-Government, AI, infrastruktur digital dan data menjadi unsur penting yang tak terpisahkan dari proses transformasi digital nasional. Nguyen Thi Thu Giang, Wakil Ketua merangkap Sekretaris Asosiasi Perangkat Lunak dan Jasa Teknologi Informasi Vietnam (VINASA) menuturkan:

Vietnam telah mencapai langkah signifikan dalam transformasi digital dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang cepat di kawasan. Pada tahun 2025, ekonomi digital Vietnam mencapai 39 miliar dolar Amerika Serikat (AS), dengan proporsi ekonomi digital melampaui 14 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan ditargetkan mencapai proporsi 30 persen PDB pada tahun 2030. Agar transformasi digital sebenarnya dapat sepenuhnya menjadi motor penggerak pertumbuhan dua digit, diperlukan strategi nasional yang matang dan kuat, infrastruktur data yang modern, berbagai kebijakan yang mendorong inovasi kreatif, sumber daya manusia berkualitas tinggi serta pendampingan erat dari pemerintah, perusahaan teknologi hingga organisasi penelitian Vietnam dan internasional”.

Di Vietnam aspek kelembagaan telah selangkah lebih maju untuk membuka jalan bagi teknologi, serta membangun payung hukum yang transparan bagi AI, data besar (big data) serta aset digital. Bui Hoang Phuong, Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam mengatakan:

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi telah meninjau dan merevisi sepenuhnya payung hukum di sektor sains, teknologi dan transformasi digital. Untuk melaksanakan transformasi digital secara optimal, Kementerian ini memerlukan pendampingan dari berbagai kementerian, instansi dan daerah, khususnya masyarakat dan komunitas pelaku bisnis. Ketika keberhasilan tercapai di sebuah daerah, badan, atau organisasi maka keberhasilan akan disebarluaskan ke seluruh negeri”.

Dalam proses terobosan di era digital, komunitas pelaku bisnis teknologi digital memainkan peran penting. Mereka tidak hanya menyediakan solusi, tetapi juga menjadi daya dorong dalam membangun daya saing baru bagi perekonomian. Para pelaku bisnis kini berada di garda terdepan dalam membangun, mengoperasikan dan mengomersialkan berbagai ekosistem teknologi berskala besar, mulai dari infrastruktur komputasi dan komputasi awan (Cloud) hingga AI dan model bahasa besar (LLM). Ngo Thanh Hien, Direktur Teknologi dari Grup IBM Vietnam menuturkan:

Model-model pertumbuhan lama yang berbasis pada investasi publik dan sumber daya kerja berbiaya murah kini sudah tidak lagi relevan. Kita harus bertransformasi untuk menciptakan model ekonomi baru yang berbasis pengetahuan dan infrastruktur digital. Ekonomi digital dianggap sebagai motor penggerak pertumbuhan. Untuk mewujudkannya, data harus dioperasikan dan dimanfaatkan secara lebih efektif, diotomatisasikan dalam skala besar, dan didigitalisasi secara komprehensif."

Di pihak daerah, Nguyen Thanh Ha, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi Khanh Hoa mengatakan:

Kami menerapkan transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan daerah untuk meningkatkan persaingan pelaku bisnis. Setiap tahun, Provinsi Khanh Hoa mendukung 50 pelaku bisnis untuk melakukan transformasi digital agar mereka melakukan restrukturisasi dan meningkatkan kualitas produknya”.

Transformasi digital menjadi kunci strategis untuk menggantikan model pertumbuhan tradisional dengan ekonomi digital dan ekonomi berbasis pengetahuan. Tranformasi digital secara komprehensif akan membawa Vietnam masuk ke era pembangunan baru dengan tujuan menjadi negara maju dengan industri modern dan pendapatan menengah atas pada tahun 2030. Di samping itu, transformasi ini juga ditujukan untuk mewujudkan visi menjadi negara maju berpendapatan tinggi pada tahun 2045.