Dalam laporan yang diumumkan pada 2 Juni, Badan Ekonomi dari Kementerian Ekonomi dan Keuangan Prancis menilai bahwa Vietnam telah menunjukkan daya tahan dan mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat di tengah penurunan perdagangan global, konflik geopolitik yang berkepanjangan, dan tantangan yang mengancam rantai pasokan. Laporan tersebut menilai bahwa Vietnam telah berhasil mempertahankan stabilitas ekonomi makro dengan inflasi terkendali sekitar 3,3%, utang publik yang rendah, dan keseimbangan-keseimbangan anggaran negara yang terjamin.

Menurut penilaian badan ekonomi Prancis, Vietnam telah menjadi salah satu ekonomi paling dimanis di Asia. Vietnam terus menyerap modal investasi asing berkat stabilitas lingkungan politik dan posisi strategis dalam rantai pasokan global serta kemampuan beradaptasi cepat terhadap berbagai gejolak ekonomi dunia. Laporan tersebut juga menekankan bahwa hasil pertumbuhan Vietnam telah jauh melampaui prakiraan beberapa organisasi internasional. Sebelumnya, Bank Dunia memprakirakan pertumbuhan Vietnam di level 6,6 persen sementara itu Dana Moneter Internasional memprakirakan level 6,5 persen.

Badan Ekonomi Prancis secara khusus menaruh perhatian pada strategi pembangunan baru dari Vietnam. Pada tahun 2025, Politbiro telah memberlakukan empat resolusi besar yang mengarahkan pengembangan ekonomi dengan target menjadikan Vietnam sebagai negara maju yang berpendapat tinggi pada tahun 2045.