Beberapa delegasi menyatakan bahwa sorotan utama dalam masa jabatan kali ini yaitu membangun “Front Tanah Air digital”, dengan menerapkan teknologi untuk menghubungkan rakyat secara lebih cepat, lebih tepat waktu dan efektif.

Pendeta Thich Thanh Hai, Anggota Dewan Eksekutif Pengurus Besar Sangha Buddha Vietnam, yang merupakan Delegasi dari Kota Ho Chi Minh menegaskan bahwa Kongres ini akan menciptakan dorongan kuat untuk membangkitkan kekuatan persatuan nasional. Selain itu menyebarkan konsensus dalam masyarakat, di mana komunitas umat beragama untuk bergotong royong melaksanakan hasrat mengembangkan tanah air.

Dengan berbagai target yang telah ditetapkan dalam dokumen Kongres, kami percaya pada kesemarakan setelah Kongres tersebut. Saya berpikir bahwa berbagai program aksi yang ditetapkan Front Tanah Air akan benar-benar memobilisasi sumber daya seluruh masyarakat demi usaha pembangunan dan kebangkitan bangsa dan tanah air”.

Hadir pada Kongres tersebut, Tran Ba Phuc, Ketua Asosiasi Wirausaha Vietnam di Australia mengusulkan beberapa solusi untuk menghubungkan dan menyatukan warga Vietnam di luar negeri untuk berklibat ke kampung halaman dan memberikan dedikasi bagi kampung halaman.

Komunitas warga Vietnam di luar negeri, semuanya berkiblat ke Vietnam, ingin memberikan kontribusi pada pembangunan tanah air. Saya berharap agar Kongres ini akan mengeluarkan beberapa kebijakan dan haluan untuk mengimbau dan menciptakan peluang bagi komunitas warga Vietnam di luar negeri serta generasi muda untuk memberikan kontribusi langsung pada pembangunan tanah air pada periode baru”.

Para delegasi percaya bahwa dengan semangat “Persatuan-Demokrasi-Inovasi-Kreativitas-Pembangunan”, Kongres Nasional XI Front Tanah Air Vietnam akan membuka sebuah tahapan pembaruan baru bagi agenda Front Tanah Air di mana semua kegiatan menuju basis, memandang kebahagiaan dan kepuasan masyarakat sebagai targetnya.