Bertemu dengan ilmuwan yang menyilangkan varietas padi ST25

(VOVWORLD) - Setelah upaya keras selama 25 tahun, insinyur Ho Quang Cua dan para rekan-nya telah menyilangkan  dengan sukses varietas padi ST25 dari Vietnam di pemeringkatan beras yang paling enak di dunia tahun 2019. Pada pertemuan dengan kalangan pers baru-baru ini, “bapak kandung” varietas padi ST25 dengan gembira bercerita tentang proses selama dua dekade untuk membawa beras Vietnam naik takhta dengan banyak pemikiran bagaimana mempertahankan hasil yang telah dicapai itu.
Bertemu dengan ilmuwan yang menyilangkan varietas padi ST25 - ảnh 1 Insinyur Ho Quang Cua (Foto: baogiaothong.vn)

Pada awal pertemuan tersebut, insinyur Ho Quang Cua telah menceritakan bagaimana proses menyilangkan  varietas padi ST25 yang dimulai dari tahun 1991. Pada saat itu, selaku seorang ilmuwan petani, dia dan rekan-nya telah bertekad memulihkan kembali satu varietas padi yang enaknya paling termasyur di Provinsi Soc Trang, Vietnam Selatan pada masa lalu. Dia menyatakan:“Untuk merebut gelar “beras yang paling enak” di dunia, kami telah mengalami satu proses yang sangat panjang, lebih dari 25 tahun. Provinsi Soc Trang adalah pengekspor  beras enak  ke Eropa sejak tahun-tahun awal abad XX  tapi setelah itu telah semakin pudar. Harapan saya ialah memulihkan beras itu”.

Setelah upaya keras tanpa mengenal lelah selama lebih dari  2,5 dekade, jasa dan semangat insinyur Ho Quang Cua  dan kelompok ilmuwan telah mencapai hasil yang sepantasnya. Menurut itu, selama tiga tahun berturut-turut  yaitu tahun 2017, 2018 dan 2019 beras ST25 lolos masuk  3 Besar beras yang paling enak di dunia dan khususnya pada tahun 2019, telah dinyatakan  sebagai  beras paling enak di dunia. Ini untuk pertama kalinya suatu varietas padi berumur pendek yang telah dimutahirkan dan punya produktivitas tinggi di Asia Tenggara dinyatakan sebagai beras yang paling enak di dunia. Insinyur Ho Quang Cua mengatakan: “Kami dan rekan-rekan kami telah berupaya keras  untuk memperbaiki dan belajar sendiri berdasarkan pengalaman-pengalaman di tempat-tempat yang lain. Sampai tahun 2017, kami mulai memperoleh hasil. Itu juga untuk pertama kalinya di Asia Tenggara ada satu varietas padi berumur pendek yang telah dimutahirkan dan berproduktivitas  tinggi lolos masuk ke Besar varietas beras yang paling enak di dunia. Varietas-varietas padi yang untuk 10 kali merebut penghargaan sebelumnya, semuanya adalah varietas padi berumur panjang, berproduktivitas rendah dan tidak memberikan hasil guna ekonomi tinggi kepada para petani, tidak mencapai hasil produksi besar untuk dipasok ke pasar”.

Beras ST25 merupakan beras yang bentuknya ramping dan panjang, putih, jernih dan harum beraroma nanas, lezat, lembut dan manis. Selain itu, penyerapan air ke dalam biji beras sangat rendah dbandingkan dengan beras biasa.

“Bapak kandung”  beras ST25 memberitahukan bahwa dia merasa terkejut ketika melihat bahwa selama ini, jumlah konsumen Vietnam  yang menaruh perhatian pada event tersebut begitu  besar. Karena sejak dulu sampai sekarang, konsumen lebih menyukai barang asing, biasanya membeli beras Kamboja atau Thailand. Tapi setelah event beras Vietnam meraih penghargaan sebagai beras yang paling enak di dunia, para konsumen telah membeli beras ST 25.

“Hal ini menunjukkan bahwa orang Vietnam punya kebanggaan nasional dan punya pikiran “orang Vietnam harus menggunakan barang Vietnam”, jadinya mereka hanya ingin membeli beras dari Kamboja dan Thailand. Karena sebelumnya, para ilmuwan dan badan usaha belum mencapai sukses dan belum mendapat pengakuan, maka belum mendapat kepercayaan dari  konsumen”.

Merasa bangga terhadap hasil-nya, tetapi insinyur Ho Quang Cua juga berpikir bagaimana mewariskan beras  yang enak ini kepada generasi-generasi bẻikutnya. Menurut dia, masalah ini telah mendapat perhatian dan bimbingan dari berbagai badan Negara dan Pemerintah. Tanggung jawab sekarang tergantung pada masyarakat. Di antaranya, kerjasama dan konektivitas antara “4 faktor” yaitu (Petani – Negara-Ilmuwan – Badan Usaha) sangat penting. Dia mengatakan: “Kami berperan sebagai para ilmuwan berupaya mempertahankan kualitas varietas secara baik agar generasi-generasi di kemudian hari bisa mempertahankan prestasi yang jarang ini. Di samping itu juga memerlukan partisipasi banyak unsur dalam masyarakat barulah bisa membangun dan mempertahankan brand beras yang baik bagi Tanah Air”.

Percaya bahwa dengan semangat dan bakat-nya, insinyur Ho Quang Cua dan para ilmuwan akan terus mempertahankan varietas padi ST25 yang baik serta menyilangkan dengan sukses banyak varietas  padi  yang baru. Yaitu menegaskan posisi beras Vietnam pada khususnya dan hasil pertanian Vietnam pada umumnya di gelanggang internasional. 

Komentar

Yang lain