Pada upacara tersebut, Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Vietnam, Adam M. Tugio, menyatakan bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki banyak kesamaan dalam sejarah dan budaya. Hubungan Kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara telah menghasilkan banyak hasil positif. Hal ini tercapai sebagian berkat kontribusi masyarakat kedua negara dan jaringan alumni dan sahabat Indonesia di Vietnam.

Pada kesempatan ini, Dubes Adam M. Tugio menyampaikan harapannya bahwa pertemuan ini akan menjadi kesempatan bagi para alumni untuk bertemu dan terus mengembangkan perannya sebagai jembatan nyata antara masyarakat kedua negara, berkontribusi dalam memupuk persahabatan dan kerja sama bilateral antara Vietnam dan Indonesia.

“Ini pertemuan sengaja kami gelar untuk mengumpulkan para penerima beasiswa yang pernah sekolah di Indonesia. Dan yang kedua, walaupun belum pernah menerima beasiswa, tapi memiliki ketertarikan khusus terhadap Indonesia. Kami ingin membentuk Indonesia-Vietnam Asociation Network, IVAN. Jadi semacam asosiasi yang nanti kami harap bisa membantu bersama-sama dengan KBRI menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan Vietnam. Setelah dapat masukan untuk membentuk IVAN, tentu kami bersedia mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh asosiasi ini ke depan”.

Dalam suasana hangat, para alumni dan sahabat yang memiliki hubungan dekat dengan Indonesia tidak hanya bersama-sama mengenang kembali kenangan indah selama belajar dan tinggal di Indonesia, tetapi juga berbagi cerita, pengalaman, dan perasaan istimewa terhadap negeri dan rakyat Indonesia. Tran Huong Tra, Wakil Kepala Seksi ASEAN 2 sekaligus pengurus Program siaran bahasa Indonesia di VOV, mengatakan:

"Indonesia sudah menjadi rumah kedua bagi saya. Kita datang ke Indonesia, supaya tidak hanya waktu kita pulang, kita bawa ijazah saja, atau bawa kemampuan menguasai bahasa saja, tapi kita bawa juga banyak kenangan dan budaya yang indah dari Indonesia. Jadi di Vietnam, pasar menggunakan bahasa Indonesia tidak banyak, tetapi kebutuhan tentang sumber daya yang bisa menguasai Bahasa Indonesia masih sangat tinggi, khususnya di bidang media, pendidikan, politik, perdagangan, atau ekonomi. Dan saya berharap bahwa para alumni yang berada di acara kita hari ini akan menjadi satu jembatan kecil supaya menghubungkan antara masyarakat Vietnam dan Indonesia".

Berbicara mewakili para sahabat Indonesia dan mitra Kedutaan Besar Indonesia di Hanoi, Nguyen Thi Nhai, Wakil Kepala Departemen Kerja Sama Internasional, Universitas Hanoi, mengatakan:

“Sejak tahun 2018, dengan dukungan kuat dari Kedutaan Besar Indonesia, kursus bahasa Indonesia telah diselenggarakan di Universitas Hanoi, dengan partisipasi ratusan mahasiswa. Kami juga sangat bangga bahwa dua mahasiswa terkemuka dari Universitas Hanoi telah mendapatkan beasiswa untuk belajar dan merasakan budaya di Indonesia. Mahasiswa universitas kami juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan budaya yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar. Kegiatan-kegiatan ini membantu mahasiswa dan kaum muda Vietnam lebih memahami Indonesia dan menciptakan lebih banyak hubungan antara kedua negara kita”.

Pada pertemuan tersebut, para tamu yang terdiri atas para alumni dan mahasiswa yang sedang belajar bahasa Indonesia, bersama-sama berpartisipasi dalam kuis dengan pertanyaan-pertanyaan menarik mengenai Vietnam dan Indonesia dalam suasana yang meriah dan penuh tawa. Selain itu, program ini memberikan peluang bagi para tamu untuk berinteraksi dan menikmati kuliner khas negeri ribuan pulau./.

Sumber foto: KBRI Hanoi