(VOVworld) – Bahan-bahan sejarah yang mencatat kedaulatan laut dan pulau Vietnam pada pokoknya ialah di naskah administrasi dan buku-buku sejarah resmi dari zaman dinasti Nguyen. Menyedari secara mendalam tentang arti pentingnya laut dan pulau baik dari segi posisi strategi militer , perhubungan, perdagangan maupun eksploitasi berbagai sumber daya hasil perikanan dan lain-lain, maka para raja zaman dinasti Nguyen mempunyai fikiran yang konsekuen tentang kedaulatan wilayah, teritorial laut dan berhasil menetapkan satu sistim kebijakan yang sistimatik tentang laut, pulau dan melaksanakan kedaulatan di semua pulau pada umumnya dan dua kepulauan Hoang Sa (Paracels) dan Truong Sa (Spratly) pada khususnya.

Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc dari Institut Pengkajian Vietnam dan Ilmu Pengetahuan Perkembangan memberitahukan bahwa ketika naik takhta, raja Gia Long telah membentuk kembali armada Hoang Sa dan Bac Hai untuk melakukan pemeriksaan dan pengontrolan di laut sambil bertanggung-jawab melakukan aktivitas ekonomi dan perdagangan di laut. Doktor Nguyen Quang Ngoc mengatakan: “Raja Gia Long adalah orang yang mengeluarkan pernyataan kuat tentang kedaulatan Vietnam di dua kepulauan Hoang Sa dan Truong Sa. Banyak misionaris, para pedagang dan orang-orang yang mengerti situasi Laut Timur dari Vietnam pada saat itu menyatakan bahwa raja Gia Long telah menancapkan bendera yang tak ada duanya di kepulauan Hoang Sa”.

Dalam sistim naskah administrasi zaman dinasti Nguyen yang sedang disimpan ada sampai 10 naskah administrasi dari zaman raja Minh Menh yang berbicara tentang aktivitas kedaulatan. Satu naskah administrasi yang diesahkan oleh raja Minh Menh memberitahukan bahwa pada tahun 1830 ada kapal Perancis yang melewati wilayah laut Hoang Sa dan kandas. Justru raja Minh Menh telah menugasi Kepala pintu laut di Da Nang untuk melakukan pertolongan dan membawa semua orang dan barang dagangan di kapal itu ke pelabuhan secara aman. Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc menekankan: “Hal ini memanifestasikan tanggung-jawab luhur dari kepala Negara tentang wewenang dan kedaulatannya di wilayah laut yang sudah ditegaskannya”.
Selain langsung membimbing semua aktivitas pertolongan, mengukur peta dan lain-lain, maka raja Minh Menh juga mengesahkan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang bersangkutan dengan faktor spiritualitas di kepulauan Hoang Sa. Profesor, Doktor Nguyen Quang Ngoc menambahkan: “Rakyat kita di situ juga menjumpai kesukaran dan bahaya, maka mereka membentuk kuil untuk memohon agar arwah-arwah bisa lepas ke nirwana. Raja juga memimbing penanaman pohon agar kapal dari jauh bisa melihatnya untuk tidak kandas. Raja juga membimbing pembentukan prasasti kedaulatan dan prasasti dari kayu dengan mencatat ketetapan-ketetapani raja”.

Dai Viet Su Ky Luc Bien pada zaman raja lokal Trinh Sam (1739-1782)
(Foto:vov.vn)
Pada zaman raja Tu Duc, walaupun adalah periode yang sulit, tapi, pelaksanaan kedaulatan di wilayah laut Hoang Sa dan Truong Sa tetap dipertahankan.
Para raja dinasti Nguyen telah meninggalkan warisan yang paling besar yaitu pemahaman tentang kedaulatan wilayah laut, kedaulatan wilayah dan satu Tanah Air Vietnam dari provinsi Ha Giang sampai ujung Ca Mau. Itu juga merupakan pelajaran sejarah yang diwariskan oleh dinasti ini kepada generasi di kemudian hari./.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ