(VOVworld) – Badan Pengelola Sektor Kota Kuno Hanoi baru saja berkoordinasi dengan kelompok pelukis dari Pusat UNESCO Seni Rupa kota Hanoi mengadakan pameran seni rupa dengan tema “Bunga Teratai” di Pusat Temu Pergaulan Kebudayaan Sektor Kota Kuno Hanoi. Tema “Bunga Teratai” bermaksud memuliakan sejenis bunga yang berkaitan dengan citra Presiden Ho Chi Minh dan negeri Vietnam.

Kumpulan lukisan bungan teratia dengan tema “Musim asmara” dari pelukis Vu Tuyen diberi nomor dari 1-16 yang dipresentasikan di pameran ini benar-benar mengesankan para pengunjung. Dia telah pernah melaksanakan pameran spesialis tentang bunga teratai seperti “Surtan nasib”, “Ketidak-kekalan”, “Zazen” dan lain-lain secara sangat sukses. Kumpulan lukisan bunga teratai “Musim asmara” pada pameran kali ini membuka satu ruang yang berwarna hijau di kolam bunga tetarai, memberikan pemikiran tentang ciri indah yang santun dan megah, menciptakan satu sudut pandang multi dimensi tentang ciri indah dari jenis bunga yang istimewa ini. Pelukis Vu Tuyen mengatakan: “Bagi saya sendiri, setiap lukisan ada satu manusia yang dikaitkan padanya. Bunga teratai adalah satu imajinasi yang saya gunakan untuk berbicara dan setiap bunga dalam lukisan adalah seorang manusia dan manusia-manusia ini saling berdampingan, saling mencintai, mendapat perlindungan dan kecintaan terhadap kehidupan. Itulah hal yang saya titipkan”.
Bagi pelukis Dang Dinh Ngo, bukan kebetulan dia mencari tempat penciptaannya di satu rumah di tepian danau Tay, tempat di mana ada bunga teratai yang aromanya tersebar ke seluruh kota dan oleh karena itu, lukisan-lukisannya pada pokoknya adalah teratai merah muda. Dua kumpulan lukisan “Teratai medah jambu” diberi nomor dari 1-7 ciptaan pelukis Dang Dinh Ngo melukiskan secara selengkapnya bunga teratai dari baru muncul kuncup sampai bermekah menjadi bunga teratai
Sebagai pelukis yang khusus mencipta dengan bahan lak, pelukis Bui Trong du membawa kepada pameran ini karya-karya “Teratai hijau”, “Teratai putih”, “Teratai merah jambu”, “Teratai dan ikan”, “ Teratai pada musim panas”, “Kolam teratai” dan lain-lain dengan teknik artistik yang dikristalisasi dan sederhana sehingga menimbulkan ruang tradisional. Pelukis perempuan satu-satunya dalam pameran kali ini, Phan Thi Thanh Mai dengan lukisan-lukisan di bahan cat minyak nampaknya membuat pameran ini menjadi lebih halus lembut. Tema yang dia pilih juga sederhana dan beken yaitu “Teratai di kebun”, “Danau teratai”, “Teratai pada bulan Mei”, “Teratai pada musim panas”, “Teratai dan gadis” dan lain-lain, semuanya menunjukan kehalusn dan perasaan. Profesor Muda, Doktor Nguyen Van Huy, Wakil Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Nilai Pusaka Budaya mengatakan: “Saya telah menonton semua lukisan tentang bunga teratai di sini, semuanya sangat beranekaragam, lukisan-lukisan ini memanifestasikan ilham dan perasaan para pekukis terhadap bunga teratai dan teknik melukis dari setiap orang termanifestasikan melalui lukisan-lukisan ini sehingga menunjukkan ciri yang indah dan santun dari bunga teratai. Semua lukisan tentang bunga teratai ini menmbulkan banyak perasaan terhadap para pengunjung, khususnya orang Vietnam manpun juga mengaitkan imajinasi bunga teratai dengan Presiden Ho Chi Minh. Pastilah semua pengunjung pameran ini akan mempunyai satu perasaan baru tentang kota Hanoi, tentang bunga teratai dan mengerti bagaimana orang Vietnam menggemari bunga teratai”.
Tema pameran dengan satu kata “Teratai” saja juga membawa semua orang datang untuk menikmari ruang seni. Keempat pelukis ini telah menegaskan bahwa bunga teratai telah memilih mereka untuk memanifestasikan ciri indah yang jernih dan luhur dari bunga teratai baik di sudut manapun dan kapan saja pun. Keempat pelukis ini telah membawa kumpulan-kumpulan lukisan yang memanifestasikan secara jelas ilham dan pemikirannya yang mereka titipkan melalui citra bunga teratai.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ