Berkat sumber modal ini, beberapa rumah tangga berhasil menstabilkan kehidupan, mengentaskan kemiskinan, hingga mencapai kesejahteraan, sekaligus berkontribusi membangun kawasan pemukiman di wilayah hutan yang kian berkembang. Sektor pertanian Dak Lak pun dengan cepat mencapai keanekaragaman dan berkelanjutan.

Pada akhir September lalu, Ksor Y Vien beserta istrinya di Dusun Hwing, Kecamatan Ea Hiao, menyiapkan alat pertanian untuk pergi ke ladang guna merawat pohon durian yang ditanam secara tumpang sari di kebun kopi. Ia mengungkapkan bahwa panen durian terbarunya menghasilkan sekitar 100 juta VND (setara dengan kurang lebih 4.000 dolar Amerika Serikat (USD). Jika digabungkan dengan hasil kopi, kebun seluas 1,1 hektare miliknya menghasilkan 350 juta VND (setara lebih dari 14.000 USD) pada tahun 2026.

Y Vien menyampaikan bahwa pada tahun 2015, ia menabung dan meminjam modal dari bank untuk membeli lahan tambahan dan berinvestasi pada produksi pertaniannya. Berkat pinjaman modal tersebut, ia dan istrinya berhasil merintis usahanya. Ke depannya, ia berencana meminjam modal dalam jumlah yang lebih besar untuk menerapkan model pertanian terpadu, baik untuk budidaya tanaman maupun peternakan.

“Saat ini kami sedang memelihara sapi dan berencana menjualnya. Hasil penjualan tersebut akan digabungkan dengan modal pinjaman guna untuk membangun kandang dan beralih ke peternakan babi. Keluarga saya berharap pihak bank dapat memfasilitasi pinjaman tambahan sekitar 300 juta VND (hampir setara 12.000 USD) dengan tenor sekitar 5 tahun untuk mengalihfungsikan komoditas tanaman dan hewan ternak kami ".

Juga di Dusun Hwing, berkat pinjaman modal dari bank, Kpa Liem telah berhasil mengentaskan kemiskinan dan terus berkembang untuk mencapai kesejahteraan secara berkelanjutan. Pada tahun 1997, ia meminjam modal awal sebesar 5 juta VND untuk menjalankan usaha skala kecil dengan target mengentaskan kemiskinan. Selanjutnya, ia memberanikan diri untuk meminjam 500 juta VND (setara lebih dari 19.000 USD) guna berinvestasi pada lahan seluas 6,5 hektare yang ditanami sekitar 7.000 pohon kopi, 150 pohon durian dan 500 tiang lada.

Pada panen tahun ini, kebunnya menghasilkan sekitar 15 ton kopi, 10 ton durian, dan 2 ton lada dengan omzet mencapai kira-kira 3,2 miliar VND (setara 12.500 USD). Menurut Kpa Liem, selain kenaikan batas plafon pinjaman, proses pengurusan prosedur juga dipersingkat secara signifikan berkat adanya transformasi digital, sehingga sangat membantu masyarakat dalam mengakses modal.

“Dahulu meminjam modal memakan waktu hingga tiga hari, tetapi sekarang sudah sangat cepat. Kelompok pembantu peminjaman modal di Kecamatan Ea Sol melakukan pemeriksaan di pagi hari, lalu sore harinya kami sudah bisa ke bank untuk mengurus prosedur pencairan. Secara umum, modal bisa diperoleh dalam satu hari, jadi sangat memudahkan."

Kecamatan Ea Hiao mempunyai 7.100 rumah tangga dengan 31.400 jiwa penduduk, di antaranya warga etnis minoritas mencakup lebih dari 25 persen. Dalam Perencanaan Provinsi Dak Lak yang baru, Ea Hiao termasuk dalam kawasan penggerak ekonomi di sebelah utara provinsi ini, wilayah yang keunggulan pertaniannya akan dikembangkan. Menurut Huynh Van Vinh, Wakil Ketua Komite Rakyat Kecamatan Ea Hiao, untuk merealisasikan perencanaan, modal kredit untuk pertanian dan pedesaan memainkan peran yang teramat penting. Pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak bank guna memfasilitasi akses modal bagi masyarakat.

“Ketika masyarakat menghubungi kami untuk memverifikasi dokumen pinjaman modal, Komite Rakyat Kecamatan mengarahkan Pusat Layanan Administrasi Publik dan Bagian Ekonomi Kecamatan secara tegas untuk fokus memproses permohonan warga dalam waktu satu hingga dua jam. Kami juga mengusulkan agar bank memprioritaskan alokasi pinjaman tambahan, terutama pinjaman preferensial, guna mendukung rumah tangga miskin, keluarga penerima kebijakan sosial, dan masyarakat etnis minoritas di daerah terpencil dalam mengakses sumber modal."

Dalam pelaksanaan kebijakan kredit pertanian dan pedesaan di Provinsi Dak Lak, Bank Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (Agribank) menjadi unit pelopor dan penggerak utama. Khusus untuk Agribank Cabang Dak Lak Utara saja, total utang yang belum dilunasi telah mencapai 19,5 triliun VND (setara 750 juta USD) dengan lebih dari 29.000 nasabah peminjam. 2.800 nasabah diantaranya merupakan masyarakat etnis minoritas dengan total pinjaman sebesar 1.872 miliar VND (setara 78 juta USD). Bapak Nguyen Van Tung, Wakil Direktur Agribank Cabang Dak Lak Utara, menyampaikan:

“Cabang kami menyalurkan 15 program, kebijakan kredit prioritas dengan suku bunga satu hingga dua persen per tahun lebih rendah daripada suku bunga pinjaman biasa, yang ditujukan bagi nasabah perorangan, termasuk masyarakat etnis minoritas. Kebijakan-kebijakan ini cukup beragam, mulai dari pembiayaan perumahan, kebutuhan hidup sehari-hari hingga produksi, usaha pertanian, bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan mekanisasi. Oleh karena itu, disesuaikan dengan kebutuhan nyata para nasabah, mereka dapat memilih opsi yang menyesuaikan agar dapat mengakses sumber modal kredit secara lebih mudah."

Melalui pinjaman-pinjaman yang tepat, banyak rumah tangga etnis minoritas di wilayah terpencil dan pelosok di Provinsi Dak Lak, di antaranya masyarakat Kecamatan Ea Hiao telah mendapat kesempatan untuk berinvestasi pada bidang produksi dan peternakan, sehingga selangkah demi selangkah dapat mengentaskan kemiskinan dan berupaya mencapai kesejahteraan. Arus modal ini tidak hanya membantu untuk mengubah kondisi kehidupan setiap keluarga, tetapi juga turut mempersempit kesenjangan pembangunan, menjadikan pemukiman semakin sejahtera, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan Partai dan Negara. Hal ini sekaligus menjadi salah satu fondasi penting bagi Provinsi Dak Lak untuk berkembang secara cepat dan berkelanjutan pada era baru.