Di teras rumah Kinh Van Can dan Dang Thi My Tram di Dusun Bau Truc, Kecamatan Ninh Phuoc, Provinsi Khanh Hoa., Kinh Thi Mong Ngung, putri mereka, kini sedang melanjutkan warisan leluhur tersebut.

Dulu, produk-produk ini dibuat sepenuhnya dari perak murni, namun karena harga perak yang terus meningkat, kini banyak produk digantikan dengan aluminium atau tembaga agar lebih terjangkau oleh ekonomi masyarakat. Meskipun bahan bakunya berubah, para pengrajin tetap mempertahankan keaslian motif tradisional dan nilai budaya masyarakat etnis Cham yang diukir pada produk tersebut. Berdasarkan pengalaman masa lalu, tahap tersulit dalam kerajinan ini adalah proses mengukir. Seorang pengrajin harus berkonsentrasi penuh menggoreskan setiap garis dengan presisi dan sepenuh hati demi menciptakan motif seperti naga, feniks (burung hong) stilasi daun dan bunga, atau simbol budaya khas masyarakat etnis Cham.

Produk ukiran perak merupakan peralatan yang digunakan oleh masyarakat etnis Cham dalam festival Kate, Ramuwan, ritual awal tahun, serta upacara pernikahan atau pertunangan. Kinh Van Can dan Đang Thi My Tram, meskipun tahun ini telah berusia di atas 70 tahun, tetap tekun dan rajin berkarya setiap hari. Ibu Dang Thi My Tram menuturkan:

Awalnya ayah saya yang menjalankan kerajinan ukir perak ini, kemudian mewariskannya kepada saya. Produk yang dibuat oleh keluarga kami dibeli oleh orang-orang untuk dijual ke berbagai tempat, termasuk di ke luar Provinsi Khanh Hoa. Berkat kerajinan ukir perak ini, keluarga saya bisa membiayai sekolah sembilan anak, dan sekarang mereka semua sudah dewasa."

Berkat kehalusan dan estetika yang tinggi pada setiap produk, ditambah dengan reputasinya, produk buatan keluarga Kinh Van Can tidak hanya laris di Provinsi Khánh Hòa tetapi juga sangat diminati di provinsi lain seperti Lam Dong, Dong Nai, Tay Ninh, dan Kota Ho Chi Minh. Ba Minh Truyen, seorang petugas di Museum Khanh Hoa, mengatakan bahwa kerajinan ukir perak masyarakat etnis Cham yang dulunya terkenal kini telah memudar, dan beruntung masih ada satu keluarga etnis Cham di Desa Bau Truc yang mempertahankan kerajinan ini.

"Bagi masyarakat etnis Cham, barang-barang ukiran perak sangat penting. Contohnya seperti nampan sirih pinang, kotak sirih pinang, wadah dupa - barang-barang yang sangat dihargai oleh mereka. Hanya pada kesempatan ritual pemujaan sajalah benda-benda tersebut dikeluarkan sebagai wadah persembahan kepada leluhur dan nenek moyang. Melalui tradisi inilah mereka menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada para dewa-dewi dan leluhur."

Kecamatan Ninh Phưoc sejatinya memiliki dua desa kerajinan tradisional yang terkenal, yaitu kerajinan tembikar di Desa Bau Truc dan kerajinan tenun brokat di Desa My Nghiep. Khusus di Desa Bau Truc, masih ada kerajinan ukir perak yang juga terkenal. Saat ini, pemerintah setempat sedang mengarahkan pelestarian dan penggabungan kerajinan ukir perak ini bersama dengan tembikar Bau Truc dan tenun My Nghiep ke dalam program pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Đang Chi Quyet, Sekretaris Pengurus Partai Desa Bau Truc, mengatakan:

Saya berharap pemerintah di berbagai tingkatan dan instansi terkait memperhatikan kebijakan pelatihan kejuruan, serta memfasilitasi penyusunan dokumen untuk mengakui pasangan suami istri Bapak Can dan Ibu Tram sebagai 'Pengrajin Unggul'. Langkah ini diharapkan dapat memotivasi dan menyemangati mereka, sekaligus berkontribusi dalam mewariskan kerajinan ukir perak kepada generasi penerus."

Kerajinan ukir perak di Desa Bau Truc merupakan kerajinan tangan yang sudah lama ada dan unik. Meskipun tidak populer seperti kerajinan tembikar tradisional, kerajinan ukir perak tetap dilestarikan dari generasi ke generasi, memainkan peran penting dalam pembuatan barang-barang yang melengkapi kehidupan spiritual dan menjaga kesakralan kepercayaan masyarakat etnis Cham.