Ini menjadi tempat persinggahan yang unik, tempat perempuan etnis minoritas Cham setiap hari menjaga suara alat tenun demi menghasilkan kain brokat yang berwarna-warni. Tidak hanya melestarikan budaya etnisnya, berbagai produk brokat ini juga secara bertahap memenuhi kebutuhan pasar, berkontribusi mengembangkan pariwisata dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat etnis minoritas Cham di sana.

Berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat kota Phan Rang – Thap Cham, Desa My Nghiep terbentang damai di tepian Sungai Dinh. Melintasi berbagai generasi, kerajinan tenun masyarakat etnis Cham di Provinsi Khanh Hoa (Provinsi Ninh Thuan dulu) tetap dilestarikan dan diwariskan secara turun-temurun. Daya tarik utama desa My Nghiep terletak pada keberhasilannya mempertahankan teknik menenun secara tradisional. Pakaian, selendang, ikat pinggang hingga berbagai perlengkapan ritual keagamaan, festival, dan pernikahan, semuanya ditenun langsung oleh tangan-tangan perajin Cham yang mahir dan berpengalaman.

Motif kain tenun Desa My Nghiep memuat simbol-simbol kuno bernilai budaya tinggi, seperti Dewa Pelita, Dewa Siwa, hingga naga langit. Selain itu, masyarakat etnis Cham di sini masih melestarikan hampir 30 pola hiasan tradisional, di antaranya motif buah kenari, tumbuhan merambat, bunga bunga aprikot kuning, dan bunga kelopak empat. Kelopak bunga, sulur tanaman, serta kuncup daun dituangkan menjadi garis-garis geometris yang lembut dan luwes.

Lam Thi Minh, anggota Koperasi Tenun Brokat Etnis Cham My Nghiep menuturkan bahwa selain memenun berbagai motif populer, para perajin koperasi juga terus menggali motif-motif kuni untuk direvitalisasi dan diteliti, sehingga dapat diwariskan kepada generasi mendatang. “Beberapa perajin di tempat kami telah menggali dan memulihkan kembali sejumlah motif kuno yang sempat terlupakan. Produk-produk ini sangat berharga, terutama saat diterapkan pada ikat pinggang. Rumah tangga yang masih mampu membuatnya sebagian besar adalah perajin lansia, dan hanya tersisa sedikit perajin saja yang benar-benar memahami jenis motif tersebut.”

Untuk melestarikan nilai-nilai tersebut, Koperasi Tenun Brokat Cham My Nghiep kini mempunyai 70 anggota yang aktif memproduksi brokat tenun tangan tradisional. Saat ini, desa kerajinan tersebut juga mempunyai 40 rumah tangga yang konsisten mempertahankan kerajinan tenun. Phu Van Ngoi, Direktur Koperasi Tenun Brokat Cham My Nghiep, Kecamatan Ninh Phuoc, Provinsi Khanh Hoa mengatakan bahwa pada Festival Budaya Etnis Cham ke-VI baru-baru ini, koperasi pimpinan dia telah diundang untuk memperkenalkan kerajinan tenun tradisional khas masyarakat Cham.

Saat berpartisipasi dalam Festival Budaya Etnis Cham, kami memilih para perajin teladan untuk memperagakan proses menenun produk brokat. Melalui kesempatan ini, kami ingin memperkenalkan kerajinan tenun tradisional masyarakat etnis Cham Khanh Hoa kepada para wisatawan”.

Untuk melestarikan dan mengembangkan desa kerajinan ini ke depan, masyarakat desa Kerajinan Tenun My Nghiep tidak henti-hentinya memperbarui desain agar sesuai dengan selera pasar. Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah daerah turut mendukung desa kerajinan ini untuk berkolaborasi dengan perusahaan busana domestik maupun internasional, demi memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk.