Desa Kerajinan Pembuatan Dupa Bao An Ramai pada Akhir Tahun Imlek

(VOVWORLD) - Menjelang Hari Raya Tahun Baru Imlek (atau Hari Raya Tet), desa kerajinan pembuatan dupa tradisional Bao An, Kecamatan Mai Phu, Provinsi Ha Tinh (dulu adalah Kecamatan Thach My, Kabupaten Thach Ha) kini tengah sibuk memproduksi dupa wangi untuk memenuhi kebutuhan pasar Hari Raya Tet 2026.

Berkat tangan terampil dan ketelitian para pengrajinnya dupa buatan desa  Bao An  menjadi pilihan pelanggan dari seluruh penjuru tanah air untuk dipersembahkan di altar leluhur pada Hari Raya Tet.

Desa Kerajinan Pembuatan Dupa Bao An Ramai pada Akhir Tahun Imlek - ảnh 1Warga Desa Bao An mengeringkan dupa (Foto: Kim Lieu/VOV5)

Kerajinan pembuatan dupa Bao An telah berusia lebih dari 50 tahun dan diakui sebagai salah satu diantara desa kerajinan tradisional yang terkenal di Vietnam. Meskipun produksi berlangsung sepanjang tahun, beberapa bulan akhir tahun selalu menjadi jauh lebih sibuk. Suasana membuat dupa di desa menjadi lebih ramai, karena beberapa truk pengangkut bahan baku dan produk hilir mudik keluar-masuk desa. Le Tien Luong, Ketua Asosiasi Petani Kecamatan Mai Phu menuturkan:                

“Sejak pertengahan Oktober, masyarakat desa Bao An mulai sibuk menyiapkan mesin dan membeli bahan baku untuk memproduksi dupa guna memasok cukup dupa bagi masyarakat di dalam maupun luar provinsi seperti Quang Tri dan Nghe An. Kerajinan dupa di Desa Bao An menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat desa dan melestarikan keindahan tradisional yang diwariskan leluhur”.

Untuk menghasilkan dupa yang harum, para pengrajin desa Bao An harus memilih bahan baku secara berhati-hati dan teliti. Bahan sepenuhnya alami dan sangat aman bagi kesehatan, seperti bubuk kayu manis, kapulaga, cengkeh, rempah, serbuk gergaji, bubuk renyah dll.

Desa Kerajinan Pembuatan Dupa Bao An Ramai pada Akhir Tahun Imlek - ảnh 2Dupa buatan Desa Bao An (Foto: Kim Lieu/VOV5)

Meskipun produksi tradisional sudah digantikan oleh mesin, beberapa rumah tangga pengrajin di Bao An tetap mempertahankan cara manual, mulai dari proses perwarnaan hingga penggulungan tangkai dupa. Berkat proses tersebut, dupa Bao An mempunyai aroma khas sehingga menjadi pilihan pelanggan dari berbagai penjuru tanah air untuk dipersembahkan kepada leluhur pada Hari Raya Tet. Dang Thi Bich, di Kecamatan Dien Chau, Provinsi Nghe An menuturkan:

“Saya tinggal di Provinsi Nghe An dan datang ke sini untuk membeli dupa untuk dijual kembali. Dupa buatan Desa Bao An mempunyai aroma ringan dan ketika dibakar, abunya terlihat indah. Banyak orang sangat menyukai dupa buatan desa Bao An. Pada Hari Raya Tet, kebutuhan dupa meningkat, sehingga saya membeli dalam jumlah yang jauh lebih besar dari biasanya untuk dijual”.

Melalui proses pelestarian dan perkembangan, kerajinan pembuatan dupa di Desa Bao An, Provinsi Ha Tinh telah memberikan efisiensi ekonomi yang tinggi. Industri ini menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan yang stabil bagi puluhan rumah tangga. Le Van Than, Kepala Kantor Komite Rakyat Kecamatan Mai Phu, Provinsi Ha Tinh menyampaikan:

“Kebijakan provinsi dan pemerintah pusat selama beberapa tahun terakhir berfokus pada pengembangan desa-desa kerajinan tradisional. Hingga saat ini, di sini terdapat 51 rumah tangga yang aktif berproduksi, beberapa rumah tangga melakukan produksi dengan skala yang cukup besar, menginvestasikan mesin dan otomatisasi. Terdapat 119 pekerja tetap, dan banyak pekerja musiman yang bergabung saat musim puncak demi memenuhi kebutuhan Hari Raya Tet. Menurut data statistik, pekerja tetap memperoleh pendapatan sekitar 15 hingga 20 juta VND per bulan.

Setiap tangkai dupa yang dibakar untuk dipersembahkan kepada leluhur di altar pada Hari Raya Tet tidak hanya menjadi wujud rasa balas budi dari generasi anak-cucu kepada nenek-moyang dan leluhur saja, tetapi juga merupakan bagian dari keindahan budaya tradisional masyarakat Vietnam. Di sana, masyarakat dera kerajinan pembuatan dupa Bao An selalu merasa bangga karena telah berkontribusi dalam menjaga keindahan tradisional, khususnya setiap kali Hari Raya Tet dan Musim Semi tiba.

Komentar

Yang lain