Proyek Pertanian Menetap dan Permukiman yang terkonsentrasi untuk wilayah rawan bencara alam di Kecamatan Ia Hiao (Provinsi Gia Lai) dibangun di Dusun Diem 9 dengan luas lebih dari 15 hektare serta t total modal investasi mencapai 120 miliar VND (setara 4,6 juta dolar Amerika Serikat. Tidak hanya berfokus membangun infrastruktur, pemerintah kecamatan juga menaruh perhatian besar pada pekerjaan sosialisasi dan penggalangan dukungan agar masyarakat lebih memahami haluan Partai dan Negara.

Dalam berbagai pertemuan, masyarakat dapat melihat foto-foto aktual dari wilayah-wilayah yang sering mengalami banjir, memantau laju pembangunan permukiman, serta mencari tahu tentang kebijakan bantuan. Ksor Tin adalah salah seorang warga pertama di Dusun Chu Plah Jai yang datang menerima lahan baru untuk membangun rumah. Ia menuturkan:

“Lokasi ini jauh lebih baik dibandingkan dengan lokasi yang lama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Negara dan pemerintah provinsi yang telah memberikan bantuan kawasan permukiman baru ini”.

Hanya dalam dua kali pertemuan, sebanyak 67 rumah tangga telah sepakat menerima lahan. Ini merupakan sinyal positif yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan relokasi ke tempat tinggal baru. Setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap atas semua pertanyaan, para rumah tangga tersebut bahkan memilih sendiri model rumah dan mengundi lokasi lahan serta langsung meninjau wilayah permukiman tersebut. Keluarga Nay Chuc di Dusun So Ma Long, di tepian Sungai Ayun merasa sangat gembira karena mandapat undian lahan yang berdekatan dengan taman kanak-kanak, tepat saat anak mereka memasuki usia sekolah tahun ini. Ia mengatakan:

“Keluarga saya tinggal tepat di tepi sungai, kawasan tanah longsor. Saya beruntung mendapat nomor undian 63 yang lokasinya dekat dengan taman kanak-kanak, bertepatan saat anak saya memasuki usia sekolah. Keluarga saya sangat antusias dan berharap bisa segera pindah karena musim hujan sudah tiba”.

Sebelum membantu masyarakat pindah ke tempat tinggal yang baru, Kecamatan Ia Hiao telah menyelenggarakan Upacara peluncuran program “Membangun Rumah Hangat-Ruang Hijau” di kawasan permukiman rawan bencana alam. Pada kesempatan tersebut, perwakilan pimpinan kecamatan dan organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat menanam 250 pohon ketapang di sepanjang jalan. Upacara tersebut mencerminkan tekad seluruh sistem politik serta kekompakan masyarakat dalam membangun wilayah permukiman baru sekaligus menciptakan lingkungan hidup yang hijau, aman, dan berkelanjutan bagi para rumah tangga R.O Thi, Wakil Kepala Seksi Ekonomi Kecamatan Ia Hiao menyampaikan bahwa proyek tersebut akan merelokasi sekitar 180 rumah tangga. Berkat penguatan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat, tahun ini diprakirakan ada sekitar 100 rumah tangga yang akan pindah ke tempat tinggal baru.

“Beberapa waktu terakhir ini, Kecamatan Ia Hiao telah melaksanakan dengan baik kegiatan sosialisasi dan pemdekatan kepada para rumah tangga yang terdampak bencana alam maupun yang berada di wilayah rawan banjir agar bersedia pindah ke permukiman baru. Hingga saat ini, kami telah mengimbau 100 rumah tangga. Sesuai rencana, kami akan terus mengimbau seluruh rumah tangga sisanya untuk pindah ke kawasan permukiman kembali demi menjamin keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat”.

Seiring dengan kebijakan Negara yang mendukung penyediaan permukiman kembali, beberapa waktu belakangan ini berbagai unit militer telah melakukan survei dan menyusun rencana teknis untuk membantu masyarakat mengangkut rumah dan harta benda ke wilayah relokasi. Lebih dari 50 perwira, komandan dan prajurit Kompi Infanteri 1, Komando Pertahanan Daerah 3 – Thong Nhat (Komando Militer Provinsi Gia Lai) telah ditugaskan ke Kecamatan Ia Hiao untuk membantu masyarakat membongkar rumah, memindahkan harta benda, serta membangun rumah di kawasan permukiman baru.

Sebuah kawasan permukiman baru kini kian tampak nyata di Dusun Diem 9. Dari rumah-rumah yang sebelumnya kerap diancam banjir, masyarakat Ia Hiao kini bersiap menyambut tempat tinggal yang lebih aman dan kehidupan yang lebih stabil. Semuanya itu mencerminkan perhatian Partai, Negara, dan pemerintah daerah terhadap warga di wilayah rawan bencana alam di Provinsi Gia Lai.