Lang Lo, sebuah desa pesisir kuno di Kecamatan Hoa Hiep, Provinsi Dak Lak, belakangan ini menjadi ramai dengan kedatangan beberapa arsitek muda dari seluruh penjuru negeri. Berbekal buku sketsa, pena dan kecintaan terhadap warisan arsitektur, mereka berpartisipasi dalam proyek komunitas “Melukis Kembali Warisan”. Arsitek Le Ngoc Tung, pendiri proyek tersebut menuturkan:
“Yang paling penting, saya ingin mengubah sketsa-sketsa ini menjadi kartu pos agar dapat dibeli oleh para wisatawan. Saya akan memperkenalkannya di berbagai homestay, serta villa wisata dan membuat cetakan yang memuat kisah serta latar belakang nyata dari setiap rumah. Dengan begitu, sejarah desa ini dapat dibaca dan dipahami oleh banyak orang”.
Selain dihadiri oleh para arsitek dari luar daerah, proyek ini juga dihadiri para putra daerah setempat. Arsitek Le Quang Hieu, di Hoa Tan (Provinsi Phu Yen dulu), sekarang Provinsi Dak Lak menyampaikan:
“Saya ingin memberikan sebagian kontribusi untuk menarik perhatian masyarakat luas. Jika desa ini dimanfaatkan secara terburu-buru dengan menambahkan gedung-gedung tinggi atau memaksimalkan ruang secara berlebihan, ciri khas unik Lang Lo akan hilang. Kita harus mempertimbangkan dan menggunakan ruang wisata secara bijaksana”.
Tidak hanya berhenti pada pendokumentasian, proyek ini juga menjadi jembatan penghubung antara komunitas kreatif dengan masyarakat setempat. Melalui upaya tersebut, proyek ini turut membangkitkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap nilai warisan di dalam diri setiap warga, sekaligus meletakkan fondasi bagi orientasi konservasi yang dipadukan dengan pengembangan pariwisata secara berkelanjutan di desa pesisir.
Arsitek Vu Duc Chien (Kota Ho Chi Minh), Kepala Tim Arsitek Peserta proyek tersebut mengatakan:
“Saya percaya bahwa kami telah menyebarluaskan kecintaan terhadap warisan budaya ini kepada masyarakat setempat. Saya berharap kegiatan ini dapat menjadi landasan bagi anak-anak, masyarakat dan pemilik rumah agar mereka dapat melihat dan merasakan sendiri kecintaan pada warisan”.
Kegiatan-kegiatan ini juga memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan yang menginap di Lang Lo. Dinh Dzu, seorang seniman asal Kota Da Lat menyatakan:
“Desa-desa dengan arsiktektur familiar seperti ini sudah semakin langka. Saya rasa kegiatan pelestarian arsitektur perlu dilakukan agar semua gambar itu dapat dilestarikan selama-lamanya”.
Lang Lo di Kecamatan Hoa Hiep, Provinsi Dak Lak kini mempunyai sekitar 1.500 rumah tangga. Di antaranya masih ada beberapa keluarga yang tinggal di rumah-rumah tradisional tiga bagian dengan atap genteng merah. Rumah-rumah itu dibangun pada dekade 60-70 an abad lalu. Arsitektur ini dirancang sesuai dengan iklim daerah pesisir dan menjadi ciri khas bagi desa tersebut.
Proyek “Melukis Kembali Warisan” adalah hadiah spiritual bagi masyarakat Lang Lo. Hal ini karena rumah-rumah kuno tersebut adalah tempat yang penuh kasih sayang, sekaligus ruang tersimpannya kenangan masa kecil serta gambaran orang tua, kakek-nenek dan orang-orang terkasih.
