Dengan titik awal yang rendah, kondisi alam yang keras, serta keterisolasian wilayah terisolasi, tetapi selama beberapa tahun terakhir, berkat perhatian mendalam dari Partai dan Negara melalui sistem kebijakan etnis dan berbagai program target nasional, Kecamatan Thu Lum perlahan mengalami perubahan, menciptakan wajah baru baik dalam hal ekonomi, sosial, maupun kehidupan spiritual masyarakat.

Kecamatan Thu Lum terbentuk dari penggabungan dua kecamatan yaitu Ka Lang dan Thu Lum (bekas Kabupaten Muong Te). Kongres pertama Komite Partai Kecamatan Thu Lum untuk masa jabatan 2025-2030 menetapkan target hingga tahun 2030 yaitu menjadi kecamatan dengan tingkat perkembangan menengah ke atas di Provinsi Lai Chau. Untuk mewujudkan target tersebut, Thu Lum berfokus pada pengembangan ekonomi sesuai dengan keunggulan daerah pegunungan, memperluas area penanaman kapulaga, kapulaga ungu, ginseng Lai Chau, kayu manis dan berbagai jenis tanaman obat/herbal di bawah naungan hutan, mendorong peternakan terpusat dan pengembangan sektor jasa. Po Go Tu, Sekretaris Pengurus Partai Dusun Me Giong menyampaikan bahwa dusun ini fokus mengembangkan tanaman obat dan berinvestasi pada infrastruktur yang terintegrasi dengan wisata berbasis komunitas.

Pengembangan sosial-ekonomi di kecamatan pada umumnya dan Dusun Me Giong pada khususnya dilakukan sesuai dengan Resolusi telah dari kecamatan. Kami tetap menyebarluaskan informasi kepada para anggota Partai dan masyarakat mengenai penanaman kapulaga ungu dan berbagai varietas tanaman lainnya. Tanaman yang cocok dengan daerah ini akan diarahkan dan disosialisasikan oleh Pengurus Partai kepada masyarakat”.

Memanfaatkan keunggulan area hutan alami yang luas dengan cakupan tutupan hutan mencapai lebih dari 82 persen, Thu Lum tengah membentuk area penanaman tanaman obat berskala besar dengan ratusan hektare kapulaga ungu, kapulaga, kayu manis, serai dan lain-lain. Di sepanjang lereng gunung dengan ketinggian lebih dari 1.200 meter seperti U Ma, Coong Kha, Lo Na, Lo Ma, wilayah penanaman ginseng Lai Chau secara bertahap terus diperluas. Hal ini ditetapkan sebagai arahan jangka panjang, yang turut meningkatkan pendapatan sekaligus melindungi lingkungan ekologis.

Ly Chuy Hu, Wakil Ketua Kecamatan Thu Lum mengatakan bahwa tanaman obat dipandang sebagai tanaman strategis yang bernilai ekonomi tinggi serta menjadi komoditas tanaman komersial. Beberapa model budi daya telah menghasilkan pendapatan sebesar 60 hingga 100 juta VND (setara 2.400-4.000 dolar Amerika Serikat) per hektare, beberapa kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan hasil pertanian tradisional. Berkat berbagai kebijakan dukungan berupa bantuan bibit, modal pinjaman prioritas, serta transfer ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), beberapa rumah tangga etnis minoritas Ha Nhi dan La Hu dengan berani mengubah pola pikir produksi mereka. Mereka secara bertahap bangkit untuk mengentaskan kemiskinan, dan mencapai kesejahteraan di tanah kelahiran mereka.

Kecamatan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kolompok koperasi, maupun koperasi penanaman tanaman obat, menarik modal investasi, serta menandatangani kontrak pemasaran produk. Komite Kecamatan menetapkan pengembangan budidaya penanaman tanaman obat di bawah naungan hutan merupakan arahan jangka panjang yang sesuai dengan kondisi nyata daerah setempat. Pelaksanaan arahan ini secara efektif akan turut memanfaatkan sumber daya hutan secara rasional, meningkatkan pendapatan untuk masyarakat, melindungi lingkungan ekologis dan mendorong perkembangan sosial-ekonomi daerah secara berkelanjutan”.

Dari sebuah kecamatan miskin di wilayah perbatasan, Thu Lum kini telah memiliki wajah baru. Kecamatan ini telah menjadi spilar kokoh di wilayah perbatasan, agar wilayah benteng Ibu Pertiwi semakin makmur dan damai serta tenteram dari hari ke hari.