Para pendengar, enam puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 30 Juni 1966, Program Siaran Bahasa Indonesia, Radio Suara Vietnam (VOV) resmi mengudara, membuka jembatan informasi, budaya, dan persahabatan antara masyarakat Vietnam dan Indonesia. Enam dekade telah berlalu. Dunia terus berubah dan teknologi media berkembang semakin pesat, namun nilai-nilai yang telah dibangun dan dipupuk oleh Program ini senantiasa terjaga. Nilai-nilai tersebut adalah keterhubungan, saling pengertian, serta ketulusan hubungan antara para penyiar dan berbagai generasi pendengar di Indonesia. Pada kesempatan ini, kami mengundang para pendengar untuk bersama-sama melihat kembali perjalanan tersebut melalui acara siaran khusus bertajuk “Jejak Waktu: 60 Tahun –Satu Cinta untuk VOV”.
Jika radio adalah suara kehidupan, dan penyiar adalah sosok yang menyampaikan emosi melalui gelombang siaran, maka para pendengarlah yang membuat suara itu terus bergema dan menjangkau lebih jauh. Selama perjalanan 60 tahun, teknologi media terus berkembang dan menghadirkan berbagai bentuk media yang semakin modern. Program Siaran Bahasa Indonesia, VOV, pun terus berinovasi, namun tetap setia mengemban misinya untuk menghubungkan hati masyarakat Vietnam dan Indonesia. Berikut ini laporan berjudul “Dari Radio Lama hingga Layar Smartphone: 60 Tahun- Satu Cinta untuk VOV”.
Di layar ponsel, Bapak Eddy Setiawan sedang merekam radio yang sudah akrab menemaninya dalam rumahnya di Bekasi, Pulau Jawa. Setelah merekam sinyal gelombang, ia mengirimkan video kepada Program Siaran Bahasa Indonesia dengan berbagai catatan mengenai kualitas siaran dan konten program.
Meskipun kini telah berusia sekitar 80 tahun, ia tetap mempertahankan kebiasaan mendengarkan radio setiap hari. Perjalanan cintanya dengan VOV dimulai sejak setengah abad lalu. Pada tahun 1970-an, saat internet belum ada, Pak Eddy dengan sabar memutar gelombang pendek untuk mencari sinyal dari Vietnam. Setelah selesai mendengarkan radio, ia menulis laporan hasil pemantauan siaran radio dengan tangan secara teliti, mengayuh sepedanya ke kantor pos untuk mengirimkan surat ke Hanoi dan berdebar-debar menunggu surat balasan.
Berbagai surat, perangko dan kartu pos dari Vietnam itu hingga kini tetap ia simpan sebagai suvenir yang sangat berharga. Kini, sepeda tua itu telah digantikan dengan ponsel. Surat-surat tulisan tangan telah digantikan dengan surel (email), pesan instan atau video pendek. Namun, rasa cinta terhadap Program Siaran Bahasa Indonesia masih tetap utuh seperti dahulu.
"Dulu, sangat sulit untuk mendengarkan radio gelombang pendek. Terkadang saya bisa mendengar dengan jelas, terkadang tidak, tetapi saya tetap berusaha mendengarkan seluruh program. Dan surat-surat membutuhkan waktu sangat lama untuk mendapatkan balasan dari VOV. Tetapi sekarang, hanya dengan ponsel saya, VOV selalu bersama saya. Saya dapat mendengarkan program-programnya dengan lebih jelas, sering mengobrol dengan penyiar, dan saya bahkan mendapatkan pekerjaan baru yaitu merekam video yang melaporkan tentang mendengarkan radio, mengedit foto untuk mempromosikan program-program VOV, dan mempostingnya di Facebook agar teman-teman saya dapat melihatnya. Kehidupan di usia tua menjadi lebih menyenangkan dan bermakna".
Kisah Bapak Eddy juga mencerminkan perjalanan transformasi Program Siaran Bahasa Indonesia di tengah era digital. Teknologi telah mengikis jarak geografis, sehingga memungkinkan para penyiar untuk lebih memahami kebutuhan pendengar serta menyajikan konten-konten yang jauh lebih relevan dengan kebutuhan dan keinginan pendengar.
Betapapun pesatnya perkembangan teknologi, surat-surat yang ditulis dengan tangan tetap menjadi sesuatu yang sangat istimewa dalam perjalanan 60 tahun Program Siaran Bahasa Indonesia. Di ruang arsip kami, ribuan surat dari Indonesia yang dikirim ke Vietnam masih tersimpan rapi dan terawat dengan baik hingga kini. Setiap surat adalah sebuah kisah, sebuah ucapan semangat maupun ungkapan ketulusan hati. Banyak penulis surat itu kini telah tiada. Namun, baris-baris tulisan yang mereka tinggalkan menjadi bukti nyata dari sebuah ikatan yang melampaui jarak geografis dan waktu.
Hal yang sangat dihargai yaitu bahwa perasaan itu tidak berhenti di satu generasi saja. Ada banyak pendengar yang dahulu pernah mendengarkan Program Siaran Bahasa Indonesia sejak mereka masih muda, dan kini telah menjadi, ayah, ibu, bahkan kakek-nenek dan terus memperkenalkan VOV kepada anak-cucunya.
Tidak hanya menghubungkan antarindividu, teknologi digital juga membantu komunitas pendengar Indonesia untuk lebih terhubung lebih kuat. Dengan sekitar 5.000 anggota, Borneo Listeners Club yang didirikan oleh Rudy Hartono di Pulau Kalimantan telah menjadi tempat pertemuan bagi para pecinta radio di seluruh Indonesia.
"Selain temu keluarga pendengar radio Indonesia yang kami selenggarakan setiap dua tahun sekali, berbagai platform daring membantu kami tetap terhubung, berbagi pengalaman mendengarkan siaran radio, bertukar informasi tentang Vietnam, serta bersama-sama menyebarkan kecintaan terhadap Program Bahasa Indonesia VOV secara lebih rutin. Putra dan putri saya juga merupakan penggemar VOV, anggota aktif Borneo Listeners Club, dan selalu mendukung saya dalam berbagai kegiatan klub serta dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan VOV."
Dalam beberapa tahun terakhir, situs web, media sosial dan platform digital terus membuka cara interaksi yang baru. Fanpage VOV5 Indonesia dengan jutaan pengikut telah menjadi ruang koneksi antara para pendengar, pembaca dan para penyiar. Sehubungan dengan peringatan HUT ke-60 berdirinya, Program Siaran Bahasa Indonesia telah menyelenggarakan lomba membuat video pendek.
Ini bukan sekadar kegiatan perayaan tonggak sejarah yang patut dikenang, tetapi juga menjadi bukti nyata dari perubahan zaman. Ibu Tran Huong Tra, Wakil Kepala Seksi ASEAN 2, yang membawahi Program Siaran Bahasa Indonesia menuturkan:
“Hal yang menarik adalah sebagian besar peserta merupakan pendengar setia Program Siaran Bahasa Indonesia VOV yang telah mengikuti program ini selama bertahun-tahun, berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, India, maupun Pakistan. Meskipun usia mereka tidak lagi muda dan belum terbiasa dengan teknologi baru, mereka tetap belajar cara merekam video dan menyuntingnya untuk menceritakan kisah mereka sendiri. Dalam video-video tersebut, terlihat radio lama, surat-surat yang mulai menguning, serta kenangan tentang pertama kali mereka mengenal Vietnam melalui siaran radio. Semuanya sangat autentik, hidup, dan kami bersama para pendengar membagikannya secara luas melalui berbagai platform digital. Teknologi telah mengoptimalkan cara kami berinteraksi dan membantu menyebarkan kecintaan para pendengar terhadap kami.”
Dari surat-surat tulisan tangan yang dikirimkan melalui pos, hingga video yang direkam dengan ponsel, dari radio gelombang pendek yang dahulu digunakan untuk mencari sinyal hingga platform digital dewasa ini, perjalanan 60 tahun Program Siaran Bahasa Indonesia adalah perjalanan inovatif yang tiada henti.
Kami, para editor dan penyiar Program Siaran Bahasa Indonesia VOV5 terasa merasa sangat bangga karena selalu mempertahankan nilai yang tak lekang oleh waktu, yaitu menyebarkan informasi dan menghubungkan hati-hati hati masyarakat Indonesia dengan Vietnam.
Para pendengar yang budiman, seperti biasa, setiap hari Sabtu Program Siaran Bahasa Indonesia menghadirkan rubrik “Kotak Surat Anda”. Di dalam rubrik ini, kami menyampaikan surat-surat, membacakan laporan hasil pemantauan siaran radio, serta menjawab pertanyaan para pendengar. Dalam acara khusus hari ini, penyiar Huong Tra akan berbincang dengan para pendengar.
Huong Tra sangat senang dapat kembali bertemu dengan para pendengar dalam acara Kotak surat Anda. Hari-hari ini merupakan hari yang istimewa bagi kami, para insan yang berkarya di Program Siaran Bahasa Indonesia, VOV. Tahukah Anda, meskipun tanggal 30 Juni barulah HUT siraran, namum sejak awal Juni, kami telah menerima begitu banyak ucapan selamat ulang tahun dari para mitra, rekan kerja, serta sahabat dari berbagai penjuru. Jumlah surat dari para pendengar pun meningkat pesat dibanding biasanya.
Di tengah kesibukannya memproduksi acara siaran khusus, kami tidak lupa menyampaikan apresiasi kepada para generasi penyiar pendahulu dan para pendengar setia, serta bersama-sama menengok kembali sejarah panjang Program siaran Indonesia sejak awal berdirinya hingga saat ini. Menyambut kedatangan para penyiar yang telah pensiun untuk kembali mengunjungi “rumah lama” mereka, serta menerima kunjungan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Vietnam dalam acara Talkshow, merupakan momen-momen yang sangat bermakna bagi kami. Pada kesempatan istimewa ini, Duta Besar Indonesia untuk Vietnam, Bapak Adam Tugio, menyampaikan pesan khusus untuk kemajjan program serta menitipkan salam hangat bagi seluruh pendengar setia VOV.
"Pertama-tama, selamat kepada para penyiar media profesional VOV yang telah setia dan terus konsisten menyelenggarakan program siaran bahasa Indonesia. Untuk VOV, harapan kami teruslah berinovasi, tentunya dalam proses penyiaran tetap menggunakan hati, karena dengan cara demikian bisa lebih mendekatkan VOV kepada para pendengar, tidak hanya di Vietnam tetapi juga di tanah air. Selamat atas dedikasi VOV yang sudah terus dengan setia memajukan hubungan bilateral Indonesia dan Vietnam melalui program Bahasa Indonesia. Terima kasih juga untuk seluruh pendengar setia program Bahasa Indonesia dari VOV".
Para rekan dari berbagai stasiun radio internasional, seperti Ibu Ani Hasanah Mubarok, Kepala RRI Singaraja, Bali, dan penyiar Tony Thamsir dari RTI, juga telah menyampaikan ucapan selamat yang hangat kepada kami:
"Saya Tony Tamsir, dari RTI . Saya mengucapkan selamat 60 tahun Program siaran bahasa VOV. 60 tahun bukan hanya tentang usia melainkan sebuah bukti ketangguhan dan juga komitmen untuk terus mengeluarkan kebenaran dan persahabatan, teruslah bersinar, teruslah berkarya dan juga terus menjadi sahabat setia para pendengar Indonesia ".
"Saya sangat senang mengetahui bahwa Radio Suara Vietnam memiliki program siaran bahasa Indonesia yang telah berusia 60 tahun dan dibawakan langsung oleh para penyiar Vietnam. Saya, Ani Mubarok, Direktur RRI Bali, Indonesia, mengucapkan selamat, semoga Program siaran Bahasa Indonesia VOV5 selalu dicintai oleh para pendengar dan terus menyampaikan informasi tentang Vietnam kepada para pendengar di seluruh Indonesia."
Terima kasih yang sebesar-besarnya atas ucapan-ucapan yang sangat bermakna tersebut.
Para pendengar yang kami hormati, mengenang kembali dua tahun yang lalu, juga dalam rangka memperingati hari ulang tahun Program Siaran Bahasa Indonesia, kami merasa sangat terkejut dan bahagia ketika menyambut kedatangan rombongan 30 pendengar dari berbagai wilayah Indonesia. Saat itu, kita bersama-sama meniup lilin dan menyanyikan lagu “Happy Birthday” tepat di studio VOV5. Kenangan indah seperti itu akan selalu menjadi hadiah tak ternilai yang mengiringi langkah kami dalam menjalankan profesi ini. Selanjutnya, mari kita dengarkan untaian kata dan suara dari hati para pendengar dari negeri ribuan pulau yang ditujukan khusus untuk Program Siaran Bahasa Indonesia:
“60 tahun merupakan sebuah perjalanan yang sangat membanggakan. Terima kasih kepada Program Siaran Bahasa Indonesia VOV yang selalu menjaga hubungan dan keterhubungan dengan komunitas pendengar Indonesia, meskipun terpisah oleh jarak geografis yang sangat jauh. Kami mengucapkan selamat dan berharap program ini selalu berinovasi, meraih kesuksesan, serta terus menyebarkan nilai-nilai positif kepada sahabat-sahabat internasional.”
"Selamat ulang tahun VOV ke 60 selalu setia mengudara, menjumpai kami para pendengarnya. Semoga tetap menjadi suara persahabatan, perdamaian, dan literasi dunia di era digital. Radio boleh berubah bentuk, tetapi suara persahabatan akan tetap hidup selamanya".
"Saya ingin mengucapkan selamat hari ulang tahun VOV Siaran bahasa Indonesia yang ke-60. Semoga VOV Siaran bahasa Indonesia terus bermanfaat dan sebagai jembatan informasi. Jaya terus radio VOV".
