Pada pekan lalu, Saudara Eddy Setiawan di Jakarta mengirimkan laporan pemantauan siaran radio dari tanggal 7 hingga 14 Oktober 2026 di frekuensi 12020 kHz dengan SINPO 44444. Saudari Liana Wati di Yogyakarta mengirimkan laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 10 hingga 13 Oktober 2026. Selain itu, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas jawaban dari pertanyaan tentang Agen Oranye/dioksin. Dari Jawa Timur, Saudara Safril Susanto mengirim laporan hasil pemantauan siaran radio pada tanggal 14 Oktober 2026 di frekuensi 9840 kHz dengan SINPO 44333. Kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran radio yang dikirimkan Saudara Rudy Hartono di Kalimantan Barat dan Saudara Fachri di Pekanbaru. Kami sangat senang, laporan pemantauan siaran radio yang dikirimkan para pendengar dalam pekan ini tidak mencatat gangguan gelombang. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar yang selalu memperhatikan, mendukung dan mendampingi kami.
Para pendengar yang budiman, pekan lalu, dalam surat yang dikirimkan kepada kami, Saudari Liana Wati di Yogyakarta menulis: “Halo para penyiar VOV5. Saya baru saja mendengarkan siaran tanggal 17 Oktober. Senang sekali mendengar perkembangan hubungan Vietnam-Indonesia melalui pertukaran kebudayaan, juga kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan langsung oleh KBRI, khususnya acara pertunjukan memain alat musik Angklung dengan lagu Vietnam. Kegiatan-kegiatan itu meskipun tidak besar tapi turut mempererat solidaritas antara kedua bangsa”.
Sementara itu, dari Pakistan, Saudara Muhamad Aqeel Bashir berbagi: “Halo para kru VOV5, saya selalu senang membaca berita yang diunggah di situs web VOV dan mencari tahu tentang Vietnam, masyarakatnya, serta semua prestasi yang dicapai Vietnam. Berita-berita tentang peringatan Hari PerempuanVietnam (20 Oktober) sangat bermakna. Saya senang sekali ketika mengenal upaya-upaya Asosiasi Perempuan Vietnam dalam memuliakan perempuan, mendukung peran pentingnya dalam pembangunan tanah air. Berbagai penghargaan, kegiatan bisnis dan pendidikan kemampuan digital mencerminkan bahwa Vietnam tengah berupaya memberikan peluang kepada perempuan untuk berkembang dan mencapai sukses”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar yang selalu mengirim surat, memberikan komentar dan membagikan artikel-artikel yang diunggah di Fanpage VOV5 Indonesia. Anda dapat mengakses situs web vovworld.vn untuk membaca dan mendengarkan informasi yang lengkap, akurat dan terkini tentang semua aspek kehidupan di Vietnam.
Pada pekan lalu, saat mengomentari artikel yang bertajuk: “Musim Festival Kate yang Istimewa di Desa Kerajinan Keramik Bau Truc”, Saudara Idris menulis: “Selamat atas penyelenggaraan festival di desa masyarakat minoritas Cham Balamon dan festival keramik di Cham Bau Truc. Semoga aman lancar serta menarik para pengunjung dan para wisatawan. Bagaimana pewarisan dan pengembangan nilai-nilai tradisional seperti pelestarian berbagai festival khas etnis-etnis minoritas dilaksanakan selama bertahun-tahun ini”?
Saudara Idris yang budiman, selama bertahun-tahun belakangan ini, pelestarian berbagai festival tradisional dari etnis-etnis minoritas di Vietnam diperluas secara komprehensif melalui pendekatan “konservasi hidup” – yakni melestarikan warisan di dalam kehidupan kontemporer. Melalui Program Target Nasional, berbagai festival unik seperti Tari Api, Festival Turun ke sawah, serta Festival Gong dan Bonang telah dipulihkan sesuai dengan bentuk aslinya dan diakui sebagai Warisan Takbenda Nasional.
Upaya menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat pun semakin diperkuat. Banyak festival khas dipilih menjadi produk wisata budaya yang unik sehingga membantu warga etnis minoritas melestarikan identitas tersebut sekaligus memperoleh pendapatan tambahan untuk meningkatkan kualiatas hidup seperti mengembangkan budaya Gong dan Bonang, Festival Perayaan Padi Baru, serta Festival Cap Sa atau Upacara Kedewasaan, dan sebagainya.
Secara khusus, negara Vietnam telah mendorong para seniman dan memberdayakan masyarakat untuk menyelenggarakan festival mereka sendiri, serta membatasi kecenderungan yang mengubah festival menjadi sekadar pertunjukan panggung yang berbahaya. Pada saat yang sama, penerapan teknologi digital membantu menyebarkan nilai-nilai festival ke masyarakat luas. Digitalisasi dokumen, gambar, suara, artefak, festival, seni pertunjukan, pengetahuan masyarakat, dan kerajinan tradisional telah mulai membentuk basis data yang berguna untuk penyimpanan, penelitian, pendidikan, dan promosi. Meskipun menghadapi risiko komersialisasi dan kehilangan generasi penerus, Vietnam tetap terus berupaya mengubah warisan budaya menjadi aset berharga bagi pembangunan sosial-ekonomi di wilayah etnis minoritas.
Para pendengar yang budiman, sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan mengakses situs web vovworld.vn atau mengirimkan email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.
