Perkenalan Sepintas tentang Produksi Obat-Obatan Covid-19 di Vietnam dan Puncak Gunung Mau Son

(VOVWORLD) - Saudara pendengar, sepekan berlalu dengan cepat dan hari ini kita bertemu lagi dalam Acara “Kotak Surat Anda” untuk pekan ini. Tujuh hari terakhir ini Departemen Siaran Luar Negeri VOV5 menerima 386 surat dari 36 negara dan teritori, di antaranya Program Siaran Bahasa Indonesia menerima 22 surat dan email dari Saudara-Saudara: M. Sumantri, Minlin, Waluyo Ibn Dischman, Hari Santosa, Fachri, dan beberapa pendengar lainnya. Dilaporkan bahwa pada umumnya kualitas gelombang radio cukup baik di kedua frekuensi 12020 kHz dan 9840 kHz. Berharap Anda terus mempertahankan pengiriman laporan pantauan siaran radio agar kami memantau situasi gelombang radio di daerah Anda.

Mengawali acara Kotak Surat Anda pekan ini, mari kita simak pertanyaan Saudara Prasetyo Pambudi Prazst: “Hingga saat ini, apakah Vietnam sudah memproduksi obat-obatan Covid-19?”

Saudara pendengar, obat-obatan pengobatan Covid-19 yang mengandung bahan aktif  molnupiravir telah diproduksi secara sukses oleh badan-badan usaha farmasi Vietnam dan baru saja diberikan surat izin darurat oleh Departemen Pengelolaan Farmasi, Kementerian Kesehatan Vietnam pada 17 Februari lalu. Ketiga obat-obatan yang diberikan surat izin adalah produk Perusahaan Persero Farmasi Boston Vietnam, Perusahaan Persero Kimia Farmasi Mekorpha, dan PT Stellapharm.

Perkenalan Sepintas tentang Produksi Obat-Obatan Covid-19 di Vietnam dan Puncak Gunung Mau Son - ảnh 1Obat-obatan pengobatan Covid-19 "Molnupiravir" - Ilustrasi (Foto: vietnamnet.vn)

Molnupiravir adalah bahan aktif dengan efek antivirus yang dianggap sebagai "senjata" penting dalam pengobatan Covid-19 di rumah. Obat-obatan tersebut bermanfaat mengurangi jumlah virus ketika digunakan pada tahap awal penyakit, sehingga mengurangi bahaya  keseriusan dan kematian. Tablet diminum secara oral, nyaman bagi pasien Covid-19 untuk dirawat di rumah, membantu mengurangi beban rumah sakit dan basis  kesehatan.

Produksi dan pemberian surat izin ketiga obat-obatan tersebut juga membantu Vietnam dengan proaktif memenubi kebutuhan obat-obatan Covid-19 dalam negeri, serta memberikan sumbangsih penting dalam pencegahan Covid-19 di saat jumlah kasus transmisi lokal terus-menerus meningkat.

Pekan lalu, Saudara Toyib Fanani mengirimkan surat kepada program kami dan dalam suratnya ia bertanya: "Saya sangat terkesan dengan reportase foto VOV dengan foto-foto pemandangan membeku di berbagai tempat di Vietnam, terutama di puncak gunung Mau Son. Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang puncak gunung ini?”

Saudara Toyib Fanani yang terhormat, Gunung Mau Son adalah pegunungan besar yang terletak di Provinsi Lang Son, Vietnam Timur Laut. Ketinggian rata-rata pegunungan tersebut mencapai 800-1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), dengan lebih dari 80 gunung besar dan kecil setinggi 600 meter dpl.

Perkenalan Sepintas tentang Produksi Obat-Obatan Covid-19 di Vietnam dan Puncak Gunung Mau Son - ảnh 2Gunung Mau Son dilihat dari atas (Foto: toquoc.vn)

Gunung Mau Son sudah lama dikenal dengan potensinya yang besar dalam pariwisata. Iklim di sini memiliki kekhususan: suhu rata-rata di titik maksimal 15,5°C. Pada musim dingin, suhu di Gunung Mau Son turun secara drastis di bawah 0°C dengan diliputi es dan salju yang sangat indah. Sementara lereng gunung bagian Utara dan Selatan terdapat 12 aliran air yang cukup besar dengan airnya yang sejuk sepanjang tahun, banyak jeram dan air terjun yang indah.

Di samping keindahan alaminya, Gunung Mau Son juga merupakan wilayah bernilai identitas budaya tradisional dari etnis-etnis Tay, Nung, dan Dao. Warga etnis-etnis tersebut mendiami sekitar kawasan yang dilestarikan secara utuh, seperti tradisi penyulingan minuman anggur dari peragian daun, madu, lemon hutan, dan teh Shan Tuyet, yaitu teh yang dibuat dari pohon teh kuno yang berusia ratusan tahun di puncak gunung tinggi.

Dengan keindahan alam yang masih primitif, Mau Son telah menjadi tempat yang "wajib dikunjungi" bagi para wisatawan setiap kali datang ke Vietnam. Semoga Saudara Toyib Fanani berkesempatan mengunjungi Mau Son di masa mendatang dan mempunyai peluang untuk menikmati pemandangan bersalju yang hanya muncul beberapa kali dalam setahun di Vietnam.

Saudara pendengar, sehubungan dengan Hari Wanita Internasional 8 Maret mendatang, mari kita dengarkan lagu “Menjadi Seorang Gadis Itu Keren” yang dikumandangkan oleh penyanyi Khoi My. Lagu ini juga merupakan salam perpisahan kami dalam acara Kotak Surat Anda pekan ini. Sampai jumpa di acara-acara selanjutnya.

Komentar

Yang lain