Pada pekan lalu, kami telah menerima laporan pemantauan siaran radio dari Saudara Eddy Setiawan di Jakarta, Saudari Liana Wati di Yogyakarta, Saudara Eko Endri Wiyono di Nganjuk, Saudara Rudy Hartono di Kalimantan Barat, Saudara Fachri di Pekanbaru, dan beberapa pendengar yang lain. Hampir semua laporan yang dikirim para pendengar di atas menunjukkan bahwa kualitas penerimaan gelombang relatif stabil di kedua frekuensi, 12020 kHz dan 9840 kHz, dengan SINPO 55555, 44444 dan 34443. Di samping itu, para pendengar juga mengirimkan jawaban survei dalam bentuk file word. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar yang selalu memperhatikan, mendukung dan mendamping kami!

Para pendengar yang budiman, pada pekan lalu, artikel bertajuk: “Angklung – Mendekatkan Budaya Indonesia dengan Warga Vietnam melalui Alat Musik Tradisional” telah menarik perhatian banyak pendengar. Saat mengomentari artikel tersebut, para pendengar menulis: “Sangat menarik, sebuah kursus yang cukup bermanfaat. Kursus ini membantu warga Vietnam lebih mengenal budaya Indonesia melalui alat musik tradisional”. “Kegiatan seperti ini perlu diselenggarakan agar masyarakat kedua negara, khususnya generasi muda Vietnam, mendapat lebih banyak informasi tentang Indonesia”. “Selamat untuk KBRI yang telah turut mempererat persahabatan antara kedua negara melalui kegiatan seperti ini”….

Para pendengar, untuk memperkenalkan budaya Indonesia – negeri ribuan pulau kepada masyarakat Vietnam, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi, Vietnam, menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), lokakarya batik, serta kursus memainkan angklung dan tarian tradisional. Di samping itu, KBRI terus aktif berpartisipasi dalam berbagai Festival budaya, yang terkini adalah Festival Budaya Dunia Kedua di Kota Hanoi pada tanggal 1 hingga 4 Oktober. Dalam Festival tersebut, KBRI menyuguhkan pertunjukan yang memukau melalui musik, tarian dan kuliner tradisional Indonesia bagi penggemar di Vietnam maupun internasional, sekaligus mengagungkan nilai-nilai bersama mengenai keanekaragaman budaya, persahabatan dan keharmonisan.

Secara khusus, pertunjukan Angklung membawakan lagu Vietnam bertajuk “Orang Vietnam Saling Menyayangi” yang ditampilkan melalui perpaduan instrumen musik tradisional angklung, kolintang, dan djembe. Tim pertunjukan ini terdiri dari 22 pemain, yang merupakan anggota Asosiasi Wanita Indonesia di Hanoi dan Sahabat Indonesia, serta dilatih secara langsung oleh Bapak Aan Handoyo – seniman angklung terkenal asal Bandung. Berbagi kisah mengenai pertunjukan yang luar biasa ini, Made Santi Ratnasari, Konselor Minister Counsellor Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Hanoi, menyampaikan:

“Partisipasi Indonesia pada Festival Budaya Dunia kedua di beberapa hari lalu, itu memang kita menampilkan lagu Vietnam yang dimainkan oleh musik tradisional Indonesia Angklung. Itu tandanya sebuah persahabatan antara Indonesia dan Vietnam. Lagu yang dimaikan memberikan pesan bahwa Indonesia dan Vietnam persahabatan yang semain erat ke depan dengan saling suport ke depan, saling mendukung ke depannya”.

Dalam surat yang dikirimkan kepada kami pada pekan lalu, Saudara Lai Sun dari Medan ingin mendapatkan informasi tentang Benteng Kuno Thang Long.

Saudara Lai Sun yang budiman, Benteng Kuno Thang Long yang dibangun sejak abad ke-7 pada masa Dinasti Dinh –l Le Awal, lalu mengalami banyak tahap perkembangan yang gemilang di bawah berbagai pemerintahan seperti Dinasti Ly, Tran, Le, dan Nguyen. Benteng Kuno Thang Long merupakan bangunan berarsitektur megah yang mencerminkan seni dan teknik pembangunan Vietnam pada masa feodal. Pada tahun 2010, Benteng Kuno Thang Long diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Benteng Kuno Thang Long ini menyimpan berbagai nilai luhur bangsa, meliputi aspek sejarah, arsitektur, dan budaya.

Daya tarik utama yang pertama di dalam kompleks situs Benteng Kuno Thang Long adalah Ky Dai atau yang dikenal dengan nama Tiang Bendera Hanoi. Selanjutnya adalah area arkeologi Benteng Thang Long, Istana Kinh Thien, Hau Lau (Tempat tinggal Putri) atau disebut sebagai Tinh Bac Lau dengan keindahan kuno dan misterius. Ada pula Cua Bac (Gerbang Pintu Utara dari Kota) atau juga disebut Chinh Bac Mon yang berdiri kokoh dan megah sebagai bukti sejarah heroik dan semangat gagah berani rakyat setempat. Di tengah Benteng Kuno Thang Long, Rumah D67 hadir sebagai situs peninggalan sejarah modern yang menjadi saksi bisu perjuangan bertahun-tahun yang penuh kebanggan nasional.

Para pendengar yang budiman, sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan mengakses situs web vovworld.vn atau mengirimkan email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.