Pada pekan lalu, Saudara Fachri di Pekanbaru mengirim laporan hasil pemantauan siaran dari tanggal 1 hingga 7 Juni pada frekuensi 12020 kHz dengan SINPO 45544, 55555, dan 44444. Dari Jakarta, Saudara Eddy Setiawan mengirimkan laporan hasil pemantauan siaran dari tanggal 8 hingga 12 Juni dalam bentuk file video. Ia menyatakan bahwa kualitas gelombang relatif stabil pada frekuensi 12020 kHz. Sementara itu, Saudara Minlin di Jawa Barat mengirimkan laporan hasil pemantauan siaran radio dari tanggal 31 Mei hingga tanggal 7 Juni dengan kualitas gelombang yang cukup stabil pada SINPO 45444 dan 24233. Selain mereka, kami juga menerima laporan hasil pemantauan siaran yang dikirim saudara pendengar di berbagai wilayah Indonesia seperti Saudara Rudy Hartono di Kalimantan Barat, Saudara Saeful Fahmi di Lombok, Saudara Safei di Manokwari Papua Barat, Saudara Eko Endri Wiyono di Nganjuk dan para pendengar lainnya di Indonesia, India, dan Pakistan. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar.
Para pendengar yang budiman! Pada pekan lalu, para pendengar tetap mendukung lomba membuat video klip sehubungan dengan peringatan HUT ke-60 Program Siaran Bahasa Indonesia, VOV5 dengan like, share, dan komentar di bawah karya peserta lomba yang diunggah di Fanpage VOV5 Indonesia.
Selain itu, para pendengar juga memperhatikan berita tentang Piala Dunia 2026. Ketika mengomentari artikel yang berjudul “Piala Dunia 2026: Rekor-Rekor yang Bisa Terpecahkan di Lapangan Sepak Bola Dunia”, Saudari Chie Thea menulis: “ini akan menjadi ajang Piala Dunia terbesar dibanding sebelum-sebelumnya, sekaligus menjadi Piala Dunia termahal dalam hal penjualan tiket pertandingan”. Saudara Subyarno Triyanto dan Saudara Idris mengucapkan: “Sukses kepada Piala Dunia FIFA 2026”. Sedangkan Saudara Jamaluddin menyatakan: “Sepak bola –hobi saya. Setiap kali World Cup saya mengatur jadwal kerja untuk bisa menonton seluruh pertandingan di babak penyisihan grup. Pada World Cup tahun ini, saya berharap Argentina dapat berhasil mempertahankan gelar juaranya”.
Para pendengar yang budiman! Situs web kami https:///vovworld.vn baru saja meluncurkan rubrik “Piala Dunia 2026” yang mengupdate hasil pertandingan serta ajang-ajang terkait Piala Dunia kali ini. Silakan akses situs web kami untuk mendapat lebih banyak informasi menarik dan memikat lainnya!
Pada minggu lalu, dalam surat yang dikirimkan kepada kami, Saudara Mawan Hermanto di Surabaya bertanya:
“Setelah berwisata di Vietnam, hadiah yang berikan oleh teman saya adalah kue Pia dan teh teratai. Di pagi hari, menyeduh secangkir teh, menghirup aroma harum bunga teratai, merasakan perpaduan rasa pahit dan manis saat menyeruput secangkir teh serta menikmati rasa khas kue Pia… rasanya tak terlukiskan. Bisakah Anda memperkenalkan wilayah penghasil teh di Vietnam, budaya minum teh dan teh teratai?".
Saudara Mawan Hermanto yang budiman! Daerah pegunungan di Vietnam Utara merupakan tempat tumbuhnya berbagai varietas teh kuno yang tumbuh di ketinggian 1.000 hingga 2.000 meter di atas permukaan air laut. Contohnya di Ha Giang (saat ini Tuyen Quang), Son La, Dien Bien dan Lai Chau dengan varietas teh Shan Tuyet kuno. Sementara itu, wilayah berbukit di Vietnam Utara merupakan daerah budidaya teh industri terbesar di Vietnam, yang terkonsentrasi di Provinsi Thai Nguyen dan Phu Tho. Untuk wilayah Vietnam Selatan, penanaman teh terpusat di Provinsi Lam Dong. Di daerah ini perkebunan teh berada di dataran tinggi dengan ketinggian 800 hingga 1.500 meter, dan khusus membudidayakan varietas teh impor.
Bagi masyarakat Vietnam, teh bukan sekadar minuman, tetapi menjadi budaya sendiri. Cara menikmati teh di tiga wilayah Vietnam memiliki keunikan yang sangat beragam dan kaya serta kental dengan ciri khas daerah masing-masing. Masyarakat di Vietnam Utara suka minum teh kering yang diseduh saat masih panas. Masyarakat di Vietnam Tengah sering kali menggunakan daun teh segar untuk direbus. Sedangkan masyarakat di Vietnam Selatan biasanya menyukai es teh (tra da) atau teh dengan aroma bunga yang lembut.
Teh bunga adalah teh tradisional yang sangat istimewa di Vietnam, terkenal dengan keharumannya yang murni dan rasa manis alami dari bunga teratai. Jenis teh ini dibuat dari kuncup teh yang dipadukan dengan bunga teratai segar. Proses pengaroman teh ini dilakukan selama beberapa hari bahkan minggu serta menuntut keahlian dan keterampilan tinggi dari perajin. Teh bunga bukan sekadar minuman, tetapi merupakan bagian penting dari budaya teh Vietnam yang sering disajikan dalam pertemuan, menyambut tamu atau perayaan Hari Raya dan Hari Raya Tahun Baru Imlek.
Saudara Mawan Hermanto yang budiman! Semoga informasi-informasi tersebut dapat memuaskan Anda. Sampai di sini, berakhir sudah acara “Kotak Suarat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan Anda mengakses situs web https://vovworld.vn atau mengirim email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat menyurati kami melalui alamat pos: Jalan Ba Trieu, Nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam. Sampai jumpa lagi.
