Pada pekan lalu, pendengar Rudy Hartono dan Thedja Haryanto di Kalimantan Barat, Eddy Setiawan di Jakarta, Minlin di Jawa Barat, Liana Wati di Yogyakarta, serta beberapa pendengar lainnya mengirimkan laporan pemantauan siaran kepada kami. Laporan-laporan tersebut menunjukkan bahwa pada tanggal 12 hingga 21 Oktober, kualitas gelombang relatif stabil di kedua frekuensi, yaitu 12020 kHz dan 9840 kHz dengan SINPO 44444, 55444 dan 34433.
Selain laporan pemantauan siaran dari para pendengar di negara kepulauan Indonesia, kami juga menerima laporan pemantauan siaran radio yang dikirimkan oleh pendengar Najimuddin dan Bidhan Chandra Sanyal di India serta pendengar Ding Lu dari Tiongkok. Kami sangat senang karena mereka juga menginformasikan bahwa kualitas gelombang relatif stabil pada frekuensi 12020 kHz maupun 9840 kHz.
Para pendengar yang budiman, pada pekan lalu, fanpage VOV5 Indonesia terus menerima banyak tanda suka, bagikan dan komentar dari banyak pendengar Indonesia dari para pendengar kami.
Ketika mengomentari artikel yang bertajuk: “Daya Lenting Membantu Masyarakat Etnis Minoritas di Kecamatan Ea Hiao Mengentaskan Kemiskinan”, para pendengar menulis: “Untuk pembangunan memang harus didukung dengan dana yang memadai, di antaranya adanya bantuan kredit bagi para pelaku usaha pertanian dan perikanan agar usaha mereka meningkat dan dapat menciptakan ketahanan pangan bagi Vietnam dan sisanya dapat diekspor sehingga dapat meningkatkan devisa bagi negara”. “Berkat pendampingan pemerintah daerah dan pihak bank, masyarakat Kecamatan Ea Hiao dapat mengakses modal pinjaman untuk mengembangkan usaha ekonomi serta memperbaiki kehidupan mereka. Model ini perlu disebarluaskan di berbagai daerah” “Arus modal ini tidak hanya membantu mengubah kondisi kehidupan setiap keluarga, tetapi juga turut mempersempit kesenjangan pembangunan, menjadikan pemukiman semakin sejahtera, serta memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan Partai dan Negara”.
Sementara itu, pada kolom komentar artikel: “Menjelajahi Seni Phap Lam”, para pendengar mengungkapkan rasa takjub mereka atas pengalaman yang menarik: “Sangat luar biasa, produk-produk Phap Lam memiliki keindahan klasik sekaligus modern. Setiap karya mencerminkan dedikasi pembuatnya serta memadukan ketelitian kerajinan tangan dengan semangat kreativitas yang tiada henti”, serta “Kegiatan ini turut melestarikan sekaligus menyebarluaskan nilai seni tradisional Vietnam dalam arus kontemporer, dan menumbuhkan rasa cinta akan warisan budaya serta semangat kreativitas kepada generasi muda”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada para pendengar yang selalu mendampingi dan mendukung kami. Apabila Anda melewatkan program siaran kami, silakan mengakses situs web: vovworld.vn untuk membaca dan mendengarkan kembali!
Para pendengar yang budiman, dalam surat yang dikirimkan kepada kami selama pekan terakhir, Saudari Dina Haryani di Palembang, Indonesia ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Museum Sejarah Militer yang baru di Kota Hanoi.
Saudari Dina Haryani yang budiman, Museum Sejarah Militer Vietnam dibangun baru atas investasi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) Vietnam di Kecamatan Tay Mo dan Dai Mo, Kota Hanoi sejak tahun 2019 dengan luas area 286.600 meter persegi. Museum ini resmi dibuka untuk umum sejak tanggal 1 November 2024. Saat ini, Museum Sejarah Militer menyimpan lebih dari 150.000 benda di antaranya terdapat empat harta karun nasional yang terkait dengan perang perlawanan menentang Amerika Serikat demi menyelamatkan bangsa (keempat benda itu adalah Pesawat tempur MiG 21 berkode 4223, Pesawat tempur MiG 21 berkode 5121, Tank T-54B berkode 843 dan Peta Tekad Kampanye Ho Chi Minh) serta banyak benda bernilai sejarah lainnya.
Museum ini menerapkan banyak metode pameran baru yang memadukan teknologi pemetaan 3D (3D mapping), layar pencari informasi interaktif, media foto dokumenter, panduan audio otomatis, serta kode QR untuk mengakses informasi mengenai artefak dan gambar. Selain itu, tersedia lebih dari 60 klip video yang memperkenalkan kampanye militer, pertempuran, dan tokoh-tokoh sejarah, sehingga memberikan pengalaman yang sama sekali baru bagi para pengunjung.
Ruang pameran di dalam museum yang terletak di pantai satu dibagi menjadi enam tema. Tema pertama: Masa Awal Pendirian dan Pembelaan Tanah Air; Tema kedua: Penjagaan Kemerdekaan dari tahun 939 hingga 1858; Tema ketiga: Perjuangan Melawan Kolonialis Prancis untuk Merebut Kemerdekaan Bangsa dari tahun 1858 hingga 1945; Tema keempat: Perang Perlawanan Melawan Kolonialis Prancis (1945–1954); Tema kelima: Perang Perlawanan menentang Amerika Serikat (1954–1975); dan Tema keenam: Pembangunan dan Pembelaan Tanah Air dari tahun 1976 hingga sekarang."
Saat ini, Museum Sejarah Militer Vietnam menjadi “situs sejarah penting” yang wajib dikunjungi dalam perjalanan napak tilas sejarah, serta menjadi tempat berkumpulnya nilai-nilai ideologi, kegiatan tematik dan destinasi kunjungan yang bermakna.
Saudari Dina Haryani yang budiman, kami berharap informasi tersebut akan memuaskan Anda. Sampai di sini, berakhirlah acara “Kotak Surat Anda” pekan ini. Untuk mendengarkan dan membaca kembali program siaran kami, silakan mengakses situs web vovworld.vn atau mengirimkan email ke Indonesia.vov5@gmail.com. Anda juga dapat mengirimkan surat ke alamat pos kami: Jalan Ba Trieu, nomor 45, Kecamatan Cua Nam, Kota Hanoi, Vietnam.
