Sebagai pembuka, mari kita dengarkan lagu “Xe dap” (Sepeda), sebuah lagu asal Jepang yang ditulis ulang dengan lirik bahasa Vietnam oleh musisi Dinh Manh Ninh, dan dinyanyikan oleh Thuy Chi bersama grup musik M4U. Dengan melodi yang manis dan jernih, “Xe dap” menghadirkan gambaran yang begitu akrab dari masa sekolah, yakni seorang pemuda yang setia menunggu seorang gadis di depan sekolah usai jam pelajaran, kemudian mereka berdua bersepeda menyusuri jalan yang sering mereka lewati sambil masih malu-malu menyimpan kata-kata cinta yang belum sempat terucapkan.

Cinta masa sekolah terkadang tidak membutuhkan pernyataan cinta. Ia bisa saja hadir berupa getaran perasaan pertama yang disimpan di dalam hati, rasa bahagia ketika tanpa sengaja bertatapan muka dengan orang yang disukai, atau sebuah senyuman yang membuat hari itu terasa istimewa. Perasaan sederhana tersebut diceritakan dari sudut pandang seorang gadis dalam lagu “Ngay ngo” (Naif), karya musisi Duong Cam, yang dibawakan oleh penyanyi Hoang Yen Chibi. Lagu ini membawa pendengar kembali pada rasa canggung dan kepolosan saat cinta pertama di masa sekolah.

Ada cinta yang hanya menemani kita sebentar di masa muda, namun menjadi bagian dari ingatan yang tak pernah terlupakan. Barangkali karena pada masa itu, kita mencintai dengan perasaan paling polos, tanpa diwarnai kekhawatiran maupun jarak yang sering hadir dalam kehidupan dewasa. “Phao hoa” (Kembang api), lagu yang dibawakan grup musik Dreamer dan diciptakan oleh RIN9, turut membawa kenangan manis semacam itu. Dalam lagu ini, cinta masa sekolah diibaratkan bagai kembang api yang berkilauan di langit malam: hadir hanya sekejap, kemudian berlalu dengan cepat, tetapi cahaya dan perasaan yang ditinggalkannya akan terus membuat kita mengenang selamanya.

Para pendengar, lagu “Phao hoa” sekaligus mengakhiri acara Musik Vietnam kami hari ini. Sampai jumpa lagi pada acara-acara berikutnya. Salam musik!