Luong Thi Minh Nguyet- Ibu guru yang gandrung dengan pembaruan

(VOVWORLD) - Bekerja secara rajin, inovatif, kreatif  dan terus-menerus dalam kejuruan dan kaya dengan rasa kemanusiaan. Demikianlah penilaian-penilaian yang diberikan oleh pimpinan dan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Hiep Binh, Distrik Thu Duc, Kota Ho Chi Minh ketika berbicara tentang seorang ibu guru “yang mengatasi kesulitan” bernama  Luong Thi Minh Nguyet.
Luong Thi Minh Nguyet- Ibu guru yang gandrung dengan pembaruan - ảnh 1Ibu gugu Luong Thi Minh Nguyet   (Foto: internet) 

Berkaitan dengan pentas tempat menggajar selama 16 tahun dan itu juga adalah waktu dimana ibu guru Luong Thi Minh Nguyet selalu berusaha untuk mendapatkan metode-metode pendidikan baru dan meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai guru bahasa Inggris, tapi semua jam belajar yang diberikan oleh ibu guru muda Luong Thi Minh Nguyet selalu penuh dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru tentang kehidupan sehingga membuat para pelajar merasa sangat senang.  Tidak berhenti di situ, dia juga menghidupkan metode mengajar dengan banyak bentuk yang menggembirakan seperti memainkan drama dan teka teki dalam bahasa Inggris di papan interaksi pintar atau dalam bentuk ekstrakurikuler. Oleh karena itu, taraf pengetahuan bahasa Inggris dari banyak pelajar meningkat secara jelas. Ketika mencatat sumbangan-sumbangan yang diberikan oleh ibu guru Luong Thi Minh Nguyet kepada sekolahnya, pak guru Nguyen Van Hiep, Kepala SMA Hiep Binh mengatakan: “Ibu guru Luong Thi Minh Nguyet adalah orang yang memelopori semua gerakan pembaruan metode mengajar, memanfaatkan semua alat pendidikan maupun dalam belajar dan bertindak sesuai dengan keteladanan moral dan fikiran Ho Chi Minh. Di antaranya, yang menonjol ialah papan interaksi pintar dalam pengajaran dan metode pengajaran menurut rancangan”.

Tidak hanya menyampaikan pengetahuan, proyek-proyek yang berjalan seperjalanan dengan pelajar dari ibu guru Luong Thi Minh Nguyet telah lahir sehingga membantu para pelajar mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan selangkah demi selangkah menyempurnakan diri sendiri. Di antaranya, proyek yang paling mengesankan bagi pelajar dan orang tua mereka ialah proyek “Wahai sampah, janganlah sesat jalan”. Dengan metode pendidikan terpadu antar-mata pelajaran, ibu guru Luong Thi Minh Nguyet telah menciptakan banyak arena main pengetahuan yang atraktif dan  dengan lihai menyelipkan pesan tentang pelestarian lingkungan hidup ke dalam pengajaran. Sampah dan botol, semua benda yang nampaknya terbuang dan pernah dibuang secara tak teratur di halaman sekolah, tapi sekarang ini dikumpulkan oleh pelajar, lalu  mendaur ulangkannya menjadi banyak benda yang bermanfaat seperti panci pohon, alat belajar atau pakaian pagelaran model dan lain-lain. Nguyen Phuoc An, pelajar dari SMA Hiep Binh mengatakan: “Ketika ikut serta dalam rancangan proyek dari ibu guru Luong Thi Minh Nguyet, kami merasa sangat gembira dan antusias, tidak hanya dalam proses belajar saja, tapi juga dalam usaha melestarikan lingkungan hidup. Ketika melihat pekerjaan-pekerjaan yang kami lakukan punya makna maka para pelajar lain di sekolah juga mengikutinya, dari situ membuat sekolah menjadi lebih bersih dan indah”.

Pada setiap awal tahun ajar, di samping memeriksa pengetahuan para pelajar, ibu guru Luong Thi Minh Nguyet juga membuat kartu survei tentang situasi setiap pelajar di klas. Ketika melihat ada banyak pelajar yang mengalami kesulitan dan memerlukan bantuan, dia telah berseru kepada orang tuan dan para mantan pelajar sekolah untuk bergotong royong mengumpulan dana “Membantu teman mengatasi kesulitan”. Dia sendiri, pada setiap bulan juga menghemat sejumlah uang kecil untuk memberikan urun kepada dana ini dengan keinginan menyalakan api kepada para pelajar untuk pergi ke sekolah. Ibu guru Luong Thi Minh Nguyet mengatakan: “Saya sendiri juga tidak mujur seperti anak-anak lain. Saya menjadi anak yatim tanpa  ibu sejak masa kanak-kanak, harus hidup bersama dengan kakek, nenek  dan harus mengalami banyak penderitaan baru bisa mendewasa. Oleh karena itu, ketika dewasa, saya selalu menyimpan impian akan melakukan sesuatu  untuk membantu para pelajar yang tidak mujur seperti saya”.

Bea-bea siswa kemanusiaan dari dana “Membantu teman mengatasi kesulitan” telah membantu tidak sedikit pelajar yang mengalami kesulitan di sekolah ini untuk menambah kepercayaan dalam meneruskan usaha belajar. 

Komentar

Yang lain