Nenek Hoang Thi Minh Ho, borjuis seorang patriotik yang berkaitan dengan nasib nasional

(VOVWORLD) - Nenek Hoang Thi Minh Ho, istri seorang borjuis patriotik Trinh Van Bo telah meninggal dunia. Warisan paling besar yang dia tinggalkan kepada semua orang ialah satu semangat nasionalisme yang cerah dan dedikasi yang  sepenuh hati kepada Tanah Air serta kepercayaan yang luhur terhadap revolusi dan Presiden Ho Chi Minh.
Nenek Hoang Thi Minh Ho, borjuis seorang  patriotik yang berkaitan dengan nasib nasional - ảnh 1Ibu Hoang Thi Minh Ho  (Foto: Internet) 

Bertolak dari sebuah keluarga penganut Konfusionis patriotik, tergolong dari marga yang cukup terkenal di Kota Hanoi pada awal abad XX, sejak masa kanak-kanak, nenek Hoang Thi Minh Ho mendapat pemupukan semangat patriotisme dan rasa cinta terhadap revolusi yang diberikan oleh ayahnya Hoang Dao Phuong. Ayah suaminya borjuis Trinh Van Bo yaitu Trinh Van Duong adalah orang-orang yang mempunyai cita-cita patriotik  bersama. Dalam proses melakukan usaha bisnis, nenek Hoang Thi Minh Ho dan suaminya borjuis Trinh Van Bo selalu berbagi dengan kaum miskin dan orang-orang yang nasibnya malang, sedangkan, bagi revolusi, yaitu pengorbanan, tidak mengambil apa-apa untuk diri sendiri.

Pada hari-hari permulaan Revolusi Agustus 1945 dan hari-hari permulaan pembentukan negara, keluarga wirausaha Trinh Van Bo telah memberikan sumbangan-sumbangan besar kepada revolusi. Pada waktu itu, untuk menyambut Pekan Emas yang dicanangkan oleh Pemerintah, keluarga nenek Hoang Thi Minh Ho telah memberikan bantuan sebanyak kira-kira 5.150 troy emas, bersamaan itu menggerakkan kalangan wirausaha Kota Hanoi memberikan bantuan lagi sebanyak lebih dari 1.000 troy emas. Saat ada bencana kelaparan pada tahun 1945, keluarganya juga mengeluarkan uang untuk memberikan pertolongan kepada rakyat. Dengan jumlah uang yang diberikan kepada revolusi, nenek Hoang Thi Minh Ho hanya punya hasrat yaitu  menjaga pemerintahan maka Tanah Air  baru merebut kemerddkaan baru dan rakyat yang baru mendapat kebebasan.  Nenek Hoang Thi Minh Ho pernah berkata bahwa “emas sebenarnya bernilai, tapi hati Presiden Ho Chi Minh terhadap rakyat dan Tanah Air lebih bernilai dari pada emas”.

Ketika mengenangkan kembali masa-masa  sulit yang dihadapi Tanah Air itu, bapak Dinh Quang Thieu, 90 tahun di Distrik Dong Da, Kota Hanoi mengatakan: “Pada waktu itu, kepercayaan terhadap Tanah Air dan Presiden Ho Chi Minh adalah sangat mutlak. Yaitu semangat sukarela. Semua orang berani mengorbankan diri. Oleh karena itu, imbauan yang dikeluarkan oleh Presiden Ho Chi Minh telah mendapat sambutan aktif dari semua orang. Berita tentang sumbangan yang diberikan oleh nenek Hoang Thi Minh Ho itu membuat semua orang terharu, berhasil melihat perasaannya terhadap Tanah Air dan rakyat”.

Tidak hanya memberikan sumbangan besar kepada revolusi, nenek Hoang Thi Minh Ho dan keluarganya juga mendapat kehormatan merawat dan menjaga Presiden Ho Chi Minh pada waktu Beliau tinggal dan bekerja di rumah keluarganya di Jalan Hang Ngang, nomor 48, Kota Hanoi. Di rumah ini, Beliau telah menulis draft teks  Proklamasi Kemerdekaan melahirkan Negara Republik Demokrasi Vietnam dan membuat persiapan bagi upacara unjuk muka Pemerintah sementara. Hari di mana Presiden Ho Chi Minh membacakan Proklamasi Kemerdekaan di Lapangan Ba Dinh pada tanggal 2 September 1945, nenek Hoang Thi Minh Ho baru merasa terharu ketika melihat bahwa orang yang dia rawat dan dia  bela selama ini adalah Presiden Ho Chi Minh. Di kemudian hari, rumah di Jalan Hang Ngang, nomor 48 ini disumbangkan oleh keluarganya kepada negara sebagai situs peninggalan sejarah nasional untuk memajang benda-benda kenangan tentang waktu  ketika Presiden Ho Chi Minh pernah tinggal dan bekerja di rumah ini.

Profesor sejarah, Guru Rakyat Vu Duong Ninh menyatakan bahwa dedikasi yang diberikan oleh keluarga pasangan suami-istri Trinh Van Bo-Hoang Thi Minh Ho kepada revolusi sangat bermakna, karena mereka tidak hanya dengan diri sendiri memberikan sumbangan kepada Tanah Air, tapi juga menggerakkan partisipasi dari banyak borjuis yang lain. Dengan jumlah emas itu telah menyelamatkan situasi sangat sulit yang dihadapi oleh revolusi. Tidak hanya begitu saja, dalam seluruh waktu di kemudian hari, dia juga menggerakkan  rakyat ikut serta dalam aktivitas patriotisme.  Profesor Vu Duong Ninh mengatakan: “Keluarganya adalah keluarga borjuis patriotik, melakukan usaha bisnis yang sudah  lama dan memberikan sumbangan terhadap perkembangan Tanah Air. Itu merupakan teladan tentang bisnis dan pembangunan ekonomi nasional”.

Keluarga borjuis patriotik Trinh Van Bo-Hoang Thi Minh Ho bisa dianggap sebagai satu  teladan wirausawan Vietnam yang tipikal, sepenuh hati mengabdi kemerdekaan dan kebebasan bangsa. Kakek Trinh Van Bo meninggal dunia Pada tahun 1988. Kedua kakek-nenek ini telah mendapat banyak bintang dan lencana bernilai yang diberikan oleh Pemerintah Vietnam untuk mencatat  sumbangan-sumbangan mereka kepada Tanah Air.

Pada tanggal 5 November ini, nenek Hoang Thi Minh Ho meninggal dunia dalam usia 104 tahun. Dengan dedikasi-dedikasi besar terhadap revolusi, upacara pemakaman nenek Hoang Thi Minh Ho diadakan dengan protokol tingkat tinggi pada tanggal 14 November.

Kota Hanoi telah sepakat akan memberikan nama kepada satu jalan di ibu kota dengan nama borjuis Trinh Van Bo. Ini merupakan mobilisasi dan pencatatan dari Negara Vietnam terhadap sumbangan-sumbangan bermakna yang diberikan oleh keluarga nenek Hoang Thi Minh Ho kepada Tanah Air.  

Komentar

Yang lain