Pak Vi Van Om-Pahlawan Kerja di daerah perbatasan Tay Bac atau daerah Barat Laut, Vietnam Utara

(VOVWORLD) - Di daerah perbataan Chieng On, Kabupaten Yen Chau, Provinsi Son La (Vietnam Utara), para warga banyak bicara tentang bapak Vi Van Om dengan penuh kebanggaan, karena dia adalah warga etnis minoritas Xinh Mun  yang mendapat gelar Pahlawan Kerja Periode Pembaruan tahun 2005 yang diberikan oleh Partai Komunis dan Negara Vietnam karena telah mencapai prestasi-prestasi yang sangat terkemuka dalam membangun persatuan besar antara etnis-etnis, menjadi pelopor dalam usaha mengentas dari kelaparan dan kemiskinan, memberikan kehidupan yang cukup sandang, cukup pangan dan kebahagiaan kepada rakyat di daerah pegunungan perbatasan ini.
Pak Vi Van Om-Pahlawan Kerja di daerah perbatasan Tay Bac atau daerah Barat Laut, Vietnam Utara - ảnh 1Pak Vi Van Om   (Foto: vov.vn) 

Selama ini, wajah pedesaan di daerah pegunungan wilayah perbatasan ini telah mengalami banyak perubahan, terutama tentang infrastruktur ketika jalan aspal yang panjangnya beberapa puluh kilometer telah selesai dibangun, menciptakan syarat yang kondusif bagi keperluan bepergian rakyat dari pusat kabupaten ke Pos Tentara Perbatasan Na Cai. Adanya perubahan ini, warga berbagai etnis di Kecamatan Chieng On, Kabupaten Yen Chau, Provinsi Son La tidak melupakan jasa bapak Vi Van Om, etnis minoritas Xinh Mun, mantan Wakil Ketua Kecamatan Chieng On tahap 1976-2005, Pahlawan Kerja Periode Pembaruan. Bapak Song Lao Dia, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Chieng On memberitahukan: “Dari tahun 2004, pak Vi Van Om telah berjasa memobilisasi sumber modal dari Provinsi Son La untuk melakukan investasi di Kecamatan Chieng On dengan membangun jalan aspal dari Kabupaten Yen Chau ke koridor Na Cai, kecamatan Chieng On. Ini merupakan satu jalan sangat baik bagi  rakyat untuk bepergian”.

Pada tahun 1972, dia didemobilisasi kembali ke daerah. Pada waktu itu, ekonomi mengalami banyak kesulitan, jalan-jalan belum ada, warga hidup secara terpencar, tidak tahu cara menerapkan ilmu pengetahuan dan teknik ke dalam produksi, beras dan padi yang dihasilkan hanya cukup memenuhi kebutuhan makan saja. Pada waktu ini, pak Vi Van Om mencantumkan kembali berbagai pengetahuan tentang penggerakan massa rakyat yang dia peroleh dari tentara untuk diterapkan ke dalam praktek kehidupan, ditambah lagi dengan kemampuan berbahasa etnis minoritas Thai, Mong, Lao dan Xinh Mun untuk membimbing warga menetapkan ilmu pengetahuan yang lebih modern ke dalam produksi pertanian, membantu warga di dukuh bersatu dalam memproduksi dan membangun kehidupan yang cukup sandang dan cukup pangan di daerah perbatasan. Tidak hanya begitu saja, dia terus mencari arah perkembangan ekonomi untuk membantu rakyat mengentas dari kelaparan dan kemiskinan. Pada tahun 1986, ketika bekesempatan melakukan kunjungan kerja di Kota Hanoi, dia diperkenalkan dengan tentang bibit jagung bastaran baru di Kabupaten Dan Phuong, Kota Hanoi yang mudah ditanam dan memberikan produktivitas tinggi. Dia telah membawa bibit jagung ini kepada keluarga, para pejabat kecamatan dan sanak keluarga untuk coba ditanam dulu dan memberikan hasil guna ekonomi yang melompat.

Pada periode pembaruan, dia terus menggerakkan rakyat meninggalkan huma untuk berfokus memperluas areal padi sawah. Dia sendiri datang ke Kabupaten Bac Ha, Provinsi Lao Cai untuk membeli 500 pohon prem untuk ditanam di bumi Chieng On, lalu menanam lagi berbagai jenis pohon buah-buahan yang lain seperti kelengkeng, kesemek, jeruk bali, jeruk manis dan lain-lain. Ketika melihat usahanya, banyak kepala keluarga juga mengikuti dia dan sekarang ini, di kecamatan ini ada kira-kira 20 hektar pohon prem, kehidupan rakyat semakin mengalami perubahan, berhasil menghapuskan jumlah kepala keluarga yang mengalami kelaparan dan mengurangi jumlah kepala keluarga miskin. Pak Vi Van Om menyatakan bahwa pejabat harus berhati nurani, bertanggung-jawab terhadap rakyat dan memikirkan kehidupan rakyat. “Pertama-tama berfokus memecahkan masalah kehidupan, kalau ada syarat akan mengembangkan masalah-masalah yang lain. Dari situ, kehidupan rakyat semakin baik, semua segi sosial-ekonomi, kebudayaan, keamanan dan pertahanan dilaksanakan dengan baik, khususnya masalah garis perbatasan, tonggak perbataan, berkoordinasi dengan pasukan tentara perbatasan untuk  memecahkan secara konsekuen masalah melewati garis perbatasan secara ilegal dan perbahasan narkotika lewat perbatasan”.

Walaupun sudah lanjut usia, tapi bapak Vi Van Om terus mendukung semua gerakan di daerah, memberikan pertimbangan  kepada pemerintahan dukuh untuk memindahkan pepohonan dan ternak serta membantu rakyat mengembangkan ekonomi. Saudara Vi Van Bien, pejabat dukuh Trang Nam, Kecamatan Chieng On, Kabupaten Yen Chau memberitahukan: “Karena ada pak Vi Van Om yang adalah sesepuh dukuh yang berprestise, maka semua masalah yang dia sosialisasikan  kepada rakyat sangat baik dan menjadi teladan bagi rakyat. Pertama ialah pemindahan struktur pepohonan. Kedua, melakukan sosialisasi kepada rakyat supaya menaati semua garis politik Partai Komunis dan hukum Negara. Dari situ, rakyat juga percaya dan mengikutinya”.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh pak Vi Van Om telah memberikan sumbangan positif terhadap gerakan seluruh rakyat membangun pedesaan baru. Dia benar-benar adalah Pahlawan Kerja di hati warga di daerah perbatasan Vietnam Barat Laut.  

Komentar

Yang lain