Pada hari-hari terakhir bulan Agustus, Kota Hanoi tampak semarak dengan bendera dan bunga dalam suasana menyambut Hari Nasional Vietnam. Tak hanya di jalan-jalan kota, ruang perayaan juga hadir di berbagai panggung, museum, situs peninggalan sejarah hingga ruang budaya ibu kota. Dalam kesempatan ini, tujuh program seni berskala besar digelar di berbagai kecamatan berdampingan dengan berbagai pameran di sejumlah pusat kebudayaan dan sejarah Hanoi. Rangkaian acara dalam rangka memperingati HUT ke-81 Hari Nasional Vietnam ini tidak hanya menambah semarak perayaan hari-hari besar nasional, tetapi juga mendekatkan kisah tentang tanah air, masyarakat, serta perjalanan sejarah kepada publik masa kini.
Salah satu kisah yang diceritakan kembali secara mendekatkan dengan kehidupan masa kini adalah drama musikal “Tuổi thơ dữ dội” atau “Masa Kanak-Kanak yang Penuh Gejolak”. Pertunjukan karya Teater “Tuổi trẻ”, ini disutradarai oleh Seniman Unggul Le Anh Tuyet dan ditulis oleh Bui Hong Que, diadaptasi dari karya dengan judul yang sama karya sastrawan Phung Quan.
Berlatar di Kota Hue pada masa perang perlawanan melawan Prancis, kisah ini menceritakan para remaja yang bergabung dengan Pasukan Pengintai Remaja Resimen Tran Cao Van. Meski hidup di tengah hujan bom dan bahaya, para tokohnya tetap mempertahankan kepolosan masa muda, cita-cita akan kebebasan, serta semangat patriotisme yang membara.
Melalui perjalanan pemuda dan pemudi yang menjalankan tugas revolusioner, karya ini menggambarkan citra generasi muda Vietnam yang penuh keberanian, siap berkorban demi kemerdekaan nasional. Pertunjukan ini memadukan bahasa teater musikal dengan seni akting, musik, vokal, tari, serta ekspresi tubuh, sehingga menghadirkan kisah yang menarik dan dekat dengan kalangan penonton muda. Seniman Unggul Anh Tuyet berbagi cerita tentang pertunjukan tersebut: “Kami memutuskan ini bukan sekadar pertunjukan untuk merekonstruksi sejarah, tetapi untuk menciptakan ruang teater di mana sejarah menjadi hidup melalui nasib jiwa serta pilihan para tokoh mudanya. Yang istimewa adalah kami tidak ingin menjadikan perang sekadar gambaran tentang pertempuran dan pengorbanan. Di balik perang terdapat pribadi-pribadi yang mengutamakan kepentingan, memprioritaskan persahabatan dan tali kawan seperjuangan di atas keselamatan mereka sendiri.
Juga dalam suasana merayakan Hari Nasional ke-81, Federasi Sirkus Vietnam menceritakan kisah sejarah melalui program “Semangat Heroik Vietnam”. Program ini menghadirkan alur sejarah Vietnam mulai dari zaman Raja Hung, figur pasangan legendaris Lac Long Quan dan Au Co yang dianggap sebagai leluhur bangsa Vietnam), hingga semangat kepahlawanan Dinasti Tran dan citra Tanah Air saat ini. Melalui teknik panggung sirkus, para seniman tidak hanya menciptakan kembali gambaran sejarah, tetapi juga ingin menyampaikan keharuan mendalam tentang Vietnam dan rakyatnya kepada penonton. Seniman Rakyat Tong Toan Thang, Direktur Federasi Sirkus Vietnam, mengatakan: “Bagian yang paling istimewa dari program ini adalah “Semangat Dong A” (semangat kepahlawanan dan kegigihan rakyat Vietnam pada masa Dinasti Tran dalam mempertahankan tanah air). Di sini, untuk pertama kalinya kami menggunakan kostum jenderal Dinasti Tran, dengan para pemain memerankan para pejuang di era tersebut. Untuk pertama kalinya pula di panggung sirkus, kita dapat melihat para jenderal menunggang kuda, serta para pejuang Dinasti Tran berlatih seni bela diri dan memamerkan bakat dan keterampilan mereka. Melalui narasi sirkus, para seniman berusaha menghadirkan keharuan mendalam, rasa bangga nasional, dan cinta tanah air kepada penonton.
Sementara panggung membawa sejarah kepada penonton melalui musik, akting, dan pertunjukan, museum-museum melestarikan kisah negara melalui dokumen, gambar, dan artefak. Dalam kesempatan ini, Museum Wanita Vietnam menyelenggarakan pameran tematik “Masa Muda dari Jalan Truong Son hingga Jalan 1C yang Legendaris”, mengajak masyarakat kembali mengenang masa-masa perang melawan Amerika Serikat melalui kisah tentang generasi-generasi yang mengabdikan masa muda mereka demi kemerdekaan, perdamaian, dan penyatuan tanah air. Ibu Nguyen Thi Tuyet, Direktur Museum Wanita Vietnam, berbagi:“Pameran ini bertujuan menyampaikan pesan kepada generasi muda masa kini yang hidup dan melanjutkan perjalanan bangsa saat ini, bahwa meskipun perang telah lama berlalu, kenangan tersebut tetap perlu kita kenang dan hormati. Kenangan ini juga mengingatkan generasi masa kini tentang bagaimana melanjutkan perjuangan para pendahulu, tetap teguh dalam menghadapi era pembangunan baru, serta membangun Vietnam agar semakin maju dan makmur.”
Selain berbagai pertunjukan seni untuk menghibur masyarakat dan wisatawan, pada malam tanggal 2 September, Kota Hanoi juga menyelenggarakan pertunjukan kembang api di lima lokasi, turut menciptakan suasana meriah yang penuh semangat dalam peringatan Hari Nasional Vietnam. Selama berhari- hari ini, cahaya dari panggung-panggung pertunjukan seni, ruang-ruang pameran, serta berbagai kegiatan budaya tidak hanya menghadirkan suasana perayaan yang semarak, tetapi juga membantu masyarakat, terutama generasi muda, memahami lebih mendalam perjuangan generasi pendahulu dan semakin menghargai nilai kemerdekaan serta perdamaian yang dinikmati saat ini.
