Pada pertengahan Maret lalu, pembangunan gedung klinik kesehatan persahabatan yang baru resmi dimulai pembangunnya di Dusun Po Hen, di Kecamatan Hai Son, Provinsi Quang Ninh. Lokasi ini berjarak sekitar 15,5 km dari Pusat Medis Mong Cai. Klinik yang dirancang dengan dua lantai dengan total luas bangunan 2450 meter persegi ini akan mencakup berbagai ruang fungsional yang diperlukan seperti: ruang pemeriksaan dan pengobatan medis umum, kantor administrasi, dan infrastruktur teknis pendukung. Proyek ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertahanan Vietnam bagi masyarakat etnis minoritas di wilayah perbatasan Hai Son, sekaligus menjadi bagian dari Program Silaturahmi Persahabatan Pertahanan Perbatasan Vietnam-Tiongkok ke-10 yang berlangsung baru-baru ini di Provinsi Quang Ninh.
Sebelum adanya kabar baik ini, jatuh sakit merupakan perjalanan yang panjang dan berat bagi masyarakat Kecamatan Hai Son. Di tengah berbagai keterbatasan itu, adanya kehadiran klinik baru ini menjadi jauh lebih berarti daripada sebelumnya.
Sebelumnya, ruang klinik di Kecamatan Hai Son relatif terbatas, dengan peralatan yang sederhana, hanya mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Dokter Vu Dinh Quyen, Kepala Klinik Kecamatan Hai Son, berbagi:
“Klinik tersebut hanya melayani pemeriksaan umum dan ultrasonografi, sedangkan peralatan lain tidak tersedia, sehingga hanya mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah”.
Dengan fasilitas yang terbatas tersebut, upaya memberikan perawatan kesehatan bagi warga pun masih menghadapi banyak kendala. San Moc Sang, seorang warga etnis minoritas San Chi dari Dusun Po Hen, menyampaikan:
“Dulu, masyarakat biasanya harus pergi ke Pusat Kesehatan Kota Mong Cai atau ke rumah sakit provinsi untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan”.
Berangkat dari kebutuhan nyata tersebut, pembangunan klinik baru ini bukan hanya sekadar investasi infrastruktur, melainkan sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas perawatan kesehatan mulai dari tingkat dasar. Dokter Vu Dinh Quyen berpendapat:
“Dengan adanya klinik baru dengan peralatan modern, memungkinkan kami menerapkan teknik pemeriksaan yang lebih canggih untuk mendeteksi penyakit tertentu yang sebelumnya sulit diidentifikasi dengan peralatan lama”.
Dengan klinik baru ini, masyarakat tidak hanya terbebas dari beban perjalanan jauh untuk berobat, tetapi juga merasakan rasa aman dan kenyamanan yang nyata dalam layanan kesehatan sehari-hari. Oleh karena itu, sejak awal pembangunan dimulai, warga setempat menyambutnya dengan penuh sukacita. Bagi tenaga kesehatan di tingkat dasar, klinik baru ini juga menjadi sumber motivasi besar untuk tetap setia pada profesi mereka:
"Dengan adanya klinik baru ini akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, membantu warga menghemat biaya, khususnya menghemat waktu serta tidak perlu pergi ke rumah sakit tingkat atas".
“Hadirnya fasilitas baru ini membuat masyarakat serta tenaga kesehatan yang bekerja di daerah sangat senang. Fasilitas yang lebih lengkap akan membantu meningkatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat”.
Dengan total investasi sebesar 52 miliar VND (sekitar 2 juta USD) dari Kementerian Pertahanan Vietnam, proyek ini sedang dijalankan dengan tanggung jawab tinggi agar dapat segera rampung dan dioperasikan. Setelah selesai, fasilitas ini akan langsung melayani 160 kepala keluarga dengan 615 jiwa, serta menjadi tumpuan layanan kesehatan bagi masyarakat dari berbagai etnis di wilayah perbatasan Hai Son. Le Van Cuong, Ketua Komite Rakyat Kecamatan Hai Son, menegaskan:
“Kami berkomitmen untuk berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait agar pembangunan berjalan sesuai jadwal, memastikan kualitas, dan segera dapat digunakan untuk melayani masyarakat. Kami berjanji akan terus mengembangkan persatuan dan persahabatan, serta membangun perbatasan Vietnam – Tiongkok yang damai, bersahabat, kooperatif, dan berkembang”.
Pembangunan klinik persahabatan baru di Kecamatan perbatasan Hai Son tidak hanya membantu menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata dari komitmen yang konsisten dalam membangun perbatasan yang damai, bersahabat, stabil, dan maju. Semua ini dilakukan demi kepentingan kemanusiaan dan kesejahteraan warga di kedua sisi perbatasan Vietnam – Tiongkok. Di wilayah perbatasan Tanah Air, masyarakat tidak hanya memperoleh rasa aman dalam hal kesehatan, tetapi juga menemukan titik penopang bagi kehidupan mereka, sehingga dapat tenang menetap di dusun, menjaga tanah dan hutan, bersama dengan pihak berwewenang membela secara kokoh kedaulatan wilayah perbatasan negara.
