Setelah 34 tahun beroperasi di Vietnam, SCG semakin memiliki keterikatan yang kuat dengan pasar dan masyarakat setempat. Menurut Niwat Athiwattananont, Wakil Presiden SCG Vietnam sekaligus Direktur Utama PT Plastik Binh Minh (anak perusahaan SCG), Vietnam merupakan pasar penting dalam strategi pengembangan SCG di ASEAN. Perusahaan tersebut menetapkan bahwa seluruh kegiatan bisnis harus mengarah pada keberlanjutan dan kemitraan jangka panjang dengan masyarakat setempat.
“Kami menganggap Vietnam sebagai rumah kedua kami. Banyak manajer SCG yang datang, tinggal, serta bekerja di sini dalam jangka panjang. Bahkan, ada yang bisa berbahasa Vietnam dan menyanyikan lagu-lagu Vietnam. Untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, SCG mengusung visi ‘Inclusive Green Growth’, yaitu pertumbuhan hijau yang inklusif.”
Berangkat dari orientasi pembangunan yang berkelanjutan dan target pertumbuhan hijau, SCG terus memperkuat berbagai solusi guna meminimalkan dampak produksi dan bisnis terhadap lingkungan. Berdasarkan pengalaman sukses di Thailand, SCG secara bertahap menerapkan berbagai inisiatif hijau di Vietnam. Salah satu yang patut disoroti adalah program Green Choice, penggunaan bahan baku yang lebih bersih, serta pengembangan produk rendah karbon. Niwat Athiwattananont menambahkan:
“Harus diakui bahwa program Green Choice yang diterapkan SCG telah meraih keberhasilan yang sangat baik di Thailand, dan kami membawa pengalaman tersebut ke Vietnam. Misalnya, dalam proyek Kompleks Petrokimia Long Son di Provinsi Ba Ria - Vung Tau, kami sedang bertransisi menggunakan bahan baku etana, bahan baku yang jauh lebih bersih dibandingkan nafta. Di sektor semen, kami memproduksi semen rendah karbon. Produk ini sukses besar di Thailand dan kini menunjukkan perkembangan yang positif saat diterapkan di Vietnam.”
Selain mengejar target bisnis dan pertumbuhan hijau, SCG juga aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Vietnam. Selama bertahun-tahun, perusahaan tersebut telah melaksanakan berbagai program beasiswa dan bantuan infrastruktur untuk mempererat hubungan dengan masyarakat setempat. Hal ini juga menjadi bagian dari orientasi pengembangan jangka panjang SCG di Vietnam, seperti yang ditegaskan Niwat:
“Kami telah melaksanakan berbagai program. Misalnya, program SCG Sharing the Dream, yang konsisten memberikan beasiswa kepada para siswa selama lebih dari 20 tahun berturut-turut. Selain itu, kami juga memiliki banyak program lainnya. Misalnya, program ‘Cinta Tanah Air demi Masa Depan’, dengan mendonasikan saluran pipa ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Sementara melalui program “Learn to Earn” kami memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat setempat, sehingga mereka berpeluang untuk belajar dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam dunia kerja.”
Mengenai prospek pasar Vietnam selama lima tahun ke depan, Niwat menilai Vietnam memiliki banyak potensi kondusif untuk menjaga tren pertumbuhan. Namun menurutnya, peluang selalu disertai dengan tantangan. Oleh karena itu, para pelaku usaha Thailand perlu mempelajari karakteristik pasar dan melakukan persiapan matang sebelum berinvestasi:
“Vietnam selama ini memasuki periode pertumbuhan pesat dengan populasi muda Vietnam yang cukup potensial. Di saat yang sama, Pemerintah Vietnam juga gencar berinvestasi di berbagai bidang infrastruktur. Saya menganggap ini sebagai peluang yang baik bagi para pelaku usaha Thailand yang ingin berekspansi ke Vietnam. Namun, mereka tetap harus memperhitungkan risiko dan menjalin kerja sama dengan mitra yang tepercaya.”
Setelah 34 tahun berkiprah, SCG tidak sekadar menjalankan bisnis, tetapi telah tumbuh menjadi bagian penting dari komunitas dunia usaha di Vietnam. Berlandaskan fokus pada pertumbuhan hijau, pembangunan berkelanjutan serta kebersamaan dengan masyarakat, SGC berharap dapat terus memperluas kerja sama dan menjalin kemitraan dengan Vietnam dalam jangka panjang. Langkah ini juga menjadi landasan bagi SCG untuk melangkah ke babak perkembangan baru di pasar Vietnam./.
