Terjalinnya kerangka Kemitraan Strategis yang Diperkuat pada Juni 2026, serta penandatanganan berbagai dokumen dan kesepakatan kerja sama, tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga menciptakan dorongan baru untuk mewujudkan target peningkatan nilai perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat di masa mendatang.
Selama 50 tahun terakhir, hubungan antara Vietnam dan Filipina terus diperkokoh dan dikembangkan secara menyeluruh dan substansial di berbagai bidang. Kedua negara telah menjadi mitra yang saling percaya, meningkatkan status hubungan menjadi Kemitraan Strategis pada tahun 2015 dan kemudian ditingkatkan lagi menjadi Kemitraan Strategis yang Diperkuat pada tahun 2026.
Kerja sama ekonomi selalu menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan kedua negara selama ini. Pada periode 2015–2025, nilai perdagangan bilateral tumbuh rata-rata lebih dari 10 persen per tahun.
Secara khusus, Filipina merupakan pasar ekspor beras terbesar Vietnam, menduduki sekitar 40 persen dari total volume ekspor beras Vietnam. Sebaliknya, beras Vietnam memasok sekitar 85 persen dari total impor beras Filipina, sehingga memberikan kontribusi penting dalam menjamin ketahanan pangan negara tersebut. Ketika menilai kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan:
"Filipina dan Vietnam membangun hubungan yang bertumpu pada kekuatan ekonomi. Vietnam kini menjadi mitra dagang dan investasi yang sangat penting bagi Filipina. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral mencapai nilai yang mengesankan sebesar lebih dari 7,7 miliar dolar Amerika Serikat. Filipina menjadi salah satu mitra yang memberikan kontribusi penting pada perkembangan teknologi Vietnam, sementara Vietnam merupakan mitra utama Filipina dalam memperkuat ketahanan pangan dan rantai pasokan industri."
Meskipun telah mencapai berbagai kemajuan penting, hubungan Vietnam–Filipina dinilai masih belum sepadan dengan potensi dan ruang kerja sama antara dua perekonomian. Dengan semakin kokohnya kepercayaan politik, hubungan bilateral ini diharapkan terus berkembang secara intensif dan ekstensif, menuju target nilai perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat di masa mendatang.
Duta Besar Vietnam untuk Filipina, Lai Thai Binh juga berpendapat bahwa sebagai sesama negara maritim, kedua belah pihak memiliki berbagai ruang kerja sama di bidang ekonomi kelautan, transportasi maritim, energi terbarukan, serta transformasi hijau.
“Di bidang perdagangan dan investasi, target nilai perdagangan bilateral sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat benar-benar realistis untuk dicapai apabila kedua negara terus menyederhanakan prosedur, memperkuat promosi perdagangan, serta meningkatkan konektivitas antarpelaku usaha. Pembenahan logistik dan konektivitas maritim akan turut memangkas biaya sekaligus meningkatkan efisiensi perdagangan. Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, dari hubungan jual beli tradisional, kedua negara perlu menuju mekanisme kerja sama jangka panjang, menstabilkan rantai pasokan, sekaligus memperluas kerja sama di bidang pertanian pintar, budidaya hasil perikanan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Ini merupakan bidang-bidang kerja sama yang sangat menjanjikan”.
Dalam Forum Bisnis Vietnam–Filipina yang berlangsung pada 1 Juni 2026, dengan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam sekaligus Presiden To Lam dan Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., pemimpin tingkat tinggi kedua negara menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya meningkatkan kerja sama ekonomi. Langkah ini diharapkan sejalan dengan landasan politik yang baik serta potensi pembangunan dari kedua perekonomian yang dinamis. Berlandaskan hubungan politik yang terus diperkuat, 15 kesepakatan yang ditandatangani pada Forum Bisnis Vietnam–Filipina diharapkan menciptakan lebih banyak dorongan baru guna memajukan kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral secara lebih kokoh di masa mendatang./.
