Melalui suara nyanyi, tatapan mata, dan perasaan yang tulus, para mahasiswa Thailand menceritakan "kisah Vietnam" dengan cara mereka sendiri dalam kontes My Viet Nam Story 2026. Kontes ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Vietnam di Thailand untuk memperingati HUT ke-50 Hubungan Diplomatik Vietnam–Thailand.
Daya tarik utama kompetisi ini bukan terletak pada persaingan, melainkan pada kedalaman emosi. Melalui penampilan para kontestan, bahasa Vietnam tidak lagi terasa sebagai bahasa asing, melainkan telah menjadi sarana untuk mencintai, memahami, dan saling berbagi.
Para kontestan muda yang berasal dari delapan universitas di Thailand yang membuka program studi bahasa Vietnam, seperti Universitas Chulalongkorn, Universitas Thammasat, Universitas Srinakharinwirot, Universitas Naresuan, dan Universitas Chiang Mai, menjadi bukti nyata pesatnya daya sebar persahabatan Vietnam-Thailand. Seorang mahasiswa Thailand mampu menyanyikan lagu Vietnam dengan penuh perasaan layaknya penutur asli, mengenakan “Ao dai” (pakaian tradisional masyarakat Vietnam) dengan percaya diri, lalu menyampaikan presentasinya dalam bahasa Vietnam. Hal itu bukan lagi sekadar proses belajar, melainkan wujud empati yang mendalam. Bahasa Vietnam kini terasa kian dekat dalam kehidupan sehari-hari dan akan terus hadir mengiringi langkah masa depan banyak mahasiswa Thailand, seperti Tuan Phong dan Phitchaya Kueakun.
-"Menurut saya, masyarakat Vietnam dan Thailand memiliki banyak kesamaan, sama-sama sangat baik hati. Setelah lulus nanti, saya ingin melanjutkan studi di Vietnam, lalu kembali ke Thailand untuk mengajar bahasa Vietnam kepada generasi muda di sini."
-"Kami sering menuliskan kosakata bahasa Vietnam di kertas, lalu membacanya satu per satu dengan lantang agar teman-teman lain bisa mendengar dan menebak apakah pengucapannya benar. Permainan ini meski sederhana tetapi menghadirkan banyak kegembiraan. Terkadang saya mengucapkannya dengan tepat, tetapi tak jarang juga keliru, hingga kami tertawa bersama. Momen-momen seperti itulah yang membuat belajar bahasa Vietnam terasa begitu menyenangkan."
Dilihat dari perspektif yang lebih luas, kegiatan seperti "My Viet Nam Story 2026" menunjukkan pergeseran dalam cara membangun hubungan internasional. Hubungan yang terjalin dari lingkungan kampus, berbagai kegiatan pertukaran, hingga pengalaman pribadi justru menjadi ikatan yang paling kuat dan berkelanjutan antara Vietnam dan Thailand. Linh Chi, dosen di Universitas Chulalongkorn, menuturkan:
"Di Universitas Chulalongkorn, mata kuliah bahasa Vietnam telah lama menjadi mata kuliah pilihan. Kami tidak hanya mengajarkan bahasa sebagai bekal karier mahasiswa di masa depan, melainkan juga membantu mereka lebih memahami dinamika sosial, budaya dan kehidupan masyarakat Vietnam. Kami kerap mengajak mahasiswa menikmati berbagai hidangan khas Vietnam, memperkenalkan musik Vietnam, hingga berbagi berbagai cerita menarik tentang negeri ini. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa merasa bahwa bahasa Vietnam sangat menarik sehingga mereka semakin bersemangat untuk mempelajarinya."
Lima puluh tahun merupakan perjalanan yang cukup panjang untuk ditengok kembali, sekaligus menjadi titik awal bagi lembaran baru hubungan Vietnam–Thailand. Hubungan kedua negara kini tidak lagi terbatas pada kerangka tradisional, melainkan kini meluas berkat kreativitas dan antusiasme generasi muda. Kisah-kisah yang diceritakan dalam bahasa Vietnam di Bangkok tidak berhenti sebagai bagian dari sebuah kompetisi semata, melainkan akan terus ditulis di masa depan – di ruang kelas, di dunia kerja, hingga dalam jalinan hubungan lintas batas./.
