Ia tidak hanya mendekatkan bahasa Vietnam kepada masyarakat Thailand, tetapi juga menghadirkan kebudayaan Vietnam dalam kehidupan sehari-hari generasi muda di Negeri Pagoda Emas tersebut.
Suasana pembelajaran bahasa Vietnam di Pusat Bahasa dan Pengetahuan Vietnam (VLK) di Bangkok selalu menghadirkan berbagai hal menarik untuk dijelajahi bersama oleh dosen dan siswa. Inilah cara yang dipilih Dosen Do Thuy Ha untuk membuat Vietnam beserta masyarakatnya terasa lebih dekat dan hidup di mata masyarakat Thailand.
Do Thuy Ha mengenang bahwa pada akhir 1990-an, pengajaran bahasa Vietnam di Universitas Chulalongkorn, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Thailand, menghadapi banyak tantangan. Bahan ajar bahasa Vietnam masih sangat terbatas dan internet belum populer, sementara gambaran tentang Vietnam sebagian besar masih berkaitan dengan kenangan perang serta sejarah. Dari pengalaman mengajarnya, Do Thuy Ha dengan cepat menyadari bahwa mengajarkan bahasa Vietnam bukan sekadar mengajarkan kosakata dan tata bahasa, melainkan juga memperkenalkan cara berpikir dan gaya hidup masyarakat Vietnam.
“Capaian hubungan diplomatik Vietnam–Thailand selama 50 tahun terakhir tidak hanya tercermin melalui angka-angka. Selama lebih dari 25 tahun mengabdi di dunia pendidikan di Thailand, saya melihat perubahan nyata dari generasi ke generasi mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa generasi pertama yang saya ajar merupakan mahasiswa pascasarjana dan mahasiswa yang mempelajari sastra atau sejarah Vietnam. Namun, generasi mahasiswa Thailand berikutnya lebih tertarik pada bahasa, pariwisata, kuliner, musik, dan feisyen Vietnam. Ini menunjukkan bahwa citra Vietnam di mata masyarakat Thailand perlahan-lahan berubah. Jika dahulu Vietnam lebih dikenal melalui buku, penelitian, atau sejarah, kini Vietnam terasa lebih dekat, hidup, dan semakin hadir dalam keseharian generasi muda Thailand.”
Tidak hanya mengajar di lingkungan perguruan tinggi, sejak awal tahun 2000-an, Dosen Do Thuy Ha juga mendirikan Pusat Bahasa dan Pengetahuan Vietnam (VLK) di Bangkok. Pusat ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan nyata masyarakat yang mencintai Vietnam, namun kesulitan menemukan tempat untuk belajar bahasa Vietnam dan mengenal kebudayaan Vietnam. Seiring waktu, VLK menjadi sebuah “Sudut Vietnam” di jantung Kota Bangkok, tempat masyarakat Thailand, diaspora Vietnam, dan sahabat internasional dapat bertemu, belajar bahasa Vietnam, menonton film, mendengarkan musik, serta berbagi kecintaan terhadap negeri berbentuk huruf S tersebut.
“Tujuan pusat ini tidak terbatas pada pengajaran bahasa Vietnam saja. Kami ingin menjadikannya sebuah ruang di Bangkok yang dapat dikunjungi tidak hanya oleh masyarakat Thailand yang mencintai Vietnam, tetapi juga oleh warga Vietnam untuk berinteraksi dan lebih memahami Vietnam. Pada hari-hari raya penting Vietnam, seperti Tahun Baru Imlek, Festival Wulan, dan Hari Nasional, pusat ini juga menyelenggarakan berbagai kegiatan kecil agar semua orang dapat berpartisipasi, belajar, dan berbaur dengan suasana kebudayaan Vietnam secara gratis.”
Pesan sederhana namun mendalam yang ingin disampaikan Do Thuy Ha melalui berbagai kegiatan Pusat VLK adalah bahwa persahabatan tidak harus dibangun dengan sesuatu yang besar, melainkan dapat terus dipupuk melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
-“Nama saya Kondon. Saya mahasiswa Thailand yang sedang belajar bahasa Vietnam dengan Ibu Ha. Pelajaran bahasa Vietnam pertama saya sangat berkesan! Kami sangat senang membahas budaya, kisah-kisah, dan gaya hidup masyarakat Thailand maupun Vietnam.”
-“Nama saya Pongpisut Pangsuk, mahasiswa tahun ketiga Fakultas Seni, Universitas Chulalongkorn. Biasanya, mempelajari bahasa Vietnam maupun bahasa asing lainnya merupakan hal yang sulit dan penuh tantangan. Namun, Ibu Ha membuat bahasa Vietnam terasa lebih mudah bagi semua orang. Dari belajar bahasa Vietnam, saya memperoleh banyak pengetahuan, mulai dari berbagai fakta menarik tentang Vietnam, sejarah, seni, dan kebudayaannya yang unik dan indah, hingga perkembangan hubungan erat antara Thailand dan Vietnam.”
Lebih dari 25 tahun dengan tekun mengajarkan bahasa Vietnam di Negeri Pagoda Emas, Dosen Do Thuy Ha telah berkontribusi nyata dalam mendekatkan Vietnam kepada sahabat Thailand melalui bahasa, budaya, dan pemahaman antarmasyarakat. Kisahnya menjadi bukti nyata bagi kekuatan pertukaran antarmasyarakat sebagai fondasi kokoh bagi persahabatan Vietnam–Thailand untuk terus berkembang di masa depan./.
