Forum Masa Depan ASEAN merupakan inisiatif penting yang diusulkan dan diimplementasikan oleh Pemerintah Vietnam sejak tahun 2024. Forum ini menarik perhatian dan kontribusi positif dari negara-negara ASEAN. Tema Forum Masa Depan ASEAN 2026 adalah “Membentuk Masa Depan Bersama: Perdamaian Kemakmuran, dan Pembangunan yang Berpusat pada Masyarakat”. Tema ini selaras dengan tema yang diajukan dalam Visi Komunitas ASEAN 2045 dan mencerminkan prioritas kerja sama ASEAN di pilar politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Kao Kim Hourn, forum tersebut secara bertahap berhasil membangun prestise dan citra merek serta menjadi saluran pembahasan yang bermanfaat dan praktis untuk berkontribusi pada proses penyusunan kebijakan dan mempromosikan kerja sama, serta memperkuat sentralitas ASEAN. Sekjen Kao Kim Hourn menyatakan:
“Forum Masa Depan ASEAN merupakan inisiatif penting Vietnam yang bertujuan untuk mempromosikan diplomasi ASEAN di tingkat regional dan global. Tahun ini, Vietnam menyelenggarakan Forum Masa Depan ASEAN tahunan yang ke-3, melanjutkan kesuksesan dua tahun sebelumnya, 2024 dan 2025. Kita harus menempatkan ASEAN di peta global. Forum istimewa ini merupakan salah satu wadah penting, di mana menurut saya, Vietnam memainkan peran konstruktif dalam membentuk kembali pesan-pesan strategis ASEAN.”
Sekjen Kao Kim Hourn menegaskan bahwa citra, posisi, dan kontribusi Vietnam setelah 30 tahun menjadi anggota ASEAN semakin diakui dan dijunjung tinggi. Vietnam telah menjadi anggota ASEAN yang sangat penting dan aktif sejak tahun 1995. Kontribusi Vietnam dapat dilihat dalam berbagai aspek, mulai dari menjaga perdamaian dan stabilitas, kemakmuran, proses integrasi regional; hingga pembangunan komunitas ASEAN.
“Perekonomian Vietnam tumbuh sangat pesat. Vietnam baru saja memiliki jajaran kepemimpinan baru, dengan terpilihnya To Lam sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis sekaligus Presiden Vietnam. Hal ini menunjukkan kepercayaan terhadap Sekjen sekaligus Presiden To Lam, tidak hanya dari rakyat Vietnam, saya pikir, tetapi juga dari masyarakat di kawasan dan seluruh dunia yang melihat bahwa Vietnam memiliki kepemimpinan yang sangat kuat. Oleh karena itu, kami sangat menantikan peran dan kontribusi Vietnam, terutama dalam berbagai aspek ASEAN.”
Untuk pertama kalinya, dalam rangkaian Forum Masa Depan ASEAN diselenggarakan sesi pembahasan khusus mengenai kerja sama antar partai politik di Asia Tenggara, serta Konferensi Pemimpin Kota-Kota ASEAN, yang dipimpin oleh Kota Hanoi. Konferensi ini juga disertai dengan serangkaian kegiatan sela mengenai Subkawasan Sungai Mekong, pemuda Asia Tenggara, dan tata kelola kecerdasan buatan. Ben Matthews, Wakil Kepala Delegasi Kerajaan Inggris untuk ASEAN merangkap Konselor Politik-Keamanan, mengapresiasi kegiatan-kegiatan dalam kerangka Forum tersebut.
“Inggris dan ASEAN sedang melaksanakan banyak kegiatan untuk merayakan HUT ke-5 Kemitraan Dialog. Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Vietnam atas peran pentingnya dalam mendukung perjalanan kerja sama kami dengan ASEAN. Perwakilan Kerajaan Inggris untuk ASEAN telah berkoordinasi dengan Akademi Diplomatik Vietnam, untuk menyelenggarakan lokakarya "Generasi Penerus Forum Masa Depan ASEAN 2026". Hasil dari lokakarya ini juga akan berkontribusi pada Forum Masa Depan ASEAN 2026, khususnya mengenai bagaimana pemuda ASEAN dan para mitra seperti Inggris memandang tantangan di masa depan dan mendukung ASEAN dalam menyelesaikan masalah-masalah ini.”
Forum Masa Depan ASEAN 2026 juga diharapkan oleh para pakar dan akademisi di kawasan dapat memberikan lebih banyak perspektif, inisiatif, dan rekomendasi kebijakan praktis pada proses pembangunan Komunitas ASEAN, sehingga menegaskan kembali peran Vietnam sebagai anggota yang aktif dan berkontribusi secara bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama regional./.
