Penandatanganan resmi “Kesepakatan Konsesi untuk Perancangan, Pembangunan, Mobilisasi Modal, Pengoperasian, dan Pemeliharaan Proyek Jalur Kereta Api Laos–Vietnam” antara Pemerintah Laos dan PT Jalan Kereta Api Laos–Vietnam, untuk ruas dari Kotamadya Thakhek, Provinsi Khammuone (Laos Tengah), hingga Mu Gia, Provinsi Quang Binh, di perbatasan Vietnam–Laos, merupakan langkah awal yang penting menuju realisasi pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan kedua negara.
Jalur kereta api Laos–Vietnam membentang sepanjang 562 kilometer, dimulai dari ibu kota Laos, Vientiane, hingga Pelabuhan Vung Ang di Vietnam. Dari total tersebut, ruas dari Kotamadya Thakhek menuju Mu Gia memiliki panjang sekitar 147 kilometer. Proyek strategis tingkat nasional bertujuan membantu Laos mewujudkan Resolusi Nomor 4 Komite Sentral Partai Revolusioner Rakyat Laos mengenai pembangunan ekonomi yang independen dan mandiri. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat mempercepat integrasi dan konektivitas Laos dengan kawasan dan dunia, serta memfasilitasi produksi, jasa, perdagangan, dan investasi.
Proyek ini juga diharapkan dapat mengubah status Laos dari negara yang terkurung daratan, menjadi negara yang terintegrasi dan, terkoneksi dengan menjadikan Pelabuhan Vung Ang sebagai pintu gerbang utamanya menuju laut. Wakil Perdana Menteri Laos sekaligus Ketua Badan Pengarah Nasional urusan Proyek Jalur Kereta Api Laos–Vietnam, Saleumxay Kommasith, mengatakan:
"Proyek Kereta Api Laos–Vietnam merupakan proyek penting dalam integrasi negara dan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Sosial-Ekonomi Nasional Lima Tahun ke-10. Proyek ini mendapat dukungan penuh serta menjadi prioritas Pemerintah Laos maupun Vietnam sejak Pertemuan Komite Antarpemerintah Laos–Vietnam tahun 2021. Selain itu, proyek ini juga sejalan dengan Koridor Ekonomi Timur–Barat, serta kebijakan untuk mengubah status Laos dari negara yang terkurung daratan menjadi negara yang terhubung dengan kawasan dan dunia."
Jalur kereta api ini memenuhi standar internasional sehingga mampu memfasilitasi konektivitas antarkawasan. Kereta penumpang diperkirakan beroperasi dengan kecepatan maksimum 150 km/jam, sedangkan kereta barang sekitar 80 km/jam. Dengan demikian, jalur ini akan mampu memenuhi kebutuhan angkutan penumpang maupun barang. Dengan total investasi sekitar 6,6 miliar dolar Amerika Serikat, proyek ini dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2026 dan mulai beroperasi pada tahun 2030. Jalur kereta api Vientiane – Vung Ang diharapkan dapat secara signifikan menurunkan biaya transportasi, mendorong kelancaran perdagangan, serta memperkuat integrasi Laos ke pasar regional maupun global.
Sebelumnya, Sidang Pertama Parlemen Laos angkatan ke-10 telah menyetujui prinsip investasi pembangunan jalur kereta api Laos–Vietnam. Dalam Sidang tersebut, Wakil Ketua Parlemen Laos, Vilayvong Boutdakham menekankan:
"Pembangunan jalur kereta api Laos–Vietnam, khususnya ruas dari Kotamadya Thakhek di Provinsi Khammuone (Laos) menuju Pos Perbatasan Mu Gia (Vietnam), dilaksanakan oleh berbagai perusahaan Laos melalui skema BOT. Pembangunan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara, memudahkan transportasi, sekaligus memberikan Laos jalur terdekat menuju laut melalui Pelabuhan Vung Ang, sehingga membuka akses komoditas Laos ke pasar dunia. Jalur kereta api Laos–Vietnam bukan sekadar rute transportasi biasa, melainkan urat nadi ekonomi yang turut meningkatkan posisi Laos di kancah internasional."
Proyek jalur kereta api Vung Ang – Mu Gia – Thakhek – Vientiane ditetapkan sebagai salah satu proyek infrastruktur utama dalam kerja sama Vietnam–Laos. Jalur ini turut membentuk koridor transportasi yang efisien, yang menghubungkan Laos secara langsung dengan Laut Timur melalui sistem pelabuhan di wilayah Vietnam Tengah. Proyek strategis ini merupakan wujud nyata dari hubungan kerja sama yang mendalam, sekaligus menjadi simbol persahabatan agung, solidaritas istimewa, kerja sama yang komprehensif, dan keterkaitan strategis antara Partai, Pemerintah, serta rakyat Vietnam dan Laos.
