(VOVWORLD) - Belakangan ini, di Thailand muncul satu nama yang sangat populer di media sosial yaitu Moo Deng. Tidak hanya menjadi "fenomena nasional" di Thailand, kuda nil kerdil betina yang akan berusia 1 tahun ini juga terpilih oleh Majalah Time sebagai salah satu "ikon paling viral tahun 2024". Sebagai "bintang", Moo Deng telah menarik perhatian masyarakat dan wisatawan dari berbagai daerah untuk melihatnya di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow, Provinsi Chon Buri. Khususnya, popularitas Moo Deng secara tidak langsung membantu meningkatkan perhatian terhadap spesies kuda nil kerdil yang sedang terancam punah ini.
Moo Deng dan ibunya. Foto: VOV |
Sejak Moo Deng menjadi terkenal di media sosial, jumlah pengunjung yang datang ke Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow meningkat tajam. Sejak bulan Oktober tahun lalu hingga kini, lebih dari 1 juta pengunjung telah datang hanya untuk melihat kelucuan " kuda nil kerdil betina" ini. Beberapa wisatawan menuturkan :
- Saya melihat klip tentang Moo Deng di TikTok dan Facebook. Moo Deng sangat lucu, nakal, dan gemuk. Saya pernah datang ke sini saat saya masih kecil. Sekarang saya kembali untuk melihat apakah Moo Deng terlihat seperti di klip atau tidak dan seberapa besar ukurannya.
-Moo Deng imut sekali, dia lucu bermain. Saya sangat senang menontonnya di YouTube. Dia memang sudah dewasa, tetapi ukurannya masih sama. Pada tahun lalu, saya juga datang di sini tetapi tidak bisa masuk melihatnya karena pengunjung terlalu banyak.
Tidak hanya di Thailand saja, sosok Moo Deng juga muncul di lebih dari 30 program televisi dalam dan luar negeri, dari Jepang hingga Amerika Serikat. Kanal YouTube "Studio Live" milik kebun binatang bahkan menyiarkan langsung aktivitas Moo Deng selama 24 jam, dengan ribuan penonton setiap hari. Saudara Mongkolchai Satyarat, pengasuh Moo Deng sekaligus pemilik akun TikTok tentang Moo Deng, mengatakan:
Saya merekam Moo Deng dan mengunggahnya di TikTok setiap hari, terutama saat dia lari dan main dengan air. Klip terpopulernya telah mencapai 9,9 juta penonton.
Wisman dengan senang mengunjungi Moo Deng. Foto: VOV |
Didirikan pada tahun 1978, Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow bukan hanya tempat rekreasi saja, tetapi juga pusat konservasi. Walaupun tingginya jumlah pengunjung dapat mempengaruhi kesehatan hewan, tetapi pihak pengelola kebun binatang tersebut telah menetapkan rute tur yang jelas, membatasi waktu setiap kunjungan ke Moo Deng hanya 5 menit untuk menjamin agar setiap orang berpeluang untuk bertemu tanpa membebani kuda nil betina terkenal ini. Bapak Srisak Sukchum, Asisten Direktur Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow, mengatakan:
"Saat mengunjungi Moo Deng, hal terpenting yang harus kami pelajari ialah kesejahteraan hewan agar Moo Deng tidak terganggu. Oleh karena itu, kami harus mematuhi prosedur perawatan seketat mungkin. Perekaman Moo Deng untuk keperluan bisnis seperti produk pakaian dan peralatan harus mendapat izin dari Organisasi Kebun Binatang Nasional, sebelum diteruskan ke Kebun Binatang Khao Kheow.”
Srisak Sukchum, Asisten Direktur Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow. Foto: VOV |
Saat ini, hanya tersisa 2.000 hingga 2.500 kuda nil kerdil di dunia, dan 6 di antaranya sedang dirawat di Khao Kheow. Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow berencana membangun "Desa Kuda Nil" dengan tujuan pendidikan, konservasi, dan ekowisata. Bapak Srisak Sukchum, Asisten Direktur Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow, menambahkan:
Fenomena "Moo Deng" sedang tersebar luas di media membantu masyarakat baik di dalam maupun luar negeri lebih memahami perilaku, karakteristik, dan cara perawatan kuda nil kerdil. Kebun binatang juga sedang melakukan penangkaran untuk meningkatkan populasi kuda nil kerdil.
Moo Deng bukan hanya sekedar bintang, tetapi juga duta kecil dengan pesan besar bahwa setiap makhluk di bumi layak untuk dicintai, dilestarikan, dan dihargai. Jika Anda berkesempatan, silakan kunjungi Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow – tempat Moo Deng tetap ceria bermain setiap hari – untuk melihat langsung kuda nil betina kerdil termanis di Thailand dan sekaligus mendukung upaya konservasi spesies ini.