Dalam rangka memperingati HUT ke-101 Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 – 21 Juni 2026), kami mengajak Anda untuk menengok kembali perjalanan para jurnalis Vietnam dan rekan-rekan Laos yang telah bersama-sama menjaga jembatan persahabatan yang kokoh tersebut.

Jurnalis Nguyen The Nghiep kini telah berusia lebih dari 80 tahun. Namun, setiap kali membaca kembali bait-bait puisi yang menceritakan pengalamannya sebagai seorang pakar di Laos, ia masih merasa terharu dan sangat bangga. Sebagai wartawan tetap Kantor Berita Vietnam di Provinsi Nghe An pada masa perang yang sengit, ia ditugaskan ke Laos dari tahun 1970 hingga 1973 untuk membantu membangun kantor berita negara sahabat tersebut. Tiga tahun memang bukan waktu yang panjang, tetapi ia telah menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk meneliti, mengumpulkan kisah-kisah dan peristiwa sejarah kedua negara, hingga menghasilkan banyak buku mengenai persahabatan Vietnam–Laos. Jurnalis Nguyen The Nghiep menceritakan:

"Radio Suara Vietnam (VOV), Kantor Berita Vietnam, dan Radio Pathet Lao memiliki hubungan yang sangat istimewa. Sejak tahun 1954, Jurnalis Tran Lam (salah seorang pertama yang ditugaskan oleh Presiden Ho Chi Minh untuk membangun penyiaran radio Vietnam) telah membantu Laos mendirikan stasiun radio di Kamp Anak-anak Dong Da. Kami juga membantu Laos melakukan penyiaran di dekat perbatasan Xam Neua. Setelah Xam Neua dibebaskan, kami bertugas di Radio Ban Bak dan Kantor Berita Phukhe. Mereka melakukan penyiaran, sementara kami menyediakan berita, sehingga hubungan kami sangat erat. Pada periode 1962–1967, ketika Amerika Serikat melancarkan serangan secara intensif, para pakar Vietnam membantu memindahkan stasiun radio Laos ke Nho Quan, Provinsi Ninh, Binh agar gelombang siaran tidak terputus."

Pada waktu itu, dengan dukungan para pakar Laos, Program Siaran Bahasa Laos dari Radio Suara Vietnam resmi mengudara pada 12 Oktober 1954.

Dengan semangat “membantu sahabat berarti membantu diri sendiri”, para pejabat dan pakar Vietnam juga berupaya mengatasi semua kesulitan dan tantangan untuk terus membangun Program Siaran Bahasa Vietnam. Pada 1 Mei 1966, Program Siaran Bahasa Vietnam pertama resmi disiarkan oleh Radio Pathet Lao, pendahulu Radio Nasional Laos saat ini. Khampay Xuxphavongtay, salah satu dari dua penyiar pertama program tersebut, masih mengingat dengan jelas hari-hari bertugas dalam kondisi yang sangat sulit namun penuh dengan kehangatan persaudaraan dan solidaritas antarrekan sejawat.

"Sejak 10 Maret 1966, saya putus sekolah untuk menjalankan tugas revolusi. Paman Doanh dari VOV datang untuk membimbing kami tentang cara menerjemahkan. Namun pada tahun 1966, Amerika Serikat mengebom Kota Hanoi sebanyak dua hingga tiga kali. Saat itu, Radio Pathet Lao harus dipindahkan ke bunker B1 di Kabupaten Nho Quan, Provinsi Ninh Binh. Semua fasilitas, mulai dari ruang redaksi hingga ruang telegraf yang telah dipersiapkan dengan bantuan VOV, siap digunakan ketika kami berpindah ke lokasi tersebut untuk menjalankan tugas."

Dari bunker-bunker penyiaran pada masa perang di tengah pegunungan Nho Quan, Ninh Binh (Vietnam), Phukhe dan Xam Neua (Laos) hingga studio modern saat ini, acara-acara siaran luar negeri terus dipancarkan, turut meningkatkan pemahaman, memperkuat kepercayaan politik, dan mendorong pertukaran antarmasyarakat kedua negara. Wakil Direktur Jenderal VOV, Vu Hai Quang, mengatakan:

"Setelah pembebasan pada tahun 1975, Radio Suara Vietnam membantu Laos membangun berbagai stasiun radio di Provinsi Xiengkhouang, Huaphan, dan Bolikhamxay. Sejak tahun 2008 hingga sekarang, melalui kesepakatan kerja sama bilateral Vietnam–Laos, setiap tahun Radio Suara Vietnam membantu Kementerian Informasi, Kebudayaan, dan Pariwisata Laos untuk memperbarui fasilitas, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas jangkauan siaran radio di seluruh negeri.

Tidak hanya di bidang penyiaran radio, dalam beberapa tahun terakhir kantor-kantor pers besar kedua negara seperti Televisi Nasional, Kantor Berita, serta Persatuan Wartawan Vietnam dan Persatuan Wartawan Laos secara rutin berkoordinasi menyelenggarakan lokakarya profesional, program pelatihan, peningkatan kompetensi dan pertukaran pengalaman.

Pada 13 Mei 2026 lalu di Vientiane, Laos, dalam rangka dialog bilateral antara Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Laos, kedua pihak menandatangani MoU Kerja Sama Informasi Vietnam–Laos periode 2026–2030. Dokumen ini menjadi landasan penting untuk semakin memperkuat kerja sama di bidang informasi secara umum dan pers kedua negara secara khusus.

Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan efektivitas kerja sama antara kedua negara, tetapi juga menunjukkan upaya tanpa henti dari sektor pers dan komunikasi serta para jurnalis dalam menghubungkan rakyat kedua negara dan bersama-sama memupuk hubungan persahabatan agung, solidaritas istimewa, serta kerja sama komprehensif dan keterikatan strategis antara Vietnam dan Laos.