Acara tahunan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ASEAN (8 Agustus 1967), sekaligus mempererat pertukaran budaya dan keakraban komunitas ASEAN yang tinggal dan bekerja di Federasi Rusia.
Acara diawali dengan upacara pengibaran bendera ASEAN. Lebih dari 200 pejabat, staf, serta anggota keluarga dari Kedutaan Besar negara-negara ASEAN di Moskow hadir dalam upacara pengibaran bendera dan menyanyikan Lagu ASEAN, menunjukkan semangat solidaritas dan keakraban komunitas ASEAN di Federasi Rusia.
Dalam acara tersebut, Duta Besar (Dubes) Filipina untuk Federasi Rusia sekaligus Ketua Bergilir Komite ASEAN di Moskow tahun 2026, Igor Bailen, menekankan bahwa kekuatan ASEAN terletak pada kemampuannya mengatasi perbedaan serta membina kepercayaan melalui dialog dan diplomasi. Menurutnya, semangat itu tidak hanya ditunjukkan dalam pernyataan-pernyataan bersama, tetapi juga dipupuk melalui berbagai kegiatan pertukaran antarkomunitas ASEAN. Dalam wawancara bersama koresponden Radio Suara Vietnam di Federasi Rusia, Dubes Igor Bailen turut mengapresiasi peran Vietnam dalam mendorong hubungan ASEAN-Rusia serta mempererat keakraban komunitas ASEAN di Moskow.
"ASEAN terus berkembang menjadi sebuah komunitas dengan visi dan identitas bersama, yang menghimpun 11 negara anggota. Dalam komunitas ini, Vietnam merupakan anggota yang sangat penting. Acara ini diselenggarakan di Pusat Perdagangan Hanoi-Moskow yang dimiliki dan dikelola oleh Vietnam. Hal tersebut mencerminkan semangat tanggung jawab dan peran kepemimpinan Vietnam dalam menyediakan sarana bagi seluruh komunitas ASEAN untuk melakukan berbagai kegiatan bersama. Selain itu, Vietnam juga menunjukkan cara mempererat hubungan kerja sama dengan Federasi Rusia."
Setiap gerai dalam acara tersebut tidak hanya memperkenalkan makanan atau produk tradisional, tetapi juga menyampaikan kisah identitas budaya dari masing-masing negara. Vietnam berpartisipasi dengan menampilkan pertunjukan kecapi “tranh” serta menyajikan dua kuliner tradisional, yaitu “nem rán” (lumpia goreng) dan “bánh rán” (onde-onde goreng).
Selain memperkenalkan budaya dan kuliner, para diplomat muda Vietnam juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pertukaran untuk turut menyebarluaskan citra negara dan masyarakat Vietnam kepada para sahabat internasional. Nguyen Thanh Liem, Sekretaris Tiga Kedutaan Besar Vietnam untuk Federasi Rusia, mengatakan:
"Semangat ASEAN tidak hanya ditunjukkan dalam dokumen atau rapat, tetapi juga tercermin jelas melalui kegiatan pertukaran budaya antarmasyarakat negara-negara ASEAN seperti hari ini. Kami adalah para diplomat muda yang membawa rasa bangga untuk memperkenalkan citra Vietnam, budaya, kuliner, dan seni Vietnam, serta berkontribusi pada kesuksesan acara ini secara keseluruhan."
Jika gerai-gerai kuliner membantu para peserta menjelajahi identitas masing-masing negara, berbagai pertunjukan seni dan permainan bersama semakin mendekatkan mereka satu sama lain. Suasana pesta kian meriah saat perwakilan Indonesia mengajak seluruh peserta menari Gemu Fa Mire bersama-sama. Ernaherlina, Sekretaris Tiga Urusan Informasi, Kebudayaan, dan Sosial Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow mengatakan:
Setelah hampir 60 tahun berdiri dan berkembang, ASEAN tidak hanya dikenal sebagai organisasi kerja sama regional, melainkan telah menjadi komunitas yang semakin kohesif. Pesta Keluarga ASEAN 2026 di Moskow merupakan gambaran kecil dari komunitas tersebut, sebuah ruang ketika negara-negara anggota saling berbagi identitas budaya, sekaligus mengusung nilai-nilai bersama untuk perdamaian, kerja sama, dan pembangunan./.
