Hari Pasar Si Lo Lau – Titik Pertemuan Budaya di Daerah Perbatasan Provinsi Lai Chau

(VOVWORLD) - Hari Pasar Si Lo Lau di Kecamatan Si Lo Lau, Provinsi Lai Chau, bukan sekadar tempat pertukaran barang. Pasar ini merupakan titik pertemuan budaya yang khas dari masyarakat etnis-etnis minoritas di wilayah pegunungan Barat Laut (Vietnam Utara). Warga setempat biasa menyebut pasar Si Lo Lau sebagai "Pasar Tanduk" karena diselenggarakan pada hari-hari yang disebut "hewan bertanduk di anatara 12 shio" dalam sebulan (hari Kerbau dan hari Kambing) berdasarkan kalender Imlek.
 
Hari Pasar Si Lo Lau – Titik Pertemuan Budaya di Daerah Perbatasan Provinsi Lai Chau - ảnh 1Para pelajar menikmati ciri budaya khas dari hari pasar Si Lo Lau. Foto: VOV

Dalam bahasa “Quan Hỏa” (Bahasa Mandarin Barat Daya), Si Lo Lau berarti "12 tingkat tanjakan". Perjalanan menuju ke sana memang penuh tantangan, namun sangat memikat. Jalan yang berkelok-kelok dan tanjakan yang sambung menyambung menyuguhkan pemandangan alam yang spektakuler, mulai dari hamparan sawah terasering yang membentang luas hingga perkebunan kapulaga yang luas di bawah rimbunnya kanopi hutan.

Setiap akhir pekan, jalur menuju pusat Kecamatan Si Lo Lau seolah berdenyut dengan vitalitas baru. Suara langkah kaki yang ramai dan suara orang-orang yang saling menyapa berpadu dengan warna-warna cerah kain tenun ikat yang dikenakan oleh masyarakat etnis minoritas Mong, Dao, dan Ha Nhi saat datang ke pasar. Phan Phu Du, warga Dukuh La Nhi Thang, Kecamatan Si Lo Lau, mengatakan:

Saya berpartisipasi pada semua hari pasar. Setiap kali hari pasar tiba, saya mengantar istri dan anak-anak saya datang ke pasar untuk bertemu kerabat, serta membawa hasil pertanian jualan. Pada hari pasar itu pulalah saya dan istri saya pertama kali bertemu dan kemudian menikah.

Hari Pasar Si Lo Lau – Titik Pertemuan Budaya di Daerah Perbatasan Provinsi Lai Chau - ảnh 2Hari pasar Si Lo Lau dibangun menjadi titik pertemuan budaya di Provinsi Lai Chau.Foto: VOV

Di hari pasar Si Lo Lau, warga tidak hanya melakukan jual beli barang, tetapi juga saling berbagi keunikan budaya dan mempererat persatuan masyarakat daerah perbatasan. Phan Ta May, warga etnis Dao, menceritakan:

"Orang-orang pergi ke pasar bukan hanya untuk membeli dan menjual barang saja. Hari pasar ini sangat menyenangkan! Para pemuda berjanji untuk bertemu dengan teman-teman, berjalan-jalan, dan banyak orang telah menemukan pasangan hidup mereka di hari pasar ini."

Hari pasar Si Lo Lau juga menjadi pusat kuliner tradisional. Di antara gerai-gerai kain tenun ikat yang berwarna-warni, tersaji keranjang sayuran liar, ikatan rebung kering, tanduk sapi, madu, dll. Setiap orang yang datang ke sini biasanya ingin membeli suvenir, atau sekadar duduk bersama teman-teman di depan sepanci “thắng cố” yang mengepul (hidangan tradisional khas dari masyarakat etnis Hmong, yang terbuat dari daging dan jeroan kuda) untuk meresapi aroma kuliner daerah pegunungan. Keunikan inilah yang secara bertahap menjadikan hari pasar Si Lo Lau sebagai destinasi wisata yang menarik. Giang A Lu, pejabat dari Departemen Kebudayaan Kecamatan Si Lo Lau, mengatakan:

“Pemerintah daerah kami telah menyusun proyek untuk melestarikan dan mengembangkan nilai hari pasar yang terintegrasi dengan pengembangan pariwisata. Kami membangun area pameran untuk produk-produk khas lokal serta menyelenggarakan hari-hari pasar permanen. Selain itu, kami menghubungkan paket wisata dengan destinasi-destinasi ekowisata dan pasar daerah pegunungan di berbagai kebupaten tetangga untuk menarik wisatawan.”

Hari Pasar Si Lo Lau – Titik Pertemuan Budaya di Daerah Perbatasan Provinsi Lai Chau - ảnh 3Di hari pasar Si Lo Lau, warga tidak hanya melakukan jual beli barang, tetapi juga saling berbagi keunikan budaya dan mempererat persatuan masyarakat daerah perbatasan. Foto: VOV

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke hari pasar Si Lo Lau, Pos Penjaga Perbatasan Si Lo Lau berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyosialisasikan pelestarian identitas budaya kepada masyarakat. Kapten Ma A Phong, komandan di Pos Penjaga Perbatasan Si Lo Lau, mengatakan:

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk mengedukasi masyarakat tentang pelestarian identitas budaya, terutama hari pasar, kepada masyarakat. Selain itu, kami juga menjamin keamanan dan ketertiban agar masyarakat dan wisatawan merasa tenang saat datang ke pasar. Kami akan terus mengirimkan pasukan ke daerah tersebut untuk membangun pasar menjadi destinasi yang ramah dan nyaman”.

Hari pasar Si Lo Lau bukan sekadar tempat pelestarian identitas budaya, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan tradisi dan modernitas, serta manusia dengan alam. Melalui perpaduan antara perdagangan, pertemuan sosial dan koneksi, serta budaya tradisional dan modern, pasar Si Lo Lau telah menjelma menjadi "titik pertemuan budaya" di wilayah perbatasan Provinsi Lai Chau./.

Komentar

Yang lain