(VOVWORLD) - Dalam Resolusi tentang pengembangan kebudayaan Kota Da Nang untuk periode 2026-2030, dengan visi hingga tahun 2045, Pemerintah Kota Da Nang (Vietnam Tengah) menargetkan industri budaya untuk berkontribusi lebih dari 10% terhadap PRDB pada tahun 2030. Langkah ini bertujuan menjadikan Da Nang sebagai pusat industri budaya utama di Vietnam, dengan daya saing di tingkat regional.
Wisman mengunjungi Museum Seni Ukir Cham Da Nang. Foto: VOV |
Terletak di jantung kota Da Nang, Museum Seni Ukir Cham Da Nang menjadi tujuan wisata yang menarik banyak pengunjung, terutama wisatawan mancanegara (wisman). Pada akhir tahun lalu, proyek renovasi, peningkatan mutu (upgrade), dan perbaikan museum telah selesai dilakukan. Kini Museum tampil dengan wajah baru yang dianggap sebagai perubahan signifikan dalam sejarah panjang bangunan ikonik yang telah berdiri lebih dari 100 tahun. keberadaan bangunan simbolik ini. Vinita Gulanikar, seorang wisatawan asal India, menuturkan:
“Saya sangat mengagumi pendiri museum ini. Pembangunan museum Cham lebih dari 100 tahun yang lalu menunjukkan visi dan dedikasi besar sang pendiri terhadap warisan budaya. Banyak karya yang dipamerkan memiliki nilai artistik yang sangat tinggi.”
Pada tahun 2025, jumlah pengunjung ke berbagai museum dan situs warisan di Kota Da Nang meningkat drastis, dengan persentase peningkatan jumlah wisman yang cukup signifikan. Museum Seni Ukir Cham telah menyambut 250.000 pengunjung; sementara Museum Da Nang mencatat hampir 310.000 kunjungan, atau meningkat lebih dari 116% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Para pelajar mengunjungi Museum Da Nang. Foto: VOV |
Secara khusus, pembukaan kembali Museum Da Nang di lokasi baru yaitu di Jalan Bach Dang Nomor 42 pada 1 April 2025 telah memicu lonjakan pengunjung. Ini merupakan museum pertama di Vietnam yang menerapkan kecerdasan buatan (AI) untuk narasi dan presentasi, serta menggunakan pemetaan 3D, film dokumenter, dan slide gambar untuk meningkatkan pengalaman dan interaksi pengunjung. Huynh Dinh Quoc Thien, Direktur Museum Da Nang, mengatakan:
Museum ini telah menyambut banyak wisman. Mereka tertarik dan terkesan dengan ruang pameran di museum baru. Berbagai agen perjalanan internasional di Da Nang, terutama yang menawarkan tur kepada wisatawan asal Republik Korea, juga datang untuk melakukan survei. Mereka berkomitmem untuk memasukkan Museum Da Nang ke dalam destinasi utama bagi wisatawan Republik Korea yang berkunjung ke Da Nang. Ini adalah sinyal yang sangat menggembirakan.
Saat ini, Kota Da Nang sedang mengalokasikan sumber daya besar untuk sektor kebudayaan. Berbagai situs peninggalan sejarah dan budaya terus dibangun, dipugar, dan direnovasi. Contoh tipikalnya termasuk Proyek pemutakhiran fasilitas di Jalan Bach Dang, Nomor 42 untuk pembangunan Museum Da Nang yang baru, dengan biaya sebanyak lebih dari 500 miliar VND (lebih dari 19 juta USD). Selain itu terdapat Proyek “Upgrade dan renovasi Tugu peringatan kota serta pemugaran dan perluasan Lapangan 29 Maret, dengan biaya 212 miliar VND (lebih dari 8 juta USD); serta Proyek upgrade dan renovasi Taman 29 Maret, dengan biaya 673 miliar VND (hampir 26 juta USD)...
Komite Rakyat Kota Da Nang juga menyetujui kebijakan investasi dan pembangunan Proyek Pusat Kebudayaan dan Perfilman dengan total investasi hampir 520 miliar VND (20 juta USD). Selain itu, penyelenggaraan acara-acara seperti Festival Kembang Api Internasional Da Nang dan Festival Film Asia Da Nang telah berkontribusi besar dalam membentuk identitas budaya Da Nang.
Festival Film Asia Da Nang berkontribusi besar dalam membentuk identitas budaya Da Nang. Foto: VOV
|
Resolusi Kongres Pertama Komite Partai Kota Da Nang menetapkan target untuk mencapai omzet industri budaya sekitar 10% dari PRDB pada tahun 2030. Pemerintah setempat menetapkan industri budaya sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru sekaligus sektor penting untuk memperkokoh identitas, dan meningkatkan daya tarik, dan memposisikan brand perkotaan Da Nang. Nguyen Thi Anh Thi, Wakil Ketua Komite Rakyat Kota Da Nang, menegaskan:
Kota Da Nang juga telah menyusun banyak proyek, terutama Proyek pengembangan industri budaya kota. Kota ini terus menerapkan solusi terobosan dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya, guna mencapai target membangun Kota Da Nang menjadi pusat acara regional dan internasional pada tahun 2030.
Dalam peta jalan pembangunan kota ekologis dan pintar, serta sebagai pusat inovasi kreatif di Vietnam Tengah, Kota Da Nang secara bertahap menjadikan industri budaya sebagai pilar pembangunan baru. Sektor-sektor industri budaya ini tidak hanya berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diharapkan menjadi fondasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan identitas, daya saing, serta reputasi kota pesisir ini di tingkat regional.