Yang terkini adalah kebijakan membangun 100 sekolah berasrama terpadu di berbagai kecamatan perbatasan guna memfasilitasi anak-anak di wilayah terpencil dan pelosok agar dapat belajar dalam lingkungan yang aman, kondusif, dan lebih setara.

Membuka Ruang Pendidikan Baru di Wilayah Pegunungan dan Wilayah Perbatasan

Selama beberapa tahun terakhir, berbagai kebijakan pendidikan untuk wilayah permukiman masyarakat etnis minoritas dan pegunungan secara bertahap diperluas, mulai dari dukungan bagi para pelajar hingga investasi infrastruktur serta pengembangan sistem sekolah berasrama dan semi-berasrama terpadu. Di sejumlah kecamatan perbatasan, kebijakan pembangunan sekolah berasrama terpadu ini telah menambah sumber daya penting bagi dunia pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang stabil dan sesuai dengan karakteristik daerah setempat.

Bagi anak-anak di wilayah perbatasan, sebuah sekolah yang dibangun dengan fasilitas memadai dapat membuka ruang bagi mereka untuk belajar dan mengembangkan diri. Yang terpenting, seluruh sumber daya tersebut pada akhirnya benar-benar diwujudkan menjadi bentuk nyata yang dapat dirasakan oleh anak-anak.

Di kelas saya, setiap murid duduk di mejanya masing-masing dan ada juga televisi. Di kamar saya, ada meja dan kursi untuk belajar, serta lemari sendiri untuk menyimpan pakaian dan sepatu. Saya sangat menyukainya."

“Sekolah barunya sangat indah, ada kolam renang dan lapangan sepak bola. Saya merasa sangat tenang memercayakan anak saya bersekolah di sini karena ada fasilitas asramanya lengkap, serta ada guru-guru yang mengasuh dan mendampingi anak saya.”

Perbaikan kondisi belajar menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak untuk mendapatkan lebih banyak kesempatan dalam proses pembelajaran serta menyongsong masa depan. Profesor Muda, Doktor Bui Hoai Son, anggota yang bekerja penuh waktu Komisi Sosial-Budaya Majelis Nasional (MN) Vietnam menuturkan:

“Pembangunan sekolah-sekolah terpadu di wilayah perbatasan merupakan kebijakan yang sangat humanis. Berinvestasi pada sekolah di wilayah perbatasan berarti berinvestasi pada manusia dan masa depan wilayah tersebut. Ini juga merupakan cara berkelanjutan untuk memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan Partai dan Negara”.

Menginvestasikan Pendidikan, Menciptakan Fondasi Pembangunan bagi Wilayah Perbatasan

Dengan arah kebijakan pembangunan sekolah berasrama terpadu di kecamatan-kecamatan perbatasan, pendidikan ditempatkan pada visi yang lebih jangka panjang: meningkatkan kualitas sumber daya, menciptakan fondasi pembangunan sosial-ekonomi dan memperkokoh stabilitas - kawasan yang memiliki posisi sangat strategis ini.

Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) menyetujui kebijakan investasi pembangunan sekolah di 248 kecamatan perbatasan di daerah, dengan tahap awal membangun 100 sekolah, lalu dilanjutkan dengan pembangunan sekolah berskala besar. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan infrastruktur yang mendesak, tetapi juga menciptakan sistem sekolah yang lebih sesuai dengan kondisi di kecamatan-kecamatan perbatasan. Dalam upacara peresmian Sekolah Berasrama SD dan SMA Si Pa Phin, Provinsi Dien Bien pada Januari tahun 2026, Sekretaris Jenderal (Sekjen) sekaligus Presiden To Lam menekankan: “Bagi wilayah perbatasan dan terpencil, pendidikan bukan sekadar bertujuan meningkatkan kecerdasan masyarakat dan melatih sumber daya manusia, melainkan juga merupakan solusi mendasar dan jangka panjang untuk menjaga kedaulatan nasional langsung dari akarnya – yaitu manusia dan komunitas warga yang melekat dengan tanah, desa, garis batas, dan patok perbatasan. Kebijakan investasi pembangunan sistem sekolah berasrama terpadu di desa-desa perbatasan adalah keputusan yang bijaksana dan memiliki makna sosial-politik serta nilai kemanusiaan yang mendalam."

Selain investasi pada fasilitas, pemenuhan tenaga pengajar, kualitas pembelajaran, dan lingkungan kegiatan bagi para siswa juga sangat menentukan efektivitas jangka panjang dari kebijakan ini. Hal-hal tersebut juga menjadi tugas lanjutan agar sekolah-sekolah baru ini dapat benar-benar mengembangkan nilai dalam kehidupan di wilayah perbatasan. Profesor Muda, Doktor Hoai Son menyatakan:

“Bagi anak-anak, ini adalah kesempatan untuk mengubah masa depan dengan pengetahuan, memperluas pilihan profesi, dan dengan percaya diri melangkah ke dunia yang lebih luas sambil tetap menghargai identitas kampung halamannya. Bagi komunitas, sekolah ini dapat menjadi pusat kebudayaan, pengetahuan, dan koneksi sosial yang berkontribusi meningkatkan kecerdasan masyarakat, menjaga kesehatan, serta melestarikan bahasa, adat istiadat, dan nilai-nilai budaya luhur masyarakat setempat. Dalam jangka panjang, ketika anak-anak di wilayah perbatasan diberikan kesempatan berkembang secara adil, mereka akan menjadi sumber daya manusia untuk membangun kampung halaman. Oleh karena itu, setiap sekolah di wilayah perbatasan tidak hanya menyemai huruf, tetapi juga menyemai kepercayaan, aspirasi, dan daya hidup baru bagi seluruh wilayah tersebut."

Kepedulian terhadap pendidikan di wilayah pegunungan dan perbatasan merupakan wujud nyata dalam menjamin hak belajar anak-anak, mempersempit kesenjangan kondisi pendidikan antarwilayah, serta menciptakan sumber daya manusia jangka panjang bagi daerah. Mulai dari arah kebijakan Partai dan investasi Negara hingga berdirinya sekolah-sekolah nyata di lapangan, tujuan utamanya tetaplah meningkatkan kualitas pendidikan dan memfasilitasi perkembangan setiap pelajar. Lingkungan belajar yang kondusif akan menjadi fondasi kokoh bagi mereka untuk terus belajar, berlatih, dan berkontribusi bagi kampung halaman di masa depan./.