Target ini sangat menantang dan menuntut pemerintah semua tingkat serta semua instansi untuk menerapkan langkah-langkah yang kuat dan gigih guna menciptakan terobosan pada paruh kedua tahun ini.

Meskipun perekonomian pada enam bulan pertama tahun ini tetap mempertahankan pertumbuhan yang positif, ruang untuk mendorong pertumbuhan pada bulan-bulan yang tersisa tidak banyak lagi. Oleh karena itu, hal yang penting saat ini bukan hanya penetapan target tinggi, melainkan juga pelaksanaan yang efektif agar target tersebut dapat diwujudkan menjadi hasil nyata.

Ketegasan dalam Arahan dan Tata Kelola

Prioritas utama adalah meningkatkan efektivitas arahan dan tata kelola pemerintah serta memperkuat tanggung jawab pelaksanaan di setiap kementerian, instansi, dan pemerintah daerah. Dalam situasi dimana ruang kebijakan fiskal dan moneter semakin terbatas, efektivitas tata kelola serta kecepatan implementasi kebijakan akan menjadi faktor penentu dalam mewujudkan target pertumbuhan ekonomi.

Pandangan yang mengambil investasi publik sebagai “lokomotif” perekonomian terus ditetapkan Pemerintah sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan. Hal yang patut diperhatikan adalah bahwa target pertumbuhan kali ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi telah diterjemahkan menjadi indikator spesifik bagi setiap pemerintah daerah. Pada Konferensi Evaluasi Masa Enam Bulan Pertama Tahun 2026 dari Badan Pengarah Negara untuk Proyek dan Program Utama Nasional yang diselenggarakan di Kota Hanoi pada 27 Juni, Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung menekankan: “Pemerintah daerah harus melaksanakan tugas-tugas secara tegas dalam waktu dekat, terutama selama enam bulan terakhir tahun ini. Saya kembali meminta semua kementerian, khususnya para pemimpin pemerintah daerah untuk memberikan perhatian yang sungguh-sungguh dan menjadikan hal ini sebagai salah satu prioritas utama dalam enam bulan terakhir tahun ini agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing. Ini merupakan sumber daya yang sangat penting dan berada di tangan pemerintah daerah, sehingga setiap daerah harus bertindak secara gigih dalam melaksanakan berbagai tugas tersebut pada waktu mendatang”.

Pesan ini menunjukkan bahwa tuntutan utama Pemerintah adalah melakukan pergeseran yang kuat dari pola pikir tata kelola ke pola pikir implementasi, dari sekadar menerbitkan kebijakan menjadi mengatur pelaksanaannya dengan semangat yang tegas dan jelas.

Selain investasi publik, Vietnam juga menaruh harapan pada pendorong pertumbuhan tradisional lainnya, khususnya ekspor dan konsumsi domestik. Di tengah dinamisnya perdagangan global, diversifikasi pasar serta peningkatan daya saing pelaku usaha dipandang sebagai faktor kunci. Pada konferensi pembagian tugas Kementerian Industri dan Perdagangan pada akhir Juni, Wakil PM Tetap Pham Gia Tuc juga meminta:

“Terus meninjau dan menyempurnakan kebijakan-kebijakan pajak, restitusi pajak, dan bea cukai yang sesuai dengan peta jalan integrasi internasional dan regional untuk menciptakan kondisi bagi peningkatan ekspor dan pengembangan produksi dalam negeri. Selain itu, mempercepat modernisasi prosedur kepabeanan, transformasi digital, dan reformasi prosedur administrasi”.

Selain ekspor, konsumsi domestik terus ditetapkan sebagai pilar penting pertumbuhan. Program-program stimulus konsumsi, mengembangkan e-commerce, mempromosikan pariwisata, dan memperluas pasar domestik tidak hanya mendukung pelaku usaha dalam mempertahankan produksi, tetapi juga menciptakan lebih banyak lapangan kerja, sehingga secara langsung berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

Target Pertumbuhan Tinggi dan Tantangan Realistis

Enam bulan terakhir tahun ini merupakan periode penting untuk mencapai target pembangunan ekonomi. Dengan memanfaatkan ruang kebijakan secara efektif, mempercepat reformasi, membuka semua sumber daya, dan mengembangkan pendorong pertumbuhan tradisional dan baru secara efektif, perekonomian akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk terobosan serta menciptakan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan.

Menurut penilaian banyak organisasi dan pakar internasional, Vietnam masih memiliki keunggulan signifikan untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan tinggi dalam jangka menengah dan panjang. Michael Kokarari, Kepala Ekonom VinaCapital, menilai bahwa komunitas internasional tidak hanya mengamati apakah Vietnam mencapai target pertumbuhan 11,9%, tetapi yang lebih penting ialah bagaimana Vietnam mencapainya. Hal ini turut memperkuat kepercayaan investor dan semakin menegaskan citra Vietnam yang dinamis, proaktif dalam reformasi dan siap bekerja sama dengan mitra untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan.

“Terkait target pertumbuhan PDB 10% untuk tahun 2026, Pemerintah Vietnam telah meningkatkan belanja infrastruktur sebesar 40%. Hal itu benar-benar positif. Semua dana yang dikucurkan ini telah diimplementasikan dalam praktik melalui proyek-proyek. Faktor lain yang mendorong pertumbuhan PDB Vietnam tahun ini adalah Vietnam tetap menjadi satu-satunya negara di dunia dengan profil demografis yang sangat positif, masih berada dalam periode bonus demografi selama 10 tahun ke depan. Faktor-faktor ini akan mendorong pembangunan negara selama dekade berikutnya.

Target pertumbuhan 11,9% dalam enam bulan terakhir tahun ini merupakan tantangan besar di tengah ekonomi global yang mengalami banyak gejolak. Namun, hal ini juga menguji kapasitas tata kelola dan efektivitas reformasi. Target yang lebih tinggi menuntut tindakan yang lebih gigih dan terpadu. Jika diimplementasikan secara efektif, solusi-solusi ini tidak hanya akan membantu mencapai target tahun ini, tetapi juga meletakkan dasar bagi pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.