Resolusi Nomor 10-NQ/TW tersebut menetapkan target bahwa pada tahun 2030, sebesar 75 persen modal investasi asing langsung (FDI) ke Vietnam harus berasal dari berbagai negara dengan perekonomian maju dengan teknologi tinggi. Standar internasional mengenai kawasan industri generasi baru dipandang sebagai "paspor" untuk menarik investasi FDI berkualitas tinggi. Hal tersebut menuntut Vietnam untuk segera membangun kawasan-kawasan industri generasi baru jika ingin terus menarik arus modal ini.

“Menghijaukan” Kawasan Industri: “Pengungkit” untuk Menarik Arus Modal FDI Berkualitas Tinggi

Dalam konteks dunia bertransformasi kuat ke pembangunan hijau, industri hijau bukan lagi sekadar tren, melainkan tuntutan wajib bagi Vietnam untuk mempertahankan pertumbuhan yang tinggi sekaligus memenuhi berbagai standar pembangunan berkelanjutan dunia. Transformasi hijau tersebut dikonkretkan Pemerintah Vietnam dengan Peraturan Nomor 35/2022/ND-CP mengenai pengelolaan kawasan industri dan Surat Edaran Nomor 05/2025/TT-BKHDT yang mendukung pengembangan model kawasan industri ekologis.

Kenyataannya, para investor besar di dunia kini tidak hanya mencari infrastruktur yang tersedia, melainkan juga menuntut ekosistem “barang hijau”, di mana seluruh pabrik memenuhi standar pintar dan berkelanjutan sejak proses manufaktur. Dr. Nguyen Tram Anh, Manajer Nasional Kawasan Industri Ekologis Global, mengatakan:

"Resolusi Nomor 10-NQ/TW yang baru saja diberlakukan Politbiro menetapkan target yang sangat jelas, yaitu hingga tahun 2030 sebanyak 10 persen kawasan industri di Vietnam harus bertransformasi menjadi kawasan industri ekologis. Ini merupakan resolusi yang sangat tepat dan menjadi pedoman penting bagi pengembangan dan transformasi kawasan industri menjadi model industri ekologis. Dengan arah tersebut, penyerapan FDI juga akan meningkat secara signifikan."

Saat ini di Vietnam terdapat hampir 500 kawasan industri dan lebih dari 1.000 kluster industri. Namun, baru sekitar 1–2 persen kawasan industri yang bertransformasi ke model ekologis.

Sementara itu, jumlah bangunan hijau di kawasan industri menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Pada tahun 2025 di Vietnam terdapat sekitar 300 bangunan hijau di kawasan industri, sedangkan selama enam bulan pertama tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi sekitar 800 bangunan.

Mengaktifkan Infrastruktur Hijau: Sinyal Kuat dari Berbagai Daerah

Pengembangan kawasan industri generasi baru berdasarkan prinsip-prinsip hijau menjadi keniscayaan untuk meningkatkan daya saing Vietnam. Baru-baru ini, Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung menandatangani Keputusan Nomor 1061/QD-TTg mengenai perluasan dan pemberlakuan Status operasional Kawasan Teknologi Tinggi Kota Ho Chi Minh pada 13 Juni 2026. Hal yang patut diperhatikan, kawasan tersebut ditargetkan mencapai netralitas karbon sebelum tahun 2050, sejalan dengan komitmen Vietnam mengenai pembangunan hijau dan berkelanjutan.

Sementara itu, sebagai salah satu pusat industri besar di Vietnam, Kota Dong Nai menargetkan bahwa hingga tahun 2030 daerah tersebut akan memiliki sedikitnya dua kawasan industri yang memperoleh sertifikasi kawasan industri ekologis. Selain itu sedikitnya 10 persen perusahaan di kawasan industri ditargetkan menerapkan solusi-solusi untuk menggunakan sumber daya secara efisien dan metode produksi yang lebih bersih. Wakil Kepala Badan Pengelola Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Kota Dong Nai, Pham Viet Phuong, mengatakan:

"Kota Dong Nai memprioritaskan pembangunan hijau dan pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui transformasi kawasan industri yang sudah ada maupun investasi pada kawasan industri baru berdasarkan model kawasan industri ekologis, kawasan industri hijau, dan kawasan industri berteknologi tinggi. Hal ini bukan hanya keniscayaan bagi proses pembangunan, tetapi juga kebutuhan mendesak dalam konteks berbagai pasar besar di dunia memperketat standar lingkungan, pengurangan emisi karbon, serta penerapan prinsip ESG terhadap barang ekspor maupun rantai pasokan global. Perusahaan-perusahaan asing semakin memperhatikan akses terhadap energi bersih, infrastruktur hijau, dan ekosistem industri yang berkelanjutan saat memilih lokasi investasi."

Upaya Vietnam dalam mendorong model kawasan industri ekologis tidak hanya membantu mewujudkan target Resolusi Nomor 10-NQ/TW, guna menjadikan Vietnam sebagai tujuan investasi yang aman bagi berbagai grup multinasional dan investor internasional, tetapi juga mencerminkan komitmen Vietnam sebagai negara yang bertanggung jawab dalam pembangunan yang berkelanjutan di seluruh dunia./.