Laut kini dipandang bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang strategis nasional.
Laut tidak lagi ditetapkan sekadar sebagai sumber daya alam, melainkan sebagai ruang kehidupan, pembangunan, dan pembelaan Tanah Air. Laut adalah pusat pertumbuhan ekonomi, inovasi kreatif, penjaminan keamanan dan pertahanan, serta sarana perluasan kerja sama internasional.
Perubahan Pola Pikir untuk Membuka Ruang Pembangunan Baru
Poin paling menonjol dalam resolusi tersebut adalah pergeseran dari pola pikir pengembangan ekonomi kelautan menuju pola pikir pembangunan negara maritim. Jika Resolusi Nomor 36-NQ/TW tahun 2018 berfokus pada sektor-sektor ekonomi kelautan secara berkelanjutan, resolusi baru ini memperluas pendekatannya ke tingkat strategi nasional. Ruang maritim kini dipandang sebagai satu kesatuan utuh, tempat setiap kebijakan pembangunan harus melayani target pertumbuhan nasional, menjaga kedaulatan, sekaligus meningkatkan posisi strategis Vietnam, sebagaimana ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal KS PKV sekaligus Presiden Vietnam To Lam:
"Resolusi baru ini tidak hanya menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengembangkan berbagai sektor ekonomi kelautan, tetapi juga harus menjawab pertanyaan yang lebih besar, yaitu bagaimana Vietnam akan memanfaatkan, mengelola dan mengembangkan seluruh ruang maritim nasional demi tujuan pembangunan negara dalam beberapa dekade mendatang. Setiap perencanaan strategis dan program pembangunan kelautan harus secara bersamaan memenuhi tuntutan perlindungan kedaulatan, hak berdaulat dan hak yurisdiksi nasional; menjaga iklim yang damai dan stabil; meningkatkan kapasitas pertahanan; serta melindungi kepentingan nasional di laut. Setiap proyek ekonomi di laut harus berkontribusi dalam memperkuat potensi pertahanan nasional."
Hal yang patut diperhatikan adalah resolusi tersebut tidak hanya menetapkan target pengembangan berbagai sektor ekonomi kelautan, tetapi juga menuntut pembangunan kapasitas dalam mengelola seluruh ruang maritim nasional. Profesor Muda, Doktor Vo Si Tuan, Wakil Ketua Asosiasi Budidaya Laut Vietnam sekaligus mantan Direktur Institut Oseanografi Vietnam, mengatakan:
"Resolusi tersebut mengusung berbagai isu krusial untuk membangun sebuah negara maritim yang kuat. Menurut saya, salah satu konsep yang besar dan inklusif adalah pandangan tata kelola terpadu dan konektivitas ruang maritim. Laut dan samudra harus menjadi ruang bersama, tempat semua sektor dapat berkoordinasi untuk memaksimalkan kepentingan, tidak hanya bagi sektornya masing-masing, tetapi juga untuk kepentingan seluruh masyarakat."
Bagi Vietnam, pendekatan ini membuka ruang pembangunan baru. Pusat-pusat pelabuhan laut internasional, kawasan perdagangan bebas, pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai, ekonomi digital, logistik, maupun budidaya laut berteknologi tinggi tidak hanya menciptakan pendorong pertumbuhan baru, melainkan juga turut meningkatkan daya saing perekonomian dalam jangka panjang.
Pembangunan untuk Memperkuat Kekuatan Nasional
Salah satu poin penting lainnya dalam resolusi tersebut adalah pembangunan dan perlindungan Tanah Air tidak boleh ditempatkan sebagai hubungan pilihan, melainkan harus saling melengkapi. Setiap proyek ekonomi di laut wajib berkontribusi dalam penguatan potensi pertahanan. Sebaliknya, lingkungan yang damai, stabil, dan aman di laut merupakan syarat mutlak untuk menarik investasi serta mendorong perdagangan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Pesan ini menjadi semakin penting ketika dunia menghadapi berbagai tantangan lintas batas, seperti perubahan iklim, pencemaran lingkungan laut, penurunan sumber daya perikanan, hingga isu keamanan maritim - persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu negara saja. Profesor Muda, Doktor Vo Si Tuan menegaskan:
"Kerja sama internasional sangat penting karena persoalan di laut tidak mengenal batas negara. Vietnam perlu berani dan proaktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan internasional, berbagi sumber daya dan bertukar informasi. Kita perlu bersama negara-negara lain menghadapi tantangan-tantangan yang ada saat ini, bukan hanya di bidang ekonomi, tetapi juga persoalan perubahan iklim."
Resolusi mengenai "Membangun dan Mengembangkan Vietnam Menjadi Negara Maritim yang Kuat" tidak hanya membuka ruang pembangunan baru, tetapi juga menegaskan visi strategis Vietnam: membangun ekonomi kelautan modern yang terintegrasi dengan perlindungan kedaulatan nasional, tata kelola yang berkelanjutan serta penguatan kerja sama internasional demi perdamaian dan kesejahteraan bersama./.
