BAGIAN 1: MUSIM SEMI INTEGRASI DARI SETIAP INDIVIDU DAN PELAKU USAHA
Selama beberapa hari di awal tahun baru, di Kota Ho Chi Minh, banyak bis tidak lagi menggunakan tumpukan tiket kertas. Sekarang, hanya dengan sekali sentuh di HP, warga dapat naik bis dan bepergian dengan lebih nyaman setiap hari.
Kendaraan pawai yang mewakili Blok Pengusaha Vietnam pada gladi bersih parade militer pawai massa peringatan 80 tahun Revolusi Agustus dan Hari Nasional Vietnam pada tanggal 2 September. Foto: VOV5 Media |
Di balik kenyamanan tersebut terdapat berbagai solusi teknologi yang diteliti dan dikembangkan oleh insinyur muda Le Yen Thanh. Pernah berpeluang untuk bekerja di Google dan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia pada tahun 2022, tetapi ia memilih untuk tinggal di Vietnam untuk merintis bisnisnya sendiri. Ia telah mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam transportasi publik dan membentuk wajah sebuah kota pintar.
Dengan tujuan untuk memenuhi kegairahan terhadap teknologi dan mengabdi kepada masyarakat, saya memutuskan untuk fokus mengembangkan berbagai solusi teknologi terkait dengan bis. Melalui upaya ini, saya berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan sistem transportasi publik yang lebih nyaman bagi kota ini.
Insinyur Le Yen Thanh. Foto: VGP |
Bagi insinyur muda tersebut, dedikasi berarti memilih untuk menjadikan pengetahuan internasional sebagai "pengungkit" bagi layanan-layanan paling penting bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Doktor Tran Tuan Anh, CEO Perusahaan Solano Energy, juga merupakan sosok yang memilih untuk "pulang ke tanah air" setelah bertahun-tahun menempuh kuliah di Inggris dan Amerika Serikat. Tuan Anh memilih untuk bekerja di sektor energi tinggi, membangun "paspor hijau" bagi Vietnam di peta dunia.
Saat ini, dunia sedang memperhatikan Vietnam dari perspektif peluang ekonomi. Setiap individu harus melakukan sesuatu untuk membawa lebih banyak sahabat internasional ke Vietnam. Dengan kebanggaan bangsa saya akan berupaya agar Vietnam mencapai prestasi nyata yang diakui dunia,.
Doktor Tran Tuan Anh, CEO Perusahaan Solano Energy. Foto: VNA |
Terlepas dari posisi mereka, para pemuda memiliki sebuah kesamaan, yaitu: bersama-sama mendorong integrasi di setiap bidang. Integrasi membawa identitas dan pengetahuan Vietnam, memungkinkan mereka untuk berdiri teguh dengan percaya diri dalam kehidupan modern.
Jika para pemuda seperti Yen Thanh atau Tuan Anh menggunakan pengetahuan sebagai "pengungkit" untuk mengubah wajah kota, maka di pabrik-pabrik, integrasi hadir dalam ritme mesin dan dalam setiap kiriman barang yang menjangkau pasar global. Kisah tentang perjalanan ekspor kayu dari Perusahaan Fomex Global adalah bukti nyata dari upaya tersebut.
Di tengah ritme operasi yang stabil dalam lini produksi, lembaran-lembaran kayu lapis secara berturut-turut diselesaikan, siap untuk dipasarkan ke pasar internasional. Nguyen Cong Danh, Presiden Dewan Komisaris Perusahaan Saham Gabungan Internasional Fomex Global, menyampaikan:
Ketika memasuki pasar internasional, kami tidak hanya membawa produk; tetapi juga membawa prestise nasional dan integrasi pemikiran dari generasi pengusaha baru. Sejak awal, Fomex Global dengan jelas menetapkan bahwa ekspor bukan sekadar menjual produk ke luar negeri, melainkan kami sedang berpartisipasi dalam rantai pasokan global dengan kapasitas nyata perusahaan.
Ekosistem hijau Fomex. Foto: fomexgroup |
Menjangkau pasar global atau menghadapi hambatan teknis dari Amerika Serikat bahkan standar ketat Uni Eropa, para personil Fomex Global memahami bahwa dunia tidak membeli produk karena "upaya" kita, tetapi karena produk tersebut "mematuhi hukum." Nguyen Quang Vinh, Kepala Departemen Penjualan di Perusahaan Fomex Global, menyatakan:
Mengenai bahan baku, pasar internasional menuntut transparansi dan ketertelusuran yang ketat, tidak hanya jenis kayu yang tepat, tetapi juga bukti asal usul yang sah, konsistensi antar batch, dan kemampuan untuk mempertahankan kualitas dalam jangka panjang. Dari segi proses produksi, pelanggan internasional sangat memperhatikan standar teknis dan kepatuhan terhadap standar kualitas yang spesifik untuk setiap pasar.
Kisah sukses Fomex Global merupakan bukti bahwa para pelaku bisnis Vietnam sedang melakukan integrasi dengan kekuatan endogen dan tekad untuk menegaskan nilai Vietnam di peta ekonomi global.
Setelah lebih dari 10 tahun menjajaki peluang bisnis, produk kayu lapis Fomex Global kini diekspor ke hampir 20 negara di Eropa, Asia, dan Amerika. Foto: fomexgroup |
BAGIAN 2: PERUBAHAN DALAM CARA SUATU BANGSA MEMANDANG DUNIA
Dari teknologi pada bis kota hingga kiriman-kiriman barang lintas samudra dari Fomex Global, integrasi telah menjadi aktivitas yang padat di setiap urat nadi perekonomian. Kekuatan itu dibangkitkan berkat perubahan dalam pola pikir seluruh bangsa. Berikut ini, kami mengajak Anda untuk mendengarkan wawancara antara wartawan Radio Suara Vietnam dengan Profesor Vu Minh Giang untuk lebih memahami topik ini.
Ilustrasi (Foto: VOV) |
Wartawan: Menurut bapak, dalam konteks revolusi industri baru dan integrasi global, "senjata" apa yang dimiliki Vietnam untuk mencapai terobosan?
Vietnam saat ini mendapat apresiasi dunia atas garis politik yang independen dan mandiri, tidak bergantung pada negara-negara adikuasa, tetapi juga tidak mengisolasi diri. Vietnam memiliki prinsip yang sangat fleksibel, artinya memanfaatkan kondisi yang menguntungkan sekaligus mengembangkan keunggulan secara maksimal. Prinsip mengubah semua yang dimilikinya menjadi keunggulan kompetitif terbukti menjadi pedoman yang sangat tepat dan efektif bagi Vietnam. Misalnya, Vietnam bukanlah negara yang kaya sumber daya alam, tetapi Vietnam memiliki keunggulan geopolitik yang luar biasa. Keunggulan kedua yang terpenting adalah ketahanan, tekad, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa dari rakyat Vietnam. Kita percaya bahwa dengan perspektif saat ini, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Vietnam akan menempati posisi yang sangat istimewa di kancah internasional.
Wartawan: Sudilah kiranya, Profesor memberitahukan harapan akan masa depan negara dalam waktu mendatang?
Aspirasi kita saat ini jelas terletak pada ungkapan: sejajar dengan negara-negara maju. Saya percaya bahwa pada tahun “Bính Ngọ” (tahun Kuda) ini, kita akan berkembang dengan kecepatan yang fenomenal. Tantangannya tentu tidak kecil, tetapi masyarakat Vietnam memiliki keunggulan: ketika menghadapi tantangan, kita selalu mampu melampauinya secara gemilang dan berkembang dengan kuat. Tampaknya setelah Kongres Nasional XIV PKV, kita kini berada pada tahap perkembangan tersebut.
Profesor Vu Minh Giang (Foto: VOV) |
Wartawan: Ya, Pak! Integrasi akan membawa manfaat bagi negara dan memberikan Vietnam posisi yang sangat istimewa di kancah internasional. Namun sebaliknya, ketika melakukan integrasi, apa yang dapat Vietnam kontribusikan bagi dunia?
Vietnam telah menjadi simbol dari dua nilai utama. Yang Pertama adalah nilai kemanusiaan, dan kedua adalah perdamaian. Masyarakat Vietnam memiliki pola pikir yang sangat menghormati perdamaian karena mereka adalah bangsa yang sangat memahami secara mendalam penderitaan dan kehilangan akibat peperangan. Dunia memandang kami sebagai bangsa yang cinta damai, sekaligus berperan dalam menegakkan perdamaian. Itulah kontribusi nyata yang dapat kita berikan kepada dunia. Nilai kedua adalah nilai-nilai kemanusiaan, yang dimanifestasikan melalui budaya luhur pedesaan dan prinsip “mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri” merupakan sesuatu yang saat ini kian langka di dunia.
Wartawan: Terima kasih Profesor Vu Minh Giang atas keberbagian ini!
BAGIAN 3. Dari “Terima ” Menuju “Ciptakan”: Posisi baru, Sikap Baru
Vietnam berintegrasi dengan dunia dengan tidak hanya membawa aspirasi untuk membangun dan mengembangkan negara, tetapi juga membawa sikap pengabdian kepada umat manusia. Karena integrasi yang sesungguhnya berarti bersama-sama memikul tanggung jawab atas berbagai keprihatinan bersama dari komunitas global.
Foto ilustrasi: Kongres Nasional XIV Partai Komunis Vietnam. (Foto:VNA) |
Konferensi pers yang menutup Kongres Nasional Partai XIV PKV tidak hanya menandai berakhirnya keberhasilan sebuah kongres, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyebarkan pesan diplomatik kepada komunitas internasional Vietnam di era baru. Pada kesempatan ini, Sekretaris Jendral Komite Sentral Partai Komunis Vietnam, To Lam menegaskan sikap dan posisi Vietnam: sikap sebuah negara yang konstruktif penciptaan, siap berpartisipasi dalam penyelesaian berbagai isu global.
Dalam konteks dunia yang penuh dengan ketidakstabilan akibat konflik, bencana alam, dan wabah penyakit, penegasan Sekjen To Lam bahwa “tidak ada satu negara pun, betapapun kuatnya , yang dapat menyelesaikan masalah-masalah besar sendirian” menjadi pernyataan bahwa Vietnam tidak lagi berdiam diri dalam mengamati berbagai isu global. Vietnam ikut serta dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah tersebut dengan prestise yang telah dibina selama 40 tahun pembaruan.
“Kebijakan kami adalah berintegrasi lebih dalam ke dalam politik dunia, perekonomian internasional, dan peradaban umat manusia. Kami adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertanggung jawab. Kami percaya bahwa semua negara, baik besar maupun kecil, memiliki tanggung jawab bersama terhadap berbagai isu global dan transnasional, seperti perubahan iklim, bencana alam, wabah penyakit, ancaman keamanan non-tradisional, ketahanan pangan, keamanan siber, perang, dan konflik. Tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan permasalahan global sendirian, melainkan diperlukan kerja sama dan aliansi internasional”.
Sekretaris Jenderal To Lam memimpin konferensi pers internasional untuk mengumumkan hasil Kongres Nasional XIV PKV (Foto: VGP) |
Setelah 40 tahun pembaruan, Vietnam memiliki cukup prestise dan tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam berbagai isu kawasan dan dunia. Dalam bidang keamanan internasional, Vietnam terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan perdamaian, berpartisipasi dalam misi pemeliharaan perdamaian, memberikan bantuan kemanusiaan, ikut serta dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana alam serta krisis kemanusiaan, dan bahkan turut serta dalam upaya menegakkan perdamaian.
Dalam bidang pembangunan, Vietnam siap berbagi pengalaman mengenai berbagai pencapaian inovasi, ikut serta dalam upaya mengentas kemiskinan dan kelaparan di tingkat global, sekaligus terus melaksanakan berbagai komitmen terhadap target pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, transisi hijau, serta transformasi digital.
“Kami menetapkan bahwa integrasi internasional merupakan pendorong penting bagi pembangunan negara. Untuk mewujudkan perdamaian dan pembangunan, diperlukan terhadap pembukaan pintu dengan dunia luar serta kerja sama dengan negara-negara lain. Kami beralih dari penerima menjadi pemberi konstribusi, dari integrasi yang intensif dan ekstensif menjadi integrasi yang menyeluruh”.
Integrasi internasional kini tidak lagi semata-mata merupakan urusan diplomasi, ini soal harga diri nasional. Vietnam siap untuk “bangkit” bukan dengan cara memisahkan diri, melainkan dengan berbaur ke dalam arus umat manusia dengan identitasnya sendiri.
Sekjen To Lam menyampaikan pidato pada konferensi pers internasional untuk mengumumkan hasil Kongres Nasional XIV PKV (Foto: VGP) |
Ketika Sekjen To Lam menegaskan bahwa Vietnam tidak lagi berdiri di pinggir untuk mengamati, itulah saat yang sama Vietnam juga beralih dari posisi sebagai pihak penerima menjadi pihak pemberi konstrubusi. Sebanyak 180 suara dukungan yang mengantarkan Vietnam menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2026 - 2028, serta penilaian positif dari komunitas internasional terhadap capaian luar biasa dalam transisi hijau, merupakan bukti-bukti paling nyata yang menegaskan posisi Vietnam sebagai mitra tepercaya yang mempunyai misi kemanusiaan yang sama.
“Inilah catatan positif dari komunitas internasional terhadap berbagai upaya Vietnam dalam berkontribusi pada kerja sama Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang di dalamnya terdapat satu pilar penting, yaitu penegakan hak asasi manusia. Vietnam secara konsisten menegaskan pendekatan yang berkesinambungan bahwa perlindungan hak asasi manusia pertama-tama merupakan tanggung jawab utama setiap negara terhadap rakyatnya sendiri”.
“Vietnam tidak hanya memiliki kapasitas dan kewenangan untuk menangani isu keamanan siber serta berkontribusi dalam respons global terhadap keamanan siber, tetapi juga merupakan negara yang dihormati dan kini memainkan peran yang semakin besar dalam hubungan internasional”.
“Vietnam sedang menjadi pelopor dalam rencana aksi di tengah berbagai tantangan saat ini. Dengan pertumbuhan FDI yang mengesankan dalam menarik investasi di sektor energi, Vietnam adalah contoh yang baik bagi banyak negara dalam mendorong transisi hijau dan transisi energi yang adil demi pembangunan berkelanjutan”.
Tahun baru, awalyang baru. Vietnam melanjutkan perjalanan integrasi internasional dengan pola pikir baru - pola pikir sebuah bangsa yang senantiasa mencintai perdamaian dan ingin berkontribusi yang lebih besar lagi dalam upaya mengatasi tantangan global./.