Setelah 14 tahun perundingan yang mencakup 21 putaran pembahasan, Perjanjian Perdagangan Bebas antara Vietnam dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) ditandatangani pada 18 Oktober 2026. Perjanjian ini membuka peluang baru bagi kerja sama ekonomi antara Vietnam dengan Swiss, Norwegia, Islandia dan Liechtenstein. Selain memberikan prioritas tarif, perjanjian ini diharapkan dapat mendorong kerja sama di berbagai bidang sehingga memberikan manfaat bagi pelaku usaha dari kedua belah pihak.
Para anggota EFTA merupakan negara-negara dengan perekonomian terdepan di dunia dalam bidang inovasi, keuangan dan teknologi tinggi. Perjanjian Perdagangan Bebas antara Vietnam dan EFTA menjadi tonggak penting dalam upaya Vietnam memperluas jaringan perjanjian perdagangan bebas (FTA), sehingga jumlah FTA yang telah ditandatangani Vietnam dengan negara-negara mitra meningkat menjadi 18. Perjanjian ini sekaligus memperkuat konektivitas menyeluruh antara Vietnam dan Eropa.
Tonggak Baru dalam Hubungan Perdagangan antara Vietnam dan EFTA
Di tengah dinamika perdagangan global yang mengalami berbagai perubahan, penyelesaian perundingan dan penandatanganan perjanjian antara Vietnam dan EFTA tidak hanya membuka prospek peningkatan perdagangan, tetapi juga mencerminkan upaya kedua pihak untuk memperkuat hubungan ekonomi berdasarkan aturan dan komitmen bersama.
Bagi Vietnam, perjanjian ini merupakan langkah maju dalam memperluas hubungan dengan mitra-mitra Eropa. Sementara itu, bagi EFTA, perjanjian ini membuka peluang tambahan untuk mendiversifikasi mitra dagang dan memperkuat kehadirannya di pasar Asia Tenggara yang dinamis. Oleh karena itu, penandatanganan Perjanjian Perdagangan Bebas antara Vietnam dan EFTA diharapkan dapat membawa hubungan kerja sama ekonomi bilateral ke tingkat yang lebih tinggi melalui perluasan akses pasar serta peningkatan perdagangan dan investasi. Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam, Luong Hoang Thai, menyatakan: “Perjanjian Perdagangan Bebas antara negara-negara EFTA dan Vietnam ditandatangani di tengah semakin eratnya kerja sama antara kedua pihak. Perdagangan internasional saat ini menghadapi berbagai dinamika dan tantangan. Saya sangat senang bahwa kita bersama-sama berpegang pada perdagangan berbasis aturan dan sistem internasional yang terbuka untuk mendorong perdagangan dan investasi, tidak hanya dalam beberapa tahun mendatang, tetapi juga demi generasi masa depan.
Dari pihak EFTA, Presiden Swiss Guy Parmelin dan Sekretaris Negara Norwegia Astrid Bergmal menegaskan:
“Ini merupakan perjanjian yang sangat penting di tengah perubahan besar dalam lanskap geopolitik dunia. Perjanjian ini membantu negara-negara anggota EFTA, khususnya Swiss, mendiversifikasi hubungan dan menjalin kemitraan baru dengan negara-negara di dunia. Bagi Vietnam, perjanjian ini juga membuka peluang untuk mempererat hubungan dengan negara-negara anggota EFTA.
“FTA yang baru ini akan segera memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, baik di Vietnam maupun Norwegia. Perjanjian ini juga sangat penting karena melengkapi kemitraan hijau yang telah dibangun oleh Norwegia dan Vietnam. Saya sungguh percaya bahwa perjanjian ini dapat menjadi titik awal bagi terbukanya berbagai peluang baru bagi perusahaan-perusahaan Norwegia di Vietnam.
Memperluas Ruang Kerja Sama
Dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi antara Vietnam dan negara-negara anggota EFTA terus berkembang secara positif. Nilai perdagangan bilateral rata-rata mencapai hampir 2 miliar dolar AS per tahun. Khusus pada 2025, nilai perdagangan dua arah mencapai 4,8 miliar Euro. Para investor EFTA telah hadir di berbagai sektor, seperti industri, pangan, farmasi, energi dan teknologi. Mereka juga menunjukkan minat terhadap proyek-proyek di bidang inovasi kreatif, teknologi tinggi, logistik dan teknik presisi.
Menurut pakar ekonomi, Doktor Le Duy Binh, Direktur Economica Vietnam, penandatanganan perjanjian ini menunjukkan upaya dan komitmen kuat Vietnam dalam proses integrasi internasional serta pengembangan perdagangan bebas berbasis aturan.
“Perjanjian ini akan membantu Vietnam mendiversifikasi rantai pasokan, baik dari segi output (pasar konsumen) maupun input untuk produksi. Dengan demikian, Vietnam akan memiliki lebih banyak peluang untuk mendiversifikasi sumber pasokan teknologi, bahan baku, bahan pendukung, produk farmasi, serta berbagai input produksi untuk produksi dan pengolahan di dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko ketika terjadi gejolak di pasar-pasar besar lainnya.
Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-EFTA memiliki cakupan komitmen yang komprehensif, meliputi perdagangan barang, tarif, hambatan teknis, ketentuan kesehatan hewan dan tumbuhan, bea cukai, pengamanan perdagangan, jasa, investasi, kekayaan intelektual, pengadaan barang/jasa pemerintah, persaingan usaha, usaha kecil dan menengah, penyelesaian sengketa, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.
Perjanjian Vietnam–EFTA membuka kerangka kerja sama baru antara Vietnam dan negara-negara Eropa yang memiliki keunggulan di bidang teknologi, inovasi kreatif dan kualitas produk. Kemampuan untuk menerjemahkan komitmen dalam perjanjian ini menjadi manfaat nyata akan bergantung pada proaktivitas pelaku usaha dari kedua belah pihak dalam mencari mitra, memenuhi persyaratan pasar, serta mengembangkan berbagai bentuk kerja sama yang memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.
