Misi baru ini bukan sekadar menuntut perluasan skala, tetapi juga menuntut kalangan pengusaha harus memperbarui model pembangunan dan dengan percaya diri menciptakan daya saing yang mandiri untuk perekonomian.
Perusahaan yang Berkembang, Tanah Air Menjadi Makmur
Saat ini, Vietnam memiliki sekitar 1,1 juta perusahaan aktif, yang berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Bruto Domestik (PDB) dan menyumbang sekitar 55 persen APBN serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar kira-kira 17,6 juta pekerja.
Kalangan pengusaha Vietnam memiliki aspirasi yang besar. Perusahaan swasta semakin banyak terlibat dalam beberapa proyek perhubungan dengan skala besar dari jalan tol, bandara hingga bangunan infrastruktur perkotaan. Hoa Phat telah menginvestasikan lebih dari 10 triliun VND pada Pabrik produksi rel dan baja khusus di Dung Quat, dengan target memproduksi rel kereta api dengan kecepatan tinggi pertama pada kuartal I tahun 2027.
Teknologi inti juga mengalami perkembangan yang serupa. Pada awal tahun 2026, FPT mengumumkan pendirian pabrik pengujian dan pengemasan canggih untuk semi konduktor di Kota Bac Ninh sekaligus memperluas pabrik kecerdasan buatannya (AI) pada infrastruktur NVIDIA. Sementara itu, Viettel telah mendesain sendiri chip DFE 5G dan pengembangan ekosistem perangkat 5G. Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan Vietnam telah berupaya lebih dalam ke rantai teknologi yang bernilai tambah tinggi.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa ada pergeseran dari kondisi beradaptasi untuk bertahan hidup bereksis menjadi memiliki aspirasi untuk berkembang. Pengusaha Pham Trung Kien, Direktur Utama Perusahaan Persero Alat Tulis Hong Ha menuturkan: “Para pengusaha Vietnam telah menunjukkan aspirasi yang besar yaitu mencapai kesejahteraan dan untuk berkontribusi. Yang kedua para pengusaha merasa sangat bangga saat dipandang oleh Partai dan Negara sebagai kekuatan pelopor dalam bidang ekonomi”.
Visi Strategis dari Partai dan Negara
Selama hampir dua tahun terakhir, Partai dan Negara telah memberlakukan serangkaian resolusi mengenai pengembangan sosial-ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk membuka jalan, menciptakan payung hukum untuk kegiatan produksi dan binsis, kerja dan produksi agar berbagai perusahaan dan wirausaha serta para pekerja dapat peluang untuk berkembang.
Resolusi Polit Biro nomor 68-NQ/TW tanggal 4 Mei tahun 2025 menegaskan bahwa sektor swasta menjadi salah satu penggerak paling penting dari perekonomian nasional, sekaligus kekuatan pelopor dalam pengembangan sains-teknologi, inovasi kreatif dan transformasi digital. Resolusi Politbiro nomor 79-NQ/TW tanggal 6 Januari tahun 2026 lebih lanjut menegaskan peran utama dari sektor ekonomi Negara, yang menuntut pengembangan perusahaan Negara yang memiliki kapasitas memimpin dan membuka jalan dalam berbagai cabang dan sektor utama serta strategis. Resolusi Politbiro nomor 10-NQ/TW tanggal 8 Juni tahun 2026 menetapkan bahwa sektor investasi asing langsung (FDI) sebagai komponen yang tidak terpisahkan dan memainkan peran pelopor dalam mendorong pengembangan dan integrasi internasional.
Berdasarkan hal tersebut, untuk pertama kalinya Majelis Nasional (MN) memberlakukan Resolusi nomor 198/2025/QH15 mengenai beberapa mekanisme dan kebijakan khusus dalam mengembangan sektor ekonomi dan menginstitusikan resolusi Partai hanya dalam waktu dua belas hari. Secara khusus, mekanisme khusus dalam Resolusi nomor 206/2025/QH15 MN telah memungkinkan penghapusan segera berbagai problematik hukum untuk serangkaian proyek investasi.
Saat menyampaikan pidato dalam pertemuan dengan para penguasaha terkemuka pada Senin sore (12 Oktober), di Kota Hanoi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam menunjukkan: “Negara harus menangani sampai akar rumput berbagai hambatan dan kekurangan yang menjadi tanggung jawabnya, sedangkan perusahaan harus proaktif berinovasi dan berupaya kepercayaan diri. Kepercayaan perlu dipupuk dari kedua belah pihak. Negara melindungi hak-hak yang sah dan memenuhi komitmen secara tepat, sedangkan perusahaan melakukan investasi secara jangka panjang, menaati hukum, berbagi tanggung jawab dengan para pekerja dan komunitas”.
Bangsa yang kuat menjadi tumpuan bagi perusahaan untuk berkembang. Sebaliknya perusahaan yang kuat akan berkontribusi pada pembangunan kekuatan nasional. Tahun 2045, yang merupakan peringatan HUT ke-100 tahun berdirinya Negara bukan hanya sekadar tonggak sejarah, melainkan tujuan yang telah ditetapkan Vietnam dalam perjalanannya menjadi negara yang berkembang, perkasa dan makmur. Dalam perjalanan tersebut peran perusahaan dan pengusaha tidak bisa diabaikan.
