Pembaruan Kuat Pola Pikir tentang Investasi Asing
Setelah hampir 40 tahun melaksanakan kebijakan pembaruan (Doi moi), Vietnam telah menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik di kawasan ini. Sektor ekonomi dengan modal investasi asing tidak hanya menambah sumber daya bagi pembangunan, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong ekspor, menciptakan lapangan kerja, melakukan transformasi struktur ekonomi, dan membawa Vietnam berintegrasi semakin dalam dan luas dengan ekonomi dunia.
Pada Konferensi mencamkan dan mengimplementasikan Resolusi No.10 yang berlangsung pada tgl 30 Juni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam menyatakan bahwa hingga saat ini, total nilai ekspor-impor Vietnam setara dengan lebih dari 180% PDB, di mana sektor FDI menyumbang sekitar 75% dari nilai ekspor. Angka-angka ini mencerminkan peran yang semakin penting dari sektor ekonomi bermodal investasi asing terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, justru dari realitas penarikan FDI selama bertahun-tahun ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menilai bahwa sudah saatnya Vietnam harus melakukan perubahan.
Dewasa ini, Vietnam telah memiliki posisi yang berbeda. Kita tidak lagi mengajukan pertanyaan tentang bagaimana cara mendapatkan lebih banyak modal asing. Sebaliknya, kita harus menjawab pertanyaan yang lebih pelik: Bagaimana cara memanfaatkan sumber daya asing secara efektif untuk meningkatkan kekuatan internal, meningkatkan teknologi, kapasitas teknologi, daya saing, dan kemandirian ekonomi.
Ini adalah titik perbedaan Resolusi No.10 dibandingkan dengan berbagai pedoman sebelumnya. Jika sebelumnya fokusnya adalah membuka pintu untuk menarik modal, maka kini, tujuan yang lebih tinggi adalah memanfaatkan sumber daya internasional secara efektif guna meningkatkan kapasitas daya saing nasional. Semangat tersebut juga ditunjukkan langsung dalam pendekatan baru terhadap sektor FDI di dalam Resolusi No.10.
Tujuan dari penarikan investasi asing pada periode saat ini adalah harus mengubah sumber daya tersebut menjadi kapasitas ekonomi Vietnam. Untuk itu, perusahaan swasta domestik harus memiliki kondisi untuk berpartisipasi, belajar, dan secara bertahap bangkit dalam rantai nilai. Ekonomi negara harus berinvestasi dan memimpin di bidang-bidang fundamental dan strategis, menciptakan infrastruktur dan ruang pengembangan bagi sektor-sektor lainnya. Ketiga sektor ekonomi tersebut tidak berkembang secara terpisah, melainkan harus bekerja sama dan bersinergi dalam sebuah strategi bersama.
Dari Penarikan Modal hingga Penciptaan Kapasitas Pembangunan
Resolusi No.10 menetapkan bidang-bidang inti yang perlu menjadi fokus prioritas dalam menarik investasi asing, seperti: Industri elektronik, cip semikonduktor, dan perangkat digital; kecerdasan buatan, maha data (big data), komputasi awan, (Internet of Things/IoT), dan rantai blok (blockchain); bioteknologi dan biomedis canggih; teknologi energi dan material canggih, industri hijau; logistik modern, layanan rantai pasok..
Orientasi-orientasi dari Resolusi No.10 telah mendapat persetujuan dari komunitas bisnis internasional. Dominic Scriven, Pendiri sekaligus Ketua Dragon Capital, berpendapat:
"Menurut kami, Resolusi ini sangat penting bagi investor asing karena menetapkan bahwa modal dari perusahaan investasi asing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ekonomi nasional Vietnam. Dengan demikian, para investor diperlakukan secara setara. Hal ini sangat penting bagi investor asing. Resolusi No.10 menekankan bahwa hal yang penting bukan sekadar modal murni, melainkan modal yang disertai dengan kualitas, teknologi, transfer teknologi, dan langkah-langkah tata kelola yang canggih.”
Untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan, sejalan dengan penyempurnaan institusi di tingkat Pusat, berbagai daerah juga secara proaktif membangun motor penggerak pertumbuhan yang baru. Sebagai daerah terdepan di seluruh negeri dalam menarik FDI, Kota Ho Chi Minh menetapkan bahwa pengembangan Pusat Keuangan Internasional akan menjadi salah satu solusi strategis guna menarik arus modal berkualitas tinggi pada fase mendatang. Ketua Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh, Nguyen Van Duoc menyatakan:
“Pertama, Pusat Keuangan Internasional akan menjadi markas besar bagi dana investasi global, bank investasi, perusahaan manajemen aset, dan pusat teknologi keuangan. Kedua, kita akan dapat menerima bagian nilai tak berwujud dari FDI. Ketiga, Pusat Keuangan Internasional akan membuka peluang bagi perusahaan Vietnam untuk mengakses sumber modal global dengan biaya yang wajar dan membantu perusahaan Vietnam berpartisipasi lebih dalam ke dalam rantai nilai.”
Kebaruan terbesar dari Resolusi No.10 tidak terletak pada perluasan insentif investasi, melainkan pada perubahan mendasar dalam pola pikir pembangunan. Semangat dari Resolusi No.10 sangatlah jelas. Penarikan investasi asing bukan untuk menggantikan kekuatan internal, melainkan untuk memperkuat kekuatan internal, meningkatkan kemandirian; tidak hanya untuk pertumbuhan cepat, tetapi harus untuk pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berkualitas tinggi. Ini sekaligus menjadi pesan dan orientasi menyeluruh agar sektor ekonomi bermodal investasi asing terus mendampingi Vietnam dalam babak pembangunan yang baru./.
