Hasil kunjungan tersebut menjadi tonggak diplomasi luar negeri yang penting dari diplomasi parlementer yang turut mendorong dan memperkokoh hubungan bilateral antara Vietnam dengan dua negara Asia Timur Laut tersebut.

Diplomasi Parlementer Mendorong Pelaksanakan Berbagai Kesepakatan Kerja Sama

Hasil menonjol dalam kunjungan resmi Ketua MN Tran Thanh Man menunjukkan peran penting diplomasi parlementer dalam mendorong pelaksanaan langsung berbagai kesepakatan tingkat tinggi.

Di Republik Korea, melalui berbagai pembicaraan dengan Ketua Parlemen Cho Jeong Sik, pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Han Seong Sook dan temu kerja dengan pimpinan berbagai grup ekonomi utama (Samsung, LG, Hyosung, Doosan Enerbility, Lotte, Hyundai Motor, Hanwha), pemimpin lembaga legislatif Vietnam mengirimkan pesan kuat bahwa Vietnam berkomitmen menciptakan lingkungan hukum yang transparan, stabil serta siap menyambut arus investasi dengan teknologi tinggi.

Sementara itu, di Mongolia, penandatanganan MoU kerja sama antara kedua Parlemen dan kedua Kantor Parlemen segera melembagakan kerangka Kemitraan Komprehensif yang dibentuk sejak tahun 2024. Hal yang patut diperhatikan, kedua belah pihak sepakat bekerja sama dalam penerapan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital dalam tata kelola parlemen guna meningkatkan efisiensi dan kualitas kegiatan parlemen; mendukung proyek bersama, penelitian, inisiatif pengujian, dan penerapan praktis menuju pengembangan solusi parlemen digital.

Hasil kunjungan tersebut sesuai dengan harapan Wakil Menteri Luar Negeri Tetap Nguyen Minh Vu sebelumnya:

Diplomasi parlementer tingkat tinggi bukan sekadar menciptakan payung hukum yang kondusif bagi kerja sama, namun menjadi kanal untuk mendorong pelaksanaan berbagai kesepakatan kerja sama, berbagi pengalaman dalam legislasi, penyempurnaan kelembagaan, pengalaman tata keloka tanah air serta mendorong komitmen-komitmen politik menjadi efisiensi kerja sama yang substansial dan menguntungkan untuk masyarakat dan pelaku usaha”.

Turut Memosisikan Kembali Pelaku Usaha Vietnam dalam Berbagai Proyek Sains-Teknologi

Keberhasilan kunjungan resmi Ketua MN Tran Thanh Man ke Republik Korea dan Mongolia juga dicerminkan pada peningkatan efisiensi kerja sama pelaku usaha Vietnam pada rantai nilai global.

Di Republik Korea, Ketua MN Vietnam menegaskan perlunya mendorong grup-grup besar Republik Korea untuk memperluas investasi di Vietnam khususnya pada bidang infrastruktur, energi hijau, dan pusat data. Bersamaan dengan itu, memacu percepatan pembentukan "Program Konektivitas Pemasok Vietnam–Republik Korea" guna membawa pelaku usaha Vietnam masuk lebih dalam ke segmen pendukung, mekanik presisi, papan sirkuit cetak, peralatan otomatisasi, dan perangkat lunak tertanam.

Pertemuan antara Ketua MN Tran Thanh Man dengan Jaringan Inovasi Kreatif dan Pakar Vietnam di Seoul memiliki makna strategis yang penting. Komitmen MN untuk mendengarkan, masukan serta merumuskan kerangka kelembagaan uji coba (sandbox) dan menerima risiko ilimah yang terkontrol justru menjadi kunci dalam mengatasi hambatan, membawa berbagai hasil R&D segera diwujudkan menjadi kekuatan produksi nyata. Ketika menilai prospek kerja sama Vietnam-Republik Korea, Lee Hong bae, Direktur Cabang Hukum Yulchon di Vietnam menuturkan:

Fakta bahwa Vietnam selalu konsisten dan menunjukkan tekad kuat dalam kebijakan reformasi-keterbukaan serta pengembangan ekonomi merupakan nilai tambah yang sangat besar. Arah kebijakan ini telah mengirimkan sinyal-sinyal jelas dan positif kepada komunitas investor. Secara khusus, satu kebenaran yang jelas terlihat bahwa Vietnam secara berturut-turut memperkuat reformasi administratif dan melaksanakan berbagai proyek investasi infrastruktur dengan skala besar untuk menciptakan kondisi maksimal bagi pembangunan pelaku usaha”.

Keberhasilan komprehensif dari kunjungan resmi Ketua MN Tran Thanh Man ke Republik Korea dan Mongolia menegaskan garis politik mengenai diplomasi parlementer yang proaktif, fleksibel dan konstruktif. Dengan menghubungkan peran kelembagaan legislatif dengan kebutuhan kerja sama praktis, kunjungan tersebut tidak hanya memperkokoh kepercayaan politik yang kokoh, tetapi juga membuka ruang pembangunan baru, membawa kerangka kemitraan menjadi intensif dan ekstensif serta mengabdi secara efektif pembangunan tanah air yang cepat dan berkesinambungan.