Rusia tetap memerlukan Vladimir Putin

(VOVWORLD) - Duma Negara Rusia, pada tanggal 10 Maret telah mengesahkan rekomendasi merevisi Undang-Undang Dasar (UDD) dengan perbandingan dukungan mutlak, membuka jalan bagi presiden petahana Vladimir Putin untuk bisa memimpin tanah air dalam waktu maksimal 2 masa bakti lagi yaitu sampai tahun 2036. Peristiwa ini telah menghapuskan semua kecurigaan sebelumnya tentang peranan Vladimir Putin terhadap Rusia setelah mengakhiri masa bakti presiden sekarang (tahun 2024).
Rusia tetap memerlukan Vladimir Putin - ảnh 1 Hasil pemungutan suara (Sumber: Sputnik)

Dengan 383 suara pro, 43 suara blanko dan tanpa suara kontra, Duma Negara Rusia telah menunjukkan kebulatan pendapat yang hampir mutlak terhadap rekomendasi merevisi UUD yang disampaikan oleh legislator perempuran Valentina Tereshkova dari Partai "Negara Rusia Bersatu". Menyusul itu, Dewan Federal Rusia juga mengesahkan rekomendasi ini dengan 160 suara pro, 1 suara kontra dan 3 suara blanko.

Isi yang paling penting dari rekomendasi merevisi UUD ialah menghapuskan 2 masa bakti presiden dari Putin sampai saat ini, orang yang telah memimpin Rusia selama 20 tahun lebih, membawa Rusia dari mengalami krisis menggeliat kuat seperti dewasa ini. Hal ini berarti bahwa Vladimir Putin bisa memegang jabatan sebagai presiden dalam waktu maksimal 2 masa bakti lagi.

Rancangan rekomendasi ini akan diesahkan kalau ada 2/3 di antara 83 parlemen regional Rusia  setuju dan akan dilakukan referendum nasional pada tanggal 22 April tahun ini. Dengan situasi sekarang ini, semua langkah ini diprakirakan akan berlangsung secara mudah sesuai dengan skenario yang menguntungkan Presiden Vladimir Putin untuk terus memimpin Rusia, resmi menghapuskan tirai kabut tentang peranan bapak Putin terhadap Rusia pada waktu mendatang.

Menyingkap tirai kabut

Menjelang pemungutan suara pada tanggal 10 Maret ini, ada banyak desas-desus dan kecurigaan tentang peranan dan posisi bapak Putin terhadap Rusia setelah mengakhiri masa bakti presiden sekarang (tahun 2024), walaupun hampir semuanya menilai bahwa Putin akan tetap memimpin tanah air menurut sesuatu cara. Khususnya, ketika Presiden Vladimir Putin merekomendasikan supaya merevisi UUD untuk memperkuat kekuasaan Perdana Menteri dan Duma Negara, bersamaan itu, Perdana Menteri Dmitry Medvedev dan seluruh kabinetnya menyatakan lengser pada pertengahan Januari lalu, banyak analis menganggap bahwa bapak Putin sedang mempertimbangkan akan menjadi Perdana Menteri dengan hak yang lebih besar, seperti halnya dengan skenario yang sudah dilaksanakan ketika mengakhiri jabatan Presiden untuk masa baksi yang pertama pada tahun 2008.

Di samping itu, beberapa pendapat menilai bahwa bapak Putin akan memimpin Dewan Negara yang sekarang memainkan peranan sebagai badan penasehat dari presiden setelah memperkuat kekuasaan badan ini alih-alih menjadi Perdana Menteri. Bahkan ada pendapat yang menyatakan bahwa bapak Putin mungkin sedang mencari cara membangun satu peranan sebagai pemimpin tertinggi di atas atau sejajar dengan presiden seperti pemimpin spirituil tertinggi Ayatollah Khamenei di Iran.

Akan tetapi, kekapuran tentang peranan bapak Putin dalam memimpin Rusia setelah tahun 2024 telah dijelaskan sepenuhnya dengan peristiwa tanggal 10 Maret. Yaitu, bapak Putin hampir pasti akan terus memimpin Rusia selaku Presiden. Tetapi hal yang lebih penting ialah hal itu menunjukkan bahwa Rusia masih sangat memerlukan kepala negara yang akan segera berusia 68 tahun ini.

 Rusia masih memerlukan Putin

Ditinjau pada latar belakang ini, kalangan analsis dari dalam dan luar Rusia menyatakan bahwa belum ada siapapun yang bisa mengganti peranan Presiden Vladimir Putin dalam memimpin tanah air, sedikitnya selama satu dekade lagi. Khususnya, pada latar belakang Rusia sedang menghadapi banyak tantangan yang serius sekarang ini, dari kebijakan isolasi dan sanksi yang dikenakan oleh Barat sampai kesulitan-kesulitan di bidang ekonomi karena kemerosotan drastis harga minyak kasar serta dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, Rusia sedang dan akan sangat memerlukan peranan memimpin tertinggi dari Presiden Vladimir Putin. Banyak politisi dan analis Rusia, bahkan menegaskan bahwa hanya ada ketegasan, bakat dan rasa cinta yang tak terbatasnya dari bapak Putin terhadap Rusia yang baru bisa menjamin secara pasti bahwa Rusia akan berdiri teguh dalam menghadapi semua tantangan dan kesulitan masa kini maupun masa depan.

Sementara itu, banyak pendapat menyimpulkan secara lebih sederhana bahwa kalau hanya meninjau hasil memimpin tanah air selama lebih dari 2 dekade ini, bapak Putin sepenuhnya punya hak menikmati semua jasa istimewa dan hak istimewa, termasuk juga merevisi UUD untuk memperpanjang kekuasaan. Akan tetapi, hingga saat ini, Apakah sebagai "obyek" dalam berbagai perbahasan, tapi bapak Putin belum pernah menegaskan akan terus ikut serta dalam perlombaan menjadi presiden atau tidak.  

Komentar

Yang lain