Tetapi; reformasi institusi sekarang tidak hanya berhenti dalam merevisi beberapa Undang-Undang (UU) atau penyederhanaan prosedur administrasi semata, melainkan merupakan proses merestrukturisasi secara komprehensif terhadap cara kerja perekonomian agar lebih transparan, efektif dan mendekati standar-standar internasional.

Selama beberapa tahun terakhir, hambatan terbesar yang dihadapi Vietnam bukan lah kekurangan modal, tenaga kerja atau peluang, melainkan cara alokasi dan penggunaan berbagai sumber daya tersebut. Ketika sumber daya tidak dipandu oleh sebuah sistem institusi yang efektif, sumber daya tersebut cenderung terpencar dan digunakan secara tidak efisien. Oleh karena itu, langkah Vietnam yang berfokus pada penyempurnaan institusi, mulai dari revisi UU, pemangkasan persyaratan bisnis, hingga peningkatan efektivitas penegakan hukum, bertujuan untuk mengatasi hambatan paling mendasar dalam pertumbuhan.

Melakukan Reformasi Secara Sinkron, Komprehensif dan Sistematis

Satu Hal yang patut diperhatikan pada periode saat ini yaitu pergeseran pola pikir reformasi dari pendekatan tunggal menjadi pendekatan sistematis. Penerbitan serangkaian Resolusi besar dari Politbiro yang mencakup beberapa pilar utama, di antaranya ekonomi swasta, sains-teknologi, integrasi internasional, energi, kesehatan dan pendidikan, menunjukkan tekad pembentukan sebuah “ekosistem institusi”. Hal ini dilakukan sebagai penggantian beberapa kebijakan yang terfragmentasi untuk mendorong pertumbuhan dan menyatukan berbagai sektor dengan target jangka panjang. Profesor Muda, Doktor Nguyen Hong Hai, Dosen Universitas VinUni menuturkan:

“Saya menilai bahwa titik terobosan dari beberapa resolusi ini yaitu sifatnya yang berorientasi pada tindakan, bukan sekadar slogan. Tindakan tersebut berupa membarui pemahaman, cara penerapan serta pemanfaatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan negara, sekaligus membangkitkan kekuatan untuk membawa negara lepas landas dan berkembang ke level yang baru. Oleh karena itu, dalam beberapa Resolusi, selain masalah teoritis yang mencerminkan pola pikir dan visi, kita bisa melibatkan instruksi tindakan yang sangat spesifik”.

Hal penting lainnya yaitu beberapa Resolusi besar segera dikonkretkan oleh Majelis Nasional (MN) dan Pemerintah menjadi UU, Resolusi, serta Program aksi dengan peta jalan dan indikator yang jelas. Di dalamnya tanggung jawab spesifik dibebankan kepada setiap kementerian, instansi dan daerah. Beberapa solusi telah diterapkan dengan langsung menyasar “titik sumbat” yang ada selama ini seperti peninjauan secara menyeluruh terhadap sistem perundang-undangan, menghapuskan berbagai ketentuan yang tumpang tindih, pemangkasan prosedur administrasi, pengurangan biaya kepatuhan dan percepatan digitalisasi keseluruhan proses.

Pada sidang pertama setelah Pemerintah masa jabatan 2026-2030 disempurnakan, Perdana Menteri (PM) Le Minh Hung menekankan tuntutan:

Salah satu hal yang terpenting dalam menyempurnakan institusi tahun ini yaitu mengevaluasi kembali mekanisme kebijakan khusus. Saya meminta Kementerian Hukum untuk meninjau secara total persyaratan administrasi dan prosedur bisnis, harus berani memangkasnya, termasuk pemangkasan waktu atau biaya kepatuhan”.

Institusi-Motor Penggerak Langsung bagi Pertumbuhan

Praktik pembangunan menunjukkan bahwa institusi tidak secara langsung menghasilkan kekayaan materi, tetapi berpengaruh langsung terhadap perilaku para pelaku ekonomi, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat. Ketika institusi menjadi transparan, stabil dan terprediksi, risiko dapat dikurangi, investasi dipacu, inovasi kreatif dapat didorong dan produktivitas ditingkatkan.

Reformasi institusi Vietnam saat ini tidak terlepas dari beberapa target jangka panjang. Alih-alih hanya mengejar laju pertumbuhan semata, berbagai orientasi besar Vietnam telah mengintegrasikan, persyaratan perkembangan ekonomi hijau, transformasi digital, dan inovasi kreatif. Pertumbuhan harus benar-benar berdasarkan pada pemanfaatan dengan efektif semua sumber daya masyarakat seperti yang ditekankan Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Vietnam (KS PKV) sekaligus Presiden To Lam:

Pertumbuhan nyata harus dibentuk melalui dua arah, yaitu dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas, pada setiap mata rantai ekonomi. Ketika kekuatan internal dilancarkan dan terhubung dengan sumber daya negara, infrastruktur, pasar, teknologi, dan perencanaan pembangunan, maka ekonomi akan memiliki fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Setiap mekanisme, kebijakan, proyek infrastruktur, dan aliran modal harus bertujuan mengaktifkan kapasitas dan aspirasi pembangunan, mengubah peluang potensial menjadi pertumbuhan nyata dan menjadikan kepercayaan sebagai kekuatan pendorong jangka panjang bagi pembangunan negara.

Reformasi dan penyempurnaan institusi di Vietnam sedang mengalami pergeseran pola pikir dari reformasi parsial ke reformasi sistemik, dengan tiga karakteristik utama: yaitu lebih cepat, lebih mendalam, dan lebih strategis. Institusi menjadi motor penggerak langsung bagi pertumbuhan. Langkah Vietnam dalam mempercepat reformasi institusi menunjukkan pergerakan strategis. Ini menjadi fondasi penting untuk menuju target pertumbuhan yang lebih tinggi, sekaligus lebih berkelanjutan di era perkembangan baru.